Sebelum Dipesantrenkan, Sebaiknya Kenalkan Dulu Dunia Pesantren pada Anak Anda

DatDut.Com – Memondokkan anak di pesantren saat ini bukan lagi pilihan kedua, namun sudah banyak yang menjadikannya sebagai prioritas. Orangtua muslim yang sadar kian tak terkendalinya dunia luar, tentu memilih menitipkan anaknya di pesantren.

Sayangnya tak banyak yang tahu bahwa mondok itu tak sama dengan menyekolahkan anak. Tidak seperti menitipkan anak di kost-kostan. Yang jelas, mondok itu jauh beda dari sekedar boarding school yang saat ini digalakkan lembaga-lembaga pendidikan non-pesantren.

Oleh karena itu agar anak betah dan kerasan di pesantren sesuai harapan orangtua, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua.Berikut ini 5 tip agar anak cepat kerasan atau betah di pesantren:

Para orangtua atau wali santri sebaiknya lebih mengenal pesantren. Bukan hanya sebagai lembaga pendidikan islam, namun juga harus mengenal berbagai sisi dan tradisi pesantren.

Bagaimana hubungan santri ke kiai dan kiai ke wali santri. Ini agar orangtua memahami sistem dan tradisi memondokkan anak sangat jauh beda dengan menitipkan anak di tempat kost.

Bagi orangtua yang bukan berlatar belakang pesantren, sebaiknya banyak membaca dan bertanya langsung bagaimana sebenarnya suatu pesantren.

Orangtua juga harus memposisikan pesanten sebagai tempat belajar menimba banyak ilmu agama, dan bukan menjadikannya sebagai penjara hukuman anaknya yang nakal.

Banyak orangtua yang baru memondokkan anak ketika sudah parah terjerumus dalam kenakalan. Sehingga anak merasa pesantren adalah hukuman dan penjaranya.

2. Kenalkan Pesantren Sejak Dini

Agar anak lebih siap memasuki suasana baru, maka perlu mengenalkan dunia pesantren sejak dini. Oleh karena itu, orangtua dituntut untuk lebih dekat dengan komunitas santri dan pesantren.

Baca juga:  Sebelum Menyesal dan Terlambat, Yuk Ungkapkan Cinta pada 5 Orang Ini

Sesekali ajaklah anak menghadiri pengajian di pesantren yang Anda inginkan anak Anda mondok di situ. Sekaligus survei lokasi agar semakin mantap.

Kenali pendiri atau pengasuh pesantren tersebut. Kenali juga haluan pesantren yang Anda minati. Karena zaman sekarang tidak sedikit pesantren yang telah disusupi atau memang dibangun berdasarakan ideologi yang menyimpang seperti Islam radikal dan sejenisnya.

Bukan berarti fanatik organisasi, namun menjaga keselamatan akidah anak adalah hal paling utama.

3. Ikhlaskan Anak Mondok

Harus diakui memang, ada hubungan batin dan ikatan perasaan antara anak dan orangtua. Ketika Anda memondokkan anak, Anda harus benar-benar rela berpisah dengan anak demi tujuan mulia.

Karena ketika orangtua masih memikirkan dan mengangan-angan sang anak, biasanya anak yang di pesantren juga sedih. Kelau memang sudah niat memondokkan anak, maka ikhlaskan dan tawakal saja. Orangtua juga harus sepakat dan mufakat perihal memondokkan anak. Juga harus sama ikhlasnya.

4. Yakin dan Doakan Anak Anda Betah

Berpikir positif harus dilakukan juga oleh orangtua. Keyakinan terwujudnya hal positif akan menyebabkannya menjadi kenyataan. Begitu juga sebaliknya.

Bagi para orangtua jangan meragukan kemampuan anak-anaknya. Sebaliknya harus meyakinkan diri, memperbaiki prasangka, serta mendoakan putra-putrinya.

Jangan lupa, tambah doa untuk anak Anda yang sedang mondok. Karena, saat terpisah dari anak begini, bukankah doa Anda mudah diterima.

Satu sisi doa sebagai orangtua khususnya ibu, sisi lain doa untuk sesama muslim dari kejauhan. Jadi Anda punya doa berkekuatan ganda untuk dikabulkan oleh Yang Maha Memberi.

Baca juga:  Hijrah yang Membuat Kita Tak Berhenti Hijrah

5. Tingkatkan Perhatian

Setelah memondokkan anak ke pesantren, bukan berarti orangtua lepas tangan soal pendidikan dan bimbingan. Saat menjenguk anak, mungkin perlu menanyakan perkembangan pada pengurus. Biasanya yang paling dekat justru pengurus asrama atau teman sebilik.

Oh ya, meningkatkan perhatian bukan berarti harus sering-sering menjenguk anak. Justru santri baru yang keseringan dijenguk orangtua, biasanya malah manja dan nggak kerasan. Kembali ke poin ikhlas dan rela memondokkan anak, maka harus pula rela anak belajar mandiri.

Bagi yang memang masih sangat anak-anak, misal usia SD atau SMP, kunjungan ke pesantren anak  sebaiknya diperjarang secara bertahap. Dari sebulan dua kali, menjadi sebulan sekali, lalu 2 atau 3 bulan sekali, hingga akhirnya biarlah anak yang mudik saat lebaran.

Begitulah kurang lebih beberapa hal yang harus dilakukan orang tua agar anaknya kerasan atau betah di pesantren. Semoga bermanfaat

Nasrudin