Kategori
Intisari

Gus Mus Berkisah tentang Kiai Hamid Pasuruan

1. Kesan Gus Mus Saat Bertemu Kiai Hamid

Gus Mus ‘mengenal’ secara pribadi sosok Kiai Abdul Hamid, ketika Gus Mus masih tergolong remaja, sekitar tahun 60-an. Ketika itu Gus Mus dibawa ayah Gus Mus, K.H. Bisri Mustofa, ke suatu acara di Lasem. Memang sudah menjadi kebiasaan ayahnya, bila bertemu atau akan bertemu kiai-kiai, sedapat mungkin mengajak anak-anaknya untuk diperkenalkan dan dimintakan doa-restu. Menurut Gus Mus, ini memang merupakan kebiasaan setiap kiai tempo doeloe.

Dengan Kiai Hamid baru ketika itulah Gus Mus melihatnya. Wajahnya sangat rupawan. Seperti banyak kiai, ada rona ke-Arab-an dalam wajah rupawan itu. Matanya yang teduh bagai telaga dan mulutnya yang seperti senantiasa tersenyum, menebarkan pengaruh kedamaian kepada siapa pun yang memandangnya.

Baca juga:  Belajarlah dari 5 Pepatah Orang Minangkabau Ini Saat di Perantauan
Redaksi

Oleh Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.