Ini 5 Fenomena yang Ngetren Jelang UN, dari yang Syar’i, Unik, hingga Syirik

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Sejak dari dulu, ketika masih bernama EBTANAS (Evaluai Belajar Tahap Akhir Nasional) hingga sekarang berganti nama menjadi UAN (ujian akhir nasional) ataupun UN (ujian nasional), yang namanya ujian penentu kelulusan ini selalu menakutkan.

Dari masih menggunakan lembar jawaban model silang yang murah-meriah hingga memakai lembar jawaban komputer yang serba ribet, pilihan jawaban pun tetap ABCD. Bahkan sekarang soal essay atau isian dihilangkan demi menuruti cara kerja sang komputer.

Seperti dilansir Okezone, beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, dan China juga menerapkan ujian nasional sebagai penentu kelulusan siswa. Di Indonesia sendiri, ujian nasional sudah ada sejak 1950-an dan terus mengalami perbaikan sistem untuk menyempurnakannya dari waktu ke waktu.

Anehnya, negara-negara maju seperti Finlandia, Jerman, Amerika, Australia, dan Kanada justru tidak memakai UAN sebagai penentu kelulusan siswa. Enak ya? Tidak ada fenomena aneh-aneh dari para siswa dan orangtua yang stres akibat hantu bernama Ujian Nasional.

April ini dunia pendidikan Indonesia akan kembali mengadakan UN. Gara-gara ketakutan, beban pikiran dan beban mental menghadapai eksekutor kelulusan ini, timbullah berbagai fenomena dari masyarakat dan pelajar dalam menghadapi UN. Nah, 5 fenomena ini banyak terjadi menjelang Ujian Nasional.

[nextpage title=”1. Mencuci Kaki Ibu”]

 

1. Mencuci Kaki Ibu

Sebagai wujud merendahkan diri kepada orangtua khususnya ibu, yang diyakini manjur doanya, lahirlah ritual mencuci kaki ibu menjelang UN. Bahkan ada yang meminumnya juga lho. Sebenarnya sih gak ada tuntunan Islam tentang hal itu. Hanya tradisi untuk lebih meluluhkan hati ibu agar merestui dan doanya lebih tulus. Ibu mana yang tak terenyuh kalau anaknya sungkem lalu mencuci kakinya kemudian meminum air cucian itu?

Baca juga:  Belajarlah dari 5 Pepatah Orang Minangkabau Ini Saat di Perantauan

Secara khusus tidak ada anjuran maupun larangan dalam Islam untuk melakukan cuci kaki ibu, apalagi meminumnya. Asalkan tidak berkeyakinan bahwa cucian air itu punya kehebatan tanpa kehendak Allah, mengadakan ritual cuci kaki ibu atau meminumnya boleh-boleh saja.

[nextpage title=”2. Mencari Air Doa Kiai”]

2. Mencari Air Doa Kiai

Selain mencuci kaki ibu, ada juga yang mencari penguatan  mental dengan meminta doa kepada kiai dan ulama. Tak sekedar doa saja, sang kiai kadang juga memberikan air yang telah didoakan agar diminum para siswa. Sebenarnya sih, air itu sama saja dengan air doa pada umumnya. Tapi karena siswa sedang mengalami tekanan, mestinya doa yang dipakai kiai adalah doa semacam penenang jiwa dan pelapang dada.

Gak syirik tuh, mau ujian kok minta air ke kiai? Syirik dari mananya? Ini tak lebih semacam mencari berkah agar terkabul tujuannya (Baca: Fenomena Cari Berkah di Zaman Nabi, Ini 5 Cara Uniknya). Kalau meyakini air itu bertuah dan yang memberikan kekuatan atau kepintaran tanpa perlu kuasa Allah Swt., baru syirik itu namannya.

[nextpage title=”3. Meng-asma’ Pensil dan Penghapus”]

3. Meng-asma’ Pensil dan Penghapus

Selain air, ada juga yang minta agar pensil dan penghapus dibubuhi doa oleh kiai. Isitlahnya di-asma’. Disebut demikian karena kiai biasa membacakan doa-doa yang mengandung nama-nama agung Allah Swt. Ada juga yang dirajah dengan tulisan asma Allah. Tujuannya agar si pensil mendapatkan berkah sehingga menjadi jalan inspirasi jawaban. Singkat katanya begitu.

Dengan pensil dan penghapus yang telah ditiup dengan doa ini, para siswa menjadi lebih yakin. Tentunya pak kiai tidak lupa menekankan pentingnya belajar. Kalau mengandalkan pensil tanpa belajar, berarti yakin yang bisa meluluskan adalah si pensil. Bisa syirik juga nantinya.

Baca juga:  Jelang Idul Adha, Ternyata Banyak Tradisi Unik di Berbagai Daerah, Mulai Mepe Kasur hingga Manten Sapi

[nextpage title=”4. Doa Bersama”]

4. Doa Bersama

Untuk menguatkan mental, menambah keyakinan dan meluruskan niat belajar siswa, beberapa sekolah mengadakan acara doa bersama menjelang UN. Macam-macam ragamnya. Ada yang menamakannya muhasabah, ada yang istighasah, doa bersama, dan sebagainya.

Intinya, semua itu dilakukan untuk mendapatkan keyakinan saat menghadapi dan mengerjakan soal ujian soal. Tidak ada yang salah dengan sekolah-sekolah yang mengadakan kegiatan ini, toh semua demi menenangkan tekanan mental yang sangat mungkin dirasakan oleh para siswa. Doa bersama mungkin salah satu alternatif yang tak ada salahnya dicoba.

[nextpage title=”5. Ritual Horor pun Ada”]

5. Ritual Horor pun Ada

Ini adalah ritual paling konyol dan seram. Bagaimana tidak? Demi mengakali penjaga ujian agar siswa bebas menyontek, ada yang sampai membawa tanah kuburan ke dalam kelas. Tanah itu disebar di sekitar bangku pengawas. Tujuannya agar pengawas tertidur saat bertugas. Ini termasuk ilmu sirep/penidur gaib. Khusus satu ini, tentunya sudah bukan hal yang baik karena tujuannya tidak benar.

 

Komentar

Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *