Ini 5 Pandangan Teranyar M. Quraish Shihab tentang Teroris

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Teror bom Sarinah menyisakan luka-luka di dalam hati keluarga-keluarga korban, baik yang tewas maupun terluka. Dunia mengecam aksi teror bom Sarinah yang dinyatakan oleh polisi didalangi oleh Bahrun Naim (Baca: Siapakah Bahrun Naim, Otak Intelektual Bom Sarinah? Ini 5 Penjelasannya).

Para pengamat, aparat keamanan dan tokoh-tokoh agama dimintai pendapatnya terkait isu terorisme, baik secara umum maupun terorisme secara khusus yang dilakukan oleh jaringan ISIS di Indonesia. Pada November 2015 lalu, M. Quraish Shihab mengunjungi Mesir untuk menghadiri Konferensi Ulama Dunia yang dihadiri 16 ulama dunia dari berbagai negara.

Konferensi tersebut dipimpin langsung oleh Syekh Al-Azhar saat ini, Syekh Ahmad Thayib. Salah satu media Mesir, Al-Masry Al-Youm, mewawancarai Quraish Shihab terkait pandangannya tentang terorisme yang dimuat ulang pada (15/01/16). Paling tidak, ini 5 pernyataan penting Quraish Shihab yang dikutip dari Mishar al-Yaum:

[nextpage title=”1. Teroris Tidak Beragama”]

1. Teroris Tidak Beragama

Menurut Mantan Menteri Agama Republik Indonesia ini, terorisme tidak ada kaitannya sama sekali dengan agama. Pembodohan terhadap gerakan-gerakan teror tumbuh begitu subur. Namun di saat yang sama, umat Islam tidak sadar dan waspada dari awal terhadap tindakan-tindakan teror.

Tentu hal ini memperburuk citra Islam di mata dunia. Suara-suara teror lebih gencar daripada suara-suara yang menampilkan Islam yang moderat dan damai. Munculnya islamophobia di Barat, khususnya saat ada teror di Paris, bukanlah sepenuhnya salah mereka. Itu salah orang-orang Islam sendiri yang tidak peka. Meskipun di sisi lain, Barat juga ikut mempropagandakan secara besar-besaran berita-berita terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam.

[nextpage title=”2. Penyebaran Pemikiran Moderat Melalui Penguatan Jaringan Al-Azhar dan Pesantren”]

Baca juga:  Membongkar 5 Fakta di Balik Situs NU Garis Lurus yang Meresahkan Nahdliyin

2. Penyebaran Pemikiran Moderat Melalui Penguatan Jaringan Al-Azhar dan Pesantren

Quraish Shihab sangat serius menanamkan pemahaman Islam toleran. Hal ini dibuktikan dalam karya-karyanya dan ceramah-ceramahnya. Penulis Tafsir Al-Mishbah ini berpendapat bahwa penyebaran pemikiran Islam yang toleran merupakan pondasi dasar dalam mengantisipasi dan menangkal tindakan-tindakan terorisme.

Pesantren-pesantren, alumni-alumni Al-Azhar Mesir, selalu konsisten menyebarkan paham-paham Islam moderat. Selain itu, Quraish Shihab sendiri mendirikan Pusat Studi Alquran, dan Pesantren Bayt al-Qur’an untuk mengkader santri dan anak-anak muda yang hafal Alquran menjadi mufasir yang moderat.

[nextpage title=”3. Indonesia Bukan Negara Sekuler dan Bukan Negara Agama”]

3. Indonesia Bukan Negara Sekuler dan Bukan Negara Agama

Jurnalis Al-Masry Al-Youm bertanya pada Quraish Shihab terkait ideologi Indonesia. “Sebagian orang beranggapan bahwa Indonesia itu negara sekuler, dan ada juga yang menganggap Indonesia sebagai negara agama. Bagaimana menurut Anda?”

“Indonesia itu bukan negara sekuler, juga bukan negara agama. Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia itu Pancasila,” jawab Quraish Shihab. Dalam bahasa Arab, Quraish Shihab menyampaikan inti ideologi Pancasila, at-tauhid, al-insaniyah, al-ukhuwah wal-wathaniyah, asy-syura, dan al-‘adalah al-ijtima’iyah.

“Kami menganut ideologi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat, Kebijaksaan, Permusyawaratan, Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tidak berlebihan jika kami menjadi negara Muslim terbesar yang menjadi percontohan negara-negara Muslim lainnya,” jawab pakar tafsir Indonesia ini.

[nextpage title=”4. Dunia Tak Berdaya”]

4. Dunia Tak Berdaya

Menurut Quraish Shihab, dunia internasional gagal mengantisipasi menjamurnya gerakan-gerakan terorisme. Buktinya, fenomena terorisme kian hari kian merambat kemana-mana. Semua masyarakat dunia bertanya-tanya tentang ISIS dengan kekuatannya tersebut. Tentu ada negara-negara besar yang mendukung gerakan ISIS ini.

Baca juga:  Ini 5 Kejanggalan Terjemahan Uff dalam Bahasa Indonesia

Kemunculan ISIS sejak tahun 2012 membuat dunia dihantui rasa takut atas teror-teror yang kapan dan di manapun mungkin terjadi. Sebelumnya, dunia digegerkan dengan aksi terorisme di Amerika yang menghancurkan World Trade Center (WTC) pada 2001. Beredar juga informasi bahwa ISIS itu adalah buatan Amerika dan Israel.

[nextpage title=”5. Minta Bantuan Setan”]

5. Minta Bantuan Setan

Ketika ditanya wartawan Al-Masry Al-Youm tentang kesiapan negara Indonesia bekerjasama dengan Mesir melawan terorisme, Quraish Shihab menjawab, “Tentu kami siap dengan kekuatan yang kami miliki beraliansi dengan Mesir dalam menghadapi terorisme. Dengan negara manapun yang ingin benar-benar menangani permasalahan terorisme, kami siap. Bahkan tidak berlebihan jika saya katakan bahwa kami siap bekerjasam dengan ‘setan’ untuk melawan terorisme.”

Setan dalam media tersebut tentu bukan makna sebenarnya. Kemungkinan besar setan yang dimaksud adalah negara-negara besar yang justru selama ini menyebabkan kekacauan di negara-negara Islam di Timur Tengah. Tentu Anda pasti tahu jawabannya siapa setan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi mengunjungi Indonesia dalam rangkaian kunjungannya ke Asia pada September 2015 lalu. Kedatangannya tersebut membicarakan bidang perdagangan dan investasi. RI dan Mesir juga membahas mengenai perkembangan dunia Islam, seperti dikutip dari Detik.com.

 

 

Komentar

Redaksi
Previous post Ini 5 Perusak Bangsa yang Ada di Sekitar Kita! Waspadalah! Waspadalah!
Next post Kenapa ISIS Teror Indonesia? Ini 5 Analisis Pengamat