Kategori
Intisari

Gus Mus Berkisah tentang Kiai Hamid Pasuruan

3. Kiai Hamid, Wali yang Memanusiakan Manusia

Ketika Gus Mus sering berjumpa dalam berbagai kesempatan, apalagi setelah Gus Mus mulai mengenal putra-putra wali Pasuruan ini–Gus Nu’man, Gus Nasih, dan Gus Idris—Kiai Hamid pun menjadi salah satu tokoh idola Gus Mus yang istimewa.

Pengertian idola ini, boleh jadi tidak sama persis dengan apa yang dipahami kebanyakan orang yang mengidolakan beliau. Biasanya orang hanya membicarakan dan mengagumi karomah beliau lalu dari sana, mereka mengharap berkah. Seolah-olah kehadiran Kiai Hamid hanyalah sebagai ‘pemberi berkah’ kepada mereka yang menghajatkan berkah. Lalu beliau pun dijadikan inspirasi banyak santri muda yang–melihat dan mendengar karomah beliau–ingin menjadi wali dengan jalan pintas. Padahal berkah beliau lebih dari itu.

Pernah suatu hari Gus Mus sowan ke kediaman beliau di Pasuruan. Berkat ‘kolusi’ dengan Gus Nu’man, Gus Mus bisa menghadap langsung empat mata di bagian dalam ndalem. Gus Mus melihat manusia yang sangat manusia yang menghargai manusia sebagai manusia.

Baca juga:  Habib Jindan, Singa Podium yang Penuh Kelembutan

Bayangkan saja, waktu itu ibaratnya beliau sudah merupakan punjer-nya tanah Jawa, dan beliau mentasyjie’ Gus Mus agar tidak sungkan duduk sebangku dengan beliau. Ketawaduan, keramahan, dan kebapakan beliau, membuat kesungkanan Gus Mus sedikit demi sedikit mencair.

Beliau bertanya tentang Rembang dan kabar orang-orang Rembang yang beliau kenal. Tak ada fatwa-fatwa atau nasihat-nasihat secara langsung, tapi Gus Mus mendapatkan banyak fatwa dan nasihat dalam pertemuan hampir satu jam itu, melalui sikap dan cerita-cerita beliau.

Misalnya, beliau menghajar nafsu tamak Gus Mus dengan terus menerus merogoh saku-saku beliau dan mengeluarkan uang seolah-olah siap memberikannya kepada Gus Mus (Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa salah satu ‘hobi’ Kiai Hamid adalah membagi-bagikan uang). Atau ketika beliau bercerita tentang kawan Rembang-nya yang dapat Gus Mus tangkap intinya: setiap manusia mempunyai kelebihan di samping kekurangannya.

Baca juga:  Fatwa-fatwa Terpenting Almarhum Kiai Ali Mustafa Yaqub Seputar Lebaran
Redaksi

Oleh Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.