Kategori
Intisari

Wah Ini 5 Kerajaan Besar di Maroko, Cocok untuk Wisata Sejarah

Datdut.Com – Seperti halnya Nusantara yang memiliki kerajaan-kerajaan besar sebesar Majapahit, Sriwijaya, Singosari, Mataram, Samudera Pasai dll, Maroko juga memiliki kerajaan-kerajaan besar. Mari kita tengok apa saja lima kerajaan besar di Maroko tersebut:

1. Al-Adarisah, Al-Idrisiyah atau Idrisid (778-990 M/172-312 H)

Kerajaan atau dinasti ini dibangun oleh Moulay Idris (bin Abdillah bin al-Hasan al-Musanna bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib) tahun 172 H. setelah beliau diangkat atau dibaiat oleh orang-orang suku asli Maroko (Berber) atas bantuan Ishaq bin Abdul Hamid, penguasa kota Walili atau Volubilis, yang sekarang masuk wilayah kota Meknes.

Di samping itu Al-Adarisah merupakan kerajaan Arab (dibangun oleh keturunan atau cicit Rasulullah) pertama di Maroko. Beliau banyak mengislamkan suku Berber dengan akhlak luhur dan kelembutan dakwahnya sehingga dinikahkan oleh kepala suku Urubah-Berber dengan gadis setempat. Setahun kemudian 173 H beliau berdakwah ke Telemsan (sekarang masuk wilayah Aljazair) guna memerangi aliran Khawarij.

Baca juga:  Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, Sekolah Laboratorium di Lingkungan Kemenag

Makamnya sekarang berada di Walili-Meknes, banyak peziarah yang mendoakannya dan bertawasul dengannya, tempat ini terkenal dengan sebutan Moulay Idriss Zarhoun. Awalnya beliau lari menuju Maroko dari peristiwa pembantaian keluarga ahli bait di Mekkah, peristiwa ini dikenal dengan tragedi “Fakh” (11 Juni 786 M/8 Dzul Hijjah 169 H) oleh pasukan Abbasiyah di bawah komando Khalifah Harun Ar-Rasyid. Moulay Idriss tidak lama kemudian meninggal dibunuh oleh utusan Abbasiyah. Beliaulah yang mendirikan kota Fes yang dilanjutkan oleh putranya Idriss As-Sani (Kedua).

Alvian Iqbal Zahasfan

Oleh Alvian Iqbal Zahasfan

Doktor pada Universitas Dar El hadith El Hassania, Rabat, Maroko. Pernah jadi santri di Ponpes Nurul Jadid Paiton-Probolinggo, Ponpes Al-Ghazali Karangrejo-Tulung Agung, PIQ Singosari-Malang, Al-Ma’had Darus-Sunnah Al-‘Dauli li Ulumil Hadis Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *