Karamah Mbah Kiai Syafa’at, Pendiri Pesantren Darussalam Blokagung

1. Ada di Mekah dan di Rumah

Dikisahkan oleh K.H. Syuhada Karomi, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Sumberan, Karang Anyar, Ambulu, Jember, pada tahun 1971 Kiai Syafaat sedang haji ke Mekah. Ketika itu, salah satu tetangga yang rumahnya di sebelah barat Pondok Pesantren Blokagung bernama Muhammad Ihsan kedatangan tamu.

Seorang teman yang ingin sekali sowan kepada Mbah Kiai. Meski sudah dijelaskan bahwa Mbah Kiai baru berangkat haji beberapa minggu yang lalu, tapi tamu itu tetap bersikeras ingin sowan ke ndalem Mbah Kiai. Ia mendesak agar Bapak Ihsan mengantarkannya sowan.

Karena tamu itu tetap ngotot akhirnya ia diantar ke ndalem Mbah Kiai. Bapak Ihsan hanya mau mengantar sampai depan rumah kiai saja. Ia yakin bahwa keluarga Mbah Kiai akan mengatakan bahwa Mbah Kiai tidak ada.

Baca juga:  Di Tangan Alumni Al Azhar Kairo Ini, Susu Menjadi Produk yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Di luar dugaan, ternyata teman Bapak Ihsan tidak juga keluar hingga satu jam lamanya. Bapak Ihsan akhirnya memutuskan untuk pulang. Tapi tak berapa lama, temannya itu keluar dari rumah Mbah Kiai. Ia bercerita bahwa baru saja berbincang-bincang langsung dengan Mbah Kiai Syafa’at hampir 1 jam lamanya.

Nasrudin
Latest posts by Nasrudin (see all)