Waspadai Hoax Religi di Sekitar Kita! Ini 5 Ulasannya

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 494

DatDut.Com – Masih tentang hoax. Dalam sejarah Islam, berita hoax pun pernah mengguncang keluarga Rasulullah Saw. Kita mengenalnya dengan istilah hadis al-ifki atau berita bohong terkait Siti Aisyah Ra. Konflik-konflik dalam sejarah para sahabat pun, sebagaimana dalam kitab-kitab tarikh, tak lepas dari berita-berita dusta yang dihembuskan oknum.

Kembali ke kata hoax, awalnya adalah judul sebuah film garapan Lasse Hallstrom. yang diskenario oleh William Wheeler. Film The Hoax diangkat dari novel karya Clifford Irving, yang isinya fokus pada biografi Irving sendiri. Setelah naskah film itu selesai, justru Irving, yang diangkat sebagai penasihat teknis, meminta namanya dihapus dari kredit film. Alasannya, karena banyak plot naskah yang sudah tak sesuai dengan novelnya.

Sejak itu, film The Hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan. Selanjutnya istilah hoax dipakai oleh banyak netter Amerika untuk menggambarkan suatu kebohongan. Istilah ini lalu menyebar ke seluruh dunia teramsuk Indonesia.

Hoax bermacam jenisnya. Sesuai bahan dan sasaran hoax itu sendiri. Kali ini ada istilah hoax religi. Yaitu hoax yang isinya mendakwahkan agama. Apa saja polanya dan bagaimana reaksi dari umat beragama selaku penerima hoax? Berikut 5 ulasannya, dikutip dari FP Indonesian Hoaxes:

1. Mister X Masuk Agama X

Kalau kita mendapat berita dari internet bahwa tokoh X masuk agama X, jangan dulu mudah percaya. Bisa jadi itu dusta. Tujuan hoax religi pola ini jelas agar penganut agama tersebut bangga dan semakin yakin kebenarannya agamanya. Tetapi bukankah bangga dan yakin yang didapat dari dusta adalah perasaan palsu belaka?

Kasus ini seperti berita Jackie Chan masuk Islam. Foto-foto Jackie berpeci dan bersarung ala melayu juga disebar sebagai penguat. Seperti dilansir Kumpulan Hoax Islami, ternyata foto itu adalah dokumentasi saat kunjungan Jackie ke Malaysia untuk dianugerahi gelar datuk dan promosi film “Dragon Blade”. Kemudian foto Jackie Chan berpakaian Arab diambil ketika ia mengunjungi balapan onta di Dubai.

Baca juga:  Klaim Dusta HTI Soal Khilafah ala Minhajin Nubuwwah

2. Pembantaian Umat X di Daerah X Oleh Mister X

Hoax ini bertujuan memancing emosi pemeluk agama yang saudaranya dibantai agar mereka berperang atau sekedar menyumbang. Pola ini tentu selalu berkaitan dengan politik adu domba dan fitnah.

Untuk saat ini, isu Timur Tengah tampaknya digunakan untuk memanas-manasi konflik antar aliran di Indonesia, khususnya konflik Arab Saudi dan Iran yang belakangan ini memanas ketika salah satu tokoh Syiah di Arab Saudi dihukum mati oleh Pemerintahan Arab Saudi (Baca: Ini 5 Penjelasan Soal Hukuman Mati Tokoh Syiah di Arab Saudi)

3. Keajaiban Ayat Kitab Suci Terbukti Secara Ilmiah

Hoax jenis ini kadang terlihat sangat ilmiah. “Fakta” yang disuguhkan terkadang mencatut nama-nama tokoh dan ilmuwan. Sehingga pembaca menganggap berita itu sebagai penemuan yang ilmiah. Tujuannya sama dengan pola sebelumnya, agar pemeluk agama tersebut semakin yakin kebenaran agamanya.

Contoh kasusnya adalah berita “Bukti Ilmiah Bulan Terbelah” yang mengklaim bahwa kanal yang terbentuk di bulan adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah sebagaimana dikisahkan zaman Rasulullah Saw. memperlihatkan mukjizatnya. Logikanya, kalau kanal-kanal besar di bumi bukanlah timbul karena bumi terbelah, maka demikian halnya dengan kanal yang terbentuk di bulan, bukan karena bulan terbelah.

4. Umat Agama X Berlatih Militer

Hoax jenis ini biasanya memanfaatkan video lawas yang kemungkinan sudah dilupakan orang, kemudian diedit sedemikian rupa. Kadang menggunakan software profesional. Tanggal dan tahun dihilangkan dan selanjutnya disebarkan. Tujuannya agar terbentuk konsolidasi internal dengan membuat musuh bersama sebagai pancingan.

Baca juga:  Kasihani Kami, Pak Menteri! (Surat Terbuka Bikin Baper untuk Mendikbud yang Baru)

Dengan menghadirkan sosok atau kelompok untuk dimusuhi, umat agama tersebut diharapakan melupakan konflik internal dan selanjutnya waspada terhadap ancaman agama lain.

5. Respons Umat terhadap Hoax

Merespon hoax religi, umat beragama ada yang pro dan ada yang kontra. Golongan pro-hoax adalah mereka yang mendukung hoax religi sebagai kebohongan putih atau dusta yang diperbolehkan demi menjaga kelangsungan agama. Sementara golongan yang kontra menganggap penggunaan berita dusta dalam dakwah justru mencederai citra agama itu sendiri, juga berlawanan dengan ajaran agama.

Ketika menjumpai berita hoax, umat pun masih banyak yang tak sadar bahwa itu bukanlah kebenaran. Banyak di antara kita yang mudah kagum pada sesuatu yang dikaitkan dengan agama, meskipun kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Nyatanya, status-status FB bermodus like, subhanallah, sebarkan, begitu mudah mendapat ribuan like dan share.

Sebaiknya, di zaman internet yang penuh fitnah ini kita lebih berhati-hati dalam menerima berita. Jangan mudah tertipu dengan foto aneh. Jangan mudah terpancing dan emosi sebelum tahu kebenarannya. Dan hendaknya bisa berkepala dingin ketika tahu itu benar, agar bisa menentukan apakah sebuah berita harus dibagikan atau dibiarkan saja.

nasrudin maimun

Nasrudin | Penulis tetap DatDut.Com

FB: Nasrudin El-Maimun


Komentar

Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *