Karamah Mbah Kiai Syafa’at, Pendiri Pesantren Darussalam Blokagung

4. Menjadi Tabib

Seorang kiai memang sering dianggap sosok serba bisa. Bukan hanya bisa mendidik santri, tapi juga bisa menjadi tabib. Menurut Mbah Hamdi dan Mbah Tarmudi, santri Blokagung angkatan keempat, Mbah Kiai Syafa’at sering diminta untuk mengobati oleh masyarakat.

Ketika mengobati orang, Mbah Kiai menulis lafadz ya’lamuna. Selanjutnya beliau menancapkan paku pada huruf ‘Ain sambil dipukul dengan palu. Sesekali pasien ditanya apakah masih sakit. Kalau masih sakit, maka paku tersebut dipukul lagi. Kalau makin parah, maka huruf mim juga ditancapi paku lalu dipukul lagi. Konon banyak pasien yang cocok dengan pengobatan tradisional ala Mbah Kiai Syafa’at ini.

5. Mbah Kiai Syafaat dan Sosok Imam Ghazali

Putra Mbah Kiai Syafa’at yang kesebelas dari pernikahannya dengan Nyai Siti Maryam, K.H. Abdul Kholiq Syafaat (Gus Kholiq). Saat Gus Kholiq kecil, suatu malam setelah isya, pernah bertanya kepada Mbah Kiai tentang sosok Imam Ghazali dalam gambar-gambar yang sering diperjualbelikan. Sosok Imam Ghazali digambarkan sebagai orang yang hanya tinggal di masjid, bertasbih panjang dan besar, berjenggot tebal, dan berjidat hitam.

Baca juga:  Ini Alasan Mengapa Syekh Abdul Qadir Jailani Tidak Banyak Meninggalkan Karya

Saat itu, Mbah Kiai menjawab bahwa sosok Imam al-Ghazali tidaklah seperti yang digambarkan dalam gambar-gambar yang dijual itu. “Padahal Imam Ghazali adalah sosok yan kurus, pakaiannya sederhana, ia berjenggot namun tidak setebal yang digambar, jidatnya tidak sehitam itu, dan Imam Ghazali tidak selalu berada di masjid,” terangnya.

Penuturan tersebut barangkali merupakan isyarat bahwa Mbah Kiai pernah berhadapan langsung atau bertemu lewat mimpi dengan Imam Ghazali.

Nasrudin
Latest posts by Nasrudin (see all)