Sikap Habib Ali Al-Jufri dalam Kasus Penistaan Kehormatan Nabi yang Dimanipulasi

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com -Saya penasaran sekali dengan isi poster yang berisi narasi seolah Habib Ali Al-Jufri berdiam diri dan mengajak tak bersikap. Saya penasaran apakah benar ini dikatakan oleh Habib Ali Al-Jufri (HAA)? Kalau pun benar, apakah ini beliau katakan dalam konteks pelecehan Nabi dalam kasus Prancis?

Atas dasar penasaran itu, saya mencoba melacak di web pribadi beliau, di fanpage official beliau, termasuk di Youtube. Hingga detik ini saya belum menemukan. Bahkan web pribadi beliau sudah lama tidak aktif.

Ini sama penasarannya saya (seperti yang saya posting sebelumnya) dengan foto yang beredar tengang beliau menerima kartunis Denmark yang membuat kartun melecehkan Nabi Kurt Westeergard, yang ternyata sangat beda jauh dengan foto yang beredar.

Bahkan ada dua versi foto beredar yang berisi kisah pertemuan HAA dengan Kurt: (1) versi HAA berfoto dengan seorang wanita yang di narasi yang beredar itu Kurt padahal kartunis ini seorang pria bukan wanita; (2) versi HAA berfoto dengan seorang pendeta, padahal Kurt hanya seorang kartunis bukan pendeta.

Saya semakin penasaran karena poster-poster dan kisah yang beredar viral itu tak pernah mencantumkan sumbernya dan tak disertai video atau audio yang menampilkan gambar dan suara HAA menyampaikan apa yang beredar itu. Kisah dan poster yang beredar merujuk bukan ke sumber primer tapi sekunder.

Baca juga:  Gelar Doktor dan Sebutan Haji

Saya senang bila ada yang menginfokan sumber kisah HAA-Kurt dan isi poster ini. Saya terus terang trauma karena sebelumnya banyak kisah dan poster yang beredar dengan mengutip nama ulama, ternyata hoax. Saya curiga kasusnya kayak hadis maudhu’.

Alhamdulillah setelah terus menelusuri hal ini selama beberapa hari, akhirnya bisa ketemu sikap Habib Ali Al-Jufri (HAA) plus Syekh Usamah Al-Azhari (SUA) dalam kasus pelecehan kehormatan Nabi di Prancis.

Ternyata beda jauh dengan framing orang-orang tertentu yang disebar lewat poster, cuitan, postingan, dan artikel yang mencatut nama HAA.

Padahal itu diambil dari ceramah HAA 5 tahun lalu yang kalau dilihat video utuhnya juga tegas, keras, proporsional, dan introspektif. Hal yang sama juga ditemukan pada sikap HAA dan SUA dalam kasus Prancis ini. Bahkan, lebih tegas dan keras.

Alhamdulillah rasa ingin tahu dan kritisisme ini menyelamatkan saya dari salah menilai. Saya semakin tahu bahwa banyak orang yang mengambil pendapat seorang tokoh berdasarkan kepentingannya.

Baca juga:  Menjawab Kritik Ngawur terhadap IAIN/UIN

Hanya untuk melegitimasi opininya, dengan tentu memaksanya sesuai seleranya. Banyak yang tak jujur. Menempatkan pendapat seorang tokoh tidak pada tempatnya.

Persis seperti Ahli Kitab yang digambarkan dalam Al-Quran sebagai kelompok yang “yuharrifunal kalima an mawadhi’ihi”. Melakukan tahrif untuk redaksi ayat suci yang tak menguntungkan kepentingan mereka.

Kita bersyukur bila masih dianugerahi sikap jujur, objektif, proporsional, dan kritis. Dan patut introspeksi diri bila mengidap sifat tidak jujur, tidak objektif, culas, liberal dan fanatik buta.

Tonton videonya sampai tuntas di sini:
https://youtu.be/L-KNu2bV2yE

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *