Kategori
Intisari

Memahami Amaliah yang Tak Ada Dalilnya di Alquran dan Hadis

Datdut.com – Terlalu banyak dalil dalam ber-Islam itu yang tidak bersumber dari Alquran. Karena sumber hukum Islam itu tidak cuma Alquran, tapi juga hadis, ijmak, qiyas, dll.

Kalau ada yang bilang, tidak ada larangan puasa di Alquran bagi yang haid, maka kalau konsisten soal ini, akan banyak sekali amaliah kita yang juga tidak ada dalam Alquran.

Kewajiban salat 5 waktu juga tak ada dalam Alquran. Jumlah rakaat salat 5 waktu pun tidak ada dalam Alquran. Bahkan urutan dalam manasik haji juga tak disebutkan Alquran.Maka perlu perangkat ilmu lain sehingga memahami sumber hukum Islam.

Kalau sudah paham, tapi ngotot untuk kepentingan ideologisasi paham tertentu, ya itu lain lagi ceritanya.Demi feminisme, misalnya, apa pun doktrin syariat yang dianggap tidak memberi hak yang sama antara laki-laki dan perempuan, langsung digugat.

Baca juga:  Agar Ziarah Kubur Tidak Bidah, Baca 5 Penjelasan Ini

Yang sudah-sudah misalnya: wanita boleh mengimami laki-laki, wanita boleh tidak pakai hijab bahkan saat salat sekalipun. Kini wanita tidak dilarang puasa saat haid.

Ke depan akan ada pendapat yang aneh-aneh lagi, bahkan tak peduli sandaran argumennya adalah qaul syadz (pendapat yang lemah) yang sudah tak dipakai sejak lama.

Kembali ke soal larangan puasa bagi wanita haid, dalilnya bukan dari Alquran tapi dari hadis riwayat Imam Muslim berikut:

أن امرأة سألت عائشة رضي الله عنها ما بال الحائض تقضي الصوم ولا تقضي الصلاة، فقالت: أحرورية أنت؟ قالت: لست حرورية ولكني أسأل، فقالت عائشة: كان يصيبنا ذلك فنؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة

Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’.” (HR. Muslim no. 335)

Baca juga:  Ini Keistimewaan Masjidil Aqsa dan Palestina dalam Alquran dan Hadis

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ

“Bukankah jika wanita sedang haidh tidak shalat dan tidak puasa (HR Al-Bukhari no 1951 dan Muslim no 79).

Jadi, kita perlu cermat dan teliti dengan berbagai opini yang berkembang di medsos, tidak hanya terkait dengan paham radikalisne-terorisme, tapi juga terkait sekularisme-liberalisme-ateisme.

Moch. Syarif Hidayatullah
Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

Oleh Moch. Syarif Hidayatullah

Pegiat medsos dan dunia literasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *