PBNU Rilis 5 Pernyataan Resmi terkait Teror Bom di Jakarta

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Serangan bom yang terjadi pada Kamis (14/01/15) di Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, menyisakan sedih dan luka di hati keluarga korban dan seluruh masyarakat Indonesia. Selain meresahkan, tindakan teror itu juga membuat sejumlah aktivitas di jantung Ibu Kota itu sempat terganggu.

Pengamat menduga teror tersebut dilakukan oleh Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Di samping itu, dugaan lain juga menyatakan bahwa serangan teror tersebut hanya untuk mengalihkan isu Freeport yang pada hari Kamis akan menawarkan divestasi pada pemerintah Indonesia. Tentu hal ini menjadi sorotan hampir seluruh elemen masyarakat Indonesia, tak terkecuali Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Berikut 5 pernyataan resmi PBNU:

1. Agama Tidak Membenarkan Kekerasan

Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa tidak ada satu agama pun yang membenarkan kekerasan. “Jangan takut dengan teror, Allah bersama kita,” himbaunya. Karenanya, masyarakat tidak perlu terpancing atas isu-isu kekerasan yang membawa-bawa nama Islam atau agama lainnya. Menurut Ketua Umum PBNU, segala bentuk teror yang hendak mengganggu dan merongrong kedaulatan kita dalam berbangsa dan bernegara, harus kita lawan.

2. Bersatu Melawan Teror

Said Aqil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Selain itu, Said juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga solidaritas. “Kita pastikan seluruh elemen negeri ini tetap bersatu dan tidak mudah terpancing dalam tindakan-tindakan yang justru merugikan. Masyarakat harus tetap mawas diri, waspada dan tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan yang mengatasnamakan AGAMA DAN JIHAD tetapi perilakunya membenarkan ajaran radikalisme dan terorisme,” tandasnya.

Baca juga:  Ini 5 Fenomena Catut Nama NU yang Dilakukan Oknum Wahabi

3. Banser Bantu TNI dan Polri

Perseteruan antara anggota kepolisian dan anggota TNI yang sempat terjadi beberapa waktu lalu membuat masyarakat menjadi heran dan bingung. Yang seharusnya mereka bertugas mengemankan negara ini dari rongrongan teror, baik dari dalam negeri ataupun luar negeri, namun mereka malah abai dan ribut sendiri.

Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa PBNU menyeru kepada segenap warga NU untuk tetap tidak gegabah, tetap sigap dan saling berkoordinasi, membangun sinergi bersama aparat penegak hukum untuk menciptakan suasana kehidupan yang aman dan damai. Selain itu, PBNU juga menginstruksikan kepada Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu aparat keamanan (TNI atau Polri) untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan perlindungan pada warga.

4. Negara Jangan Takut dengan Teror

Menurut Said Aqil, negara tidak boleh kalah oleh aksi teroris. Pembiaran terhadap kelompok-kelompok radikal akan menumbuhsuburkan gerakan terorisme dan radikalisme. Di sisi lain, PBNU juga menghimbau aparat keamanan untuk menyerap informasi dari masyarakat sekaligus mengantisipasi setiap perkembangan dinamika informasi yang berkembang.

Baca juga:  ISIS Termasuk Pemberontak? Ini 5 Pandangan Fikihnya

“Presiden harus mengevaluasi total kerja-kerja Intelejen kita. Intelejen harus siap dan sigap dalam kerja-kerja menghalau terorisme,” tegasnya.

5. NU Menjadi Garda Terdepan Melawan Teror

Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa NU siap menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk gerakan teror dan segala bentuk ancaman lainnya yang berusaha merongrong keutuhan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Jangan takut, jangan panik dengan teror. La takhaf wa la tahzan innallaha ma’ana. Kita kembalikan semuanya kepada Allah Swt. Allah yang akan selalu senantiasa bersama kita. Wa makaru wa makarallah, wallahu khairul makirin,” pungkas Ketua Umum PBNU.

harisPenulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Kharish

 

Komentar

Redaksi
Previous post Syekh Nawawi Banten Anjurkan Santri Ikuti 5 Sifat Anjing yang Terpuji
Next post 5 Karamah Mbah Ma’shum Lasem, Pendiri Pesantren Al-Hidayat