Kategori
Intisari

Gus Mus Berkisah tentang Kiai Hamid Pasuruan

4. Kiai Hamid Bukan Wali Tiban dan Bukan Kiai Kagetan

Proses yang berlangsung, yang membentuk seorang santri Abdul Mu’thi menjadi Kiai Abdul Hamid. Dalam hal ini terkait ketekunan beliau mengasah pikir dengan menimba ilmu; tentang perjuangan beliau mencemerlangkan batin dengan penerapan ilmu dalam amal dan mujahadah; dan kesabaran beliau dalam mencapai kearifan dengan terus belajar dari pergaulan yang luas dan pengalaman yang terhayati. Sehingga menjadi kiai yang mutabahhir, yang karenanya penuh kearifan, pengertian, dan tidak kagetan.

Kiai Hamid bukanlah ‘Wali Tiban’. ‘Wali Tiban’, kalau memang ada, tentu berpotensi kontroversial dalam masyarakat. Kiai Hamid tidak demikian. Beliau dianggap wali secara muttafaq ‘alaih. Bahkan ayah Gus Mus, Kiai Bisri Mustofa dan guru Gus Mus Kiai Ali Maksum–keduanya adalah kawan-karib Kiai Hamid–yang paling sulit mempercayai adanya wali di zaman ini, harus mengakui, meskipun sebelumnya sering meledek kewalian kawan-karib mereka ini.

Baca juga:  Ini 5 Pejabat Zaman Dulu yang Hidup dalam Kesederhanaan
Redaksi

Oleh Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.