Santri Juga Bisa Jadi Menteri, Ini 5 Buktinya

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Kiai-kiai Pesantren yang berkarakter dan memiliki integritas selalu melahirkan santri-santri unggul. Sejak era Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia, ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan santri saat itu. Kaum santri merasa tambah yakin berkiprah menjadi birokrat di pemerintahan.

Menteri-menteri alumni pesantren pun kini sudah tidak diragukan lagi. Ini bukan menteri yang menjabat sebagai Menteri Agama, tapi Menteri Luar Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan lain sebagainya. Kalau Menteri Agama sudah dapat dipastikan hingga saat ini pasti sosok yang pernah nyantri di pesantren. Nah, ini 5 santri yang pernah menjabat menjadi menteri di eranya masing-masing. Jadi, tidak usah minder menjadi santri. Berbanggalah!

1. Mahfud MD

Mahfud MD pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Mardhiyah, Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura. Pria kelahiran Omben, Sampang, Madura ini, menyelesaikan kuliah S1 pada Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang selesai pada tahun 1983, seperti dikutip dari Biografiku.com

Setelah itu, pria kelahiran 1957 ini, melanjutkan pendidikan magisternya pada Jurusan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dan pendidikan doktor pada Jurusan Hukum Tata Negara di universitas yang sama. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, pernah menjabat Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid (2000-2001).

Baca juga:  Komentar Pedas Mahfud MD tentang Ade Armando dan Sumanto Al Qurthuby

2. Mohammad Nuh

Mohammad Nuh memulai pendidikan S1 pada Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada tahun 1983. Pria kelahiran Surabaya ini, pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Susilo Bambang Yudoyono (2009-2014).

Selain itu, pria yang meraih gelar magister dan doktor di Université Science et Technique du Languedoc, Montpellier, Prancis ini, pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi (2003-2006), seperti dikutip dari Merdeka.com.

Konon, profesor ahli teknik ini, putra pemilik pondok pesantren yang terletak di Gununganyar Surabaya. Sehingga, tidak jarang media juga mengimbuhi gelar K.H. (kiai haji) padanya. Selain itu, pria kelahiran Gununganyar ini, juga Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya.

3. Alwi Shihab

Pria yang memiliki nama lengkap Alwi Abdurrahman Shihab ini lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada Senin, 19 Agustus 1946. Seperti dikutip dari Merdeka.com, mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Abdurrahman Wahid ini, memulai pendidikan sarjana hingga doktornya di Mesir.

Prestasi yang membanggakan yang diperolehnya di antaranya mendapat gelar professor dari Harvard University (1998), menjadi Asisten Professor di Temple University Department of Religion, USA (1993-1995). Adik M. Quraish Shihab ini pernah nyantri di Darul Hadis, Malang, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari Alwishihab.com.

4. Nur Mahmudi Ismail

Baca juga:  Mau Pesantrenkan Anak? Jangan Berikan 5 Benda Ini Selama Dia Nyantri!

Nur Mahmudi Ismail mengambil S1 pada Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah itu, pria kelahiran Kediri ini, melanjutkan jenjang magister dan doktornya dalam bidang Ilmu Teknologi Pangan pada Texas A&M University, Amerika Serikat.

Pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Islah, Bandar Kidul, Kediri, Jawa Timur ini, pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia di era Presiden Abdurrahman Wahid (2000-2001), seperti dikutip dari Merdeka.com.

5. Imam Nahrawi

Imam Nahrawi resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada Senin (27/10/14). Pria kelahiran Bangkalan ini, merupakan alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya (1998), seperti dikutip dari Merdeka.com.

Keterlibatannya dalam organisasi sejak mahasiswa membuatnya dipercaya menjadi menteri pada usianya yang cukup muda.

ibnu kharish1Penulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Harish

Komentar

Redaksi
Previous post Ini 5 Kelebihan Bahasa Arab Dibanding Bahasa Lain
Next post Ini Penjelasan 5 Kata yang Sering Didengar Saat Kematian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *