Untuk Apa Ustaz HTI Berdandan ala Syekh al-Azhar?

  • 477
  •  
  •  
  •  
    477
    Shares

Dibaca: 1038

Waktu Baca1 Menit, 25 Detik

DatDut.Com – Entahlah apakah ini natural atau by design. Tapi melihat polanya, sepertinya ini tidak natural. Ini kemungkinan besar menjadi strategi kelompok HTI.

Selain itu, ini memunculkan pertanyaan, untuk apa berdandan ala Syekh al-Azhar segala? Padahal, umumnya ulama di Indonesia tak berdandan seperti ini.

Ini juga justru menandakan ketidakpercayaan diri yang memakainya dengan kapasitas keilmuannya sehingga harus dipoles dengan dandanan.

Lihatlah Gus Baha yang ilmunya tak diragukan. Dandanannya sederhana sekali, tak berlebihan.

Hal inilah yang dikomentari oleh Ust. Dr. Syarif Hade dalam postingan Facebooknya seperti berikut:

Boleh tahu, ini syekh Al Azhar cabang mana ya? 😊

Padahal, “syekh Al Azhar” KW ini yang pernah saya komentari kesalahannya dalam tashghir kata “ruwaibidhah”. Tapi kok ya PD dandan ala Syekh Al Azhar. 😊

Baca juga:  Ajak Orang di Sekitar Anda untuk Tobat dan Keluar dari Khilafah ala HT/HTI

Ini pasti strategi by design. Bukan by nature. Kalau di Jawa Timur pakai K.H., Gus, ulama Aswaja. Meskipun cuma imam mushalla. Karena di Jatim umumnya masyarakat hormatnya dengan gus, kiai, dan ulama Aswaja.

Di jabotabek, pakai seragam syekh Al Azhar. Meskipun tashghir kata “ruwaibidhah” saja masih salah. Karena di Jabodetabek umumnya standar keulamaan itu harus pernah belajar di Timur Tengah atau lembaga filialnya.

Padahal keulamaan itu bukan soal dandanan dan label di depan nama. Ia soal keilmuan yang matang dan mumpuni minimal pada satu bidang ilmu.

Tapi ya sudahlah. Mereka demennya baru di level dandanan. Kalau gini saya jadi ingat Sunda Empire. Ternyata benar memang tatanan dunia jadi kacau setelah Sunda Empire dibubarkan. 😊

Baca juga:  Ketika Ustaz HTI Didandani dan Dijuluki sebagai Ulama Aswaja

Jadi inget omongan tetangga depan komplek, “Pak, HTI itu singkatannya Hizbu Tipu-tipu Indonesia ya?” “Lho kok gitu?” kata saya. “Soalnya kerjaan nipu dan ngelabui umat Islam,” katanya. “O gitu ya,” jawab saya singkat sambil senyum-senyum karena sepertinya ada benarnya. 🙏😊

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi
  • 477
    Shares

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *