Karamah Mbah Kiai Syafa’at, Pendiri Pesantren Darussalam Blokagung

2. Ditanya Kesiapannya Oleh Malaikat Izrail

Kisah ini diperoleh dari Mbah Nuruddin, Seragi, Sumberarum, Sronggon. Hal yang sama diceritakan oleh K. Hambali, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Krajan, Umbul Rejo, Umbul sari.

Sembilan tahun sebelum wafatnya Mbah Kiai Syafa’at, beliau pernah bercerita kepada Nuruddin saat usai ngaji kitab Ihya ‘Ulumiddin¬†bahwa pada hari Jumat pukul¬†06.30 WIB, beliau ditemui malaikat Izrail.

Malaikat pencabut nyawa ini menanyakan apakah Mbah Kiai Syafa’at sudah siap untuk menghadap hadirat Allah Swt. Ditanya demikian, Mbah Kiai mengatakan bahwa beliau belum siap menghadap. Hal itu karena putra pertamanya, K.H. Ahmad Hisyam Syafa’at, saat itu sedang menimba ilmu di pesantren. Beliau belum siap karena melihat keadaan Pesantren Blokagung belum siap kehilangan sosok sangat berpengaruh seperti dirinya.

Baca juga:  Meski dalam Pengasingan, Bung Hatta Tetap Belajar, Mengajar, dan Menulis

Setelah wafatnya Mbah Kiai Syafa’at pada 2 Februari 1991, Nuruddin baru berani menceritakan pengalamannya kepada salah seorang temannya bernama K.H. Muhyi. Ternyata Mbah Muhyi pun mendapat kisah yang sama.

Nasrudin
Latest posts by Nasrudin (see all)
Baca juga:  Aplikasi Ini yang Membawa Irvan Fahlepi Jadi Juri di Kompetisi IT Internasional