Di Mana Posisi Indonesia pada Konflik Iran-Arab Saudi? Ini 5 Ulasannya

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Pasca pelaksanaan eksekusi Syekh Nimr Baqir al-Nimr, hubungan Arab Saudi dan Iran kian memanas disusul dengan penarikan duta besar kedua negara. Konflik kedua negara itu langsung memancing berbagai kontroversi di Tanah air.

Simpatisan kedua kubu nampak saling menebar berita versi masing-masing untuk membela idolanya. Berita-berita penyeimbang dari media atau individu yang netral tak kalah cepat persebarannya dengan berita pembelaan dan provokasi.

Karenanya, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, pemerintah Indonesia diharapkan berperan aktif untuk mendamaikan kedua negara tersebut, karena berpotensi memicu konflik lebih luas dengan membawa-bawa isu Suni-Syiah.

Harapan tersebut disampaikan oleh jajaran pengurus pusat harian MUI kepada Presiden Jokowi, sebagaimana dilansir Kompas.com pada (5/1/2016). Masukan itu juga didukung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin yang mendampingi Presiden menemui MUI.

Lalu, di mana sebetulnya posisi Indonesia dalam konflik Iran-Arab Saudi? Berikut 5 ulasannya:

1. Presiden Setujui Masukan MUI

Sebagaimana dilansir viva.co.id, menanggapi masukan tersebut Presiden Joko Widodo akan mengirimkan utusan ke Arab Saudi dan Iran. Rencananya utusan khusus itu akan dikirim hari Senin atau Selasa pekan depan. Hal itu disampaikan Presiden kepada wartawan usai santap malam bersama di Istana Negara, pada (8/01/16).

Rencananya utusan yang akan dikirim itu dari pihak Kementerian Luar Negeri. Namun, terkait materi yang akan dibahas masih belum diutarakan oleh Presiden. Jokowi menginginkan agar utusan ini segera ke Arab Saudi dan Iran pada hari Senin atau Selasa pekan depan.

Baca juga:  Ini 5 Isu terkait Pilkada DKI yang Paling Sering Dibincangkan dan Biasanya Berujung Perdebatan

2. Presiden Sering Berkomunikasi dengan Pangeran Salman

Di sisi lain, Presiden Jokowi menyatakan bahwa telah sering berkomunikasi dengan Pangeran Salman yang juga Menteri Pertahanan Arab Saudi. Namun, karena untuk masalah ini merupakan konflik dua negara, maka Presiden Jokowi mengambil sikap untuk lebih baik jika mengirim utusan dan tidak berbicara langsung.

3. PBNU Menyatakan Siap Menengahi

Pada hari yang sama, Ketua Umum PBNU menyatakan bahwa sebagai ormas keagamaan terbesar, NU punya pengalaman menengahi konflik Suni-Syiah. Karenanya, Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj menyatakan, jika diminta pemerintah, maka PBNU siap untuk menjadi mediator.

“Jika diminta pemerintah, kami siap untuk menengahi konflik Iran dan Arab Saudi,” ujarnya di Gedung PBNU, Jumat  (08/01/16).

4. Komentar Wakil DPR

Usulan MUI dan dukungan Menteri Agama yang direspons baik oleh presiden itu mengundang komentar berbeda dari Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.

“Saya kira itu usulan bagus, tapi enggak usah jauh-jauhlah menangani konflik di sana. Karena urusan negara sendiri saja belum beres,” kata Fadli Zon, sebagaimana dilansir viva.co.id.

Tentu saja sikap Fadli Zon ini patut disayangkan. Sebagai representasi lembaga tinggi negara, sikap Wakil Ketua DPR tersebut seperti mengabaikan imbas konflik tersebut pada stabilitas keamaan di dalam negeri. Apalagi dalam konteks konflik Suni-Syiah yang masing-masing diwakili Arab Saudi dan Iran, yang di Indonesia keduanya mempunyai pendukung fanatik sendiri-sendiri.

Baca juga:  Ini yang Bikin Netizen Geram pada Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi

5. Indonesia Terus Memantau Perkembangan Terkini

Indonesia terus mengikuti perkembangan terkini di Timur Tengah. Perkembangan terakhir yang cukup menggembirakan bahwa Arab Saudi sebetulnya tidak menginginkan perang. Media online terkemuka Arab Saudi Al Arabiya mengutip wawancara majalah Inggris The Economicst, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan tidak akan membiarkan perang Arab Saudi-Iran terjadi. Karena perang tersebut bisa menjadi malapetaka.

Kita tentu saja berharap, perang ini tidak terjadi. Kepada pihak-pihak di dalam negeri yang menginginkan perang ini terjadi, segera bertobat. Sebagai Muslim agak aneh bila kita bersorak saat saudara-saudara kita berkonflik.

nasrudin maimun

Nasrudin | Penulis tetap DatDut.Com

FB: Nasrudin El-Maimun

 

 

 

Komentar

Nasrudin
Previous post Ternyata, 5 Rumput Liar Berikut Ini Berkhasiat sebagai Obat
Next post Persoalkan Wanita yang Bekerja, Ini 5 Kritik untuk Felix Siauw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *