Kekesalan Ust. Dr. Syarif Hade pada Ustaz HTI Irfan Abu Naveed

aktivis hti sumber: cnnindonesia
  • 156
  •  
  •  
  •  
    156
    Shares

Dibaca: 257

DatDut.Com – Ust. Dr. Syarif Hade tampak sekali kesal karena diframing seolah tak hadir memenuhi undangan. Padahal faktanya justru sebaliknya.

Ustaz HTI tak berani memenuhi tantangan beliau. Ustaz HTI mencla-mencle karena berubah-ubah jawabannya.

Padahal Ust. Dr. Syarif Hade siap datang dan bahkan mengongkosi ke Pasuruan tempat ulama gadungan ala HTI. Sayangnya, hingga detik ini tak ada undangan dari ustaz HTI terkait debat terbuka.

Berikut ungkapan kekesalan Ust. Dr. Syarif Hade yang dituangkannya di akun Facebooknya:

Ternyata ustaz HTI itu kualitasnya seperti ini. Irfan Abu Naveed memframing saya tak hadir di tempat. Padahal, kirim undangan via medsos ke saya saja tidak. Bahkan, memention pun tidak.

Kalau benar dia berani mengundang debat, kenapa dia setidaknya tak inbox ke saya bahwa dia undang saya untuk datang ke Cianjur. Atau mentionlah undangannya ke sy. Tapi itu tidak dia lakukan. Lalu tetiba posting “saya sudah stand by”. 😊

Padahal saya sudah menyatakan kesiapan saya datang ke Cianjur untuk debat asal dia mau tanda tangani SKD dari saya. Dan saya jelas-jelas sudah mention dia. (Bukti SS terlampir). Ini padahal saya lho yang harus datang ke tempatnya. Kemarin modus Azizi juga begitu. Saya juga yang disuruh datang ke Malang. Modusnya sama persis. Disanggupi, malah ngacir setelahnya.

Waktu saya undang dan fasilitasi tempat debat, dia bilang akan undang. Nah undangannya sampai detik ini tak pernah ada, tetiba bilang “saya sudah stand by”. Saya bahkan sampai nagih-nagih diundang dia dengan silaturahim ke komentar akunnya. (Bukti SS terlampir).😊

Kalau pun yang dia maksudkan sebagai undangan adalah komentar dia yang menantang saya ke Cianjur. Toh itu sudah saya jawab dan saya minta ybs untuk tanda tangani SKD saya.

Tapi undangan itu, sekali lagi, tak pernah ada dan tak pernah dikirimnya. Memang kalau melihat komenannya beserta tim horenya, dia keberatan dengan konsekuensi debat yang memang membuat mereka akhirnya takut kalau-kalau akan kalah.

Baca juga:  Penjelasan Soal Hadis Buih Ini, Menelanjangi Kelemahan dan Kesombongan Nadirsyah Hosen

Bagaimana tidak takut, wong kalau kalah debat, harus mau menyatakan tobat dan keluar dari HTI secara terbuka. Kalau beneran kalah, ya hancurlah HTI. Pasti geger jagad persilatan.

Memang framing dari mereka sih kalau debat, ya debat saja. Tak perlu ada konsekuensi kalah-menang. Enak saja! Memang saya pengangguran yang debat kosong tak ada hasil. Itu mah debat pengangguran dan anak alay.

Kenapa saya kalau kalah tak mau masuk HTI. Saya sudah sampaikan berulang kali, bagaimana saya mau masuk HTI wong semua ulama seluruh dunia non-HTI menolak khilafah ala HT/HTI.

Seluruh negara Islam melarang aktivitas HT/HTI. Kantor pusatnya aja di London. Kita pahamlah kenapa kantor pusatnya di London.

Kalau ala minhajin nubuwwah, harusnya kantor pusatnya kan di Madinah. Kalau benar khilafah HT/HTI itu khilafah islamiyyah, harusnya kantor pusatnya di Mekah atau minimal di negara Islam.

Kalau benar khilafah ala HTI itu syariat, kenapa semua ulama non-HT/HTI dan semua negara Islam menolaknya?

Intinya, Irfan ini mbulet orangnya. Mencla-mencle. Kerap berbohong dan pinter framing. Tapi tetap pengen terlihat terhormat di hadapan followernya. Ya sudahlah, levelnya baru segitu.

Bila kita mengikuti kaidah di Ulumul Hadis, orang seperti ini tak tsiqah dan tak bermuruah. Tak layak ilmu diambil darinya. Dalam Ilmu Hadis, yang dilihat bukan dandanan dan informasinya (dalam konteks kekinian: postingannya), tapi yang dilihat kredibilitasnya dalam berkata dan komitmennya dalam berjanji.

Tapi ya sudahlah. Sekarang memang banyak kok dandanan dan postingan kayak ulama, tapi akhlak juh*l* dan mental suf*h*. 🙏

====
Daripada Irfan, masih mending Azizi Fathoni yang gentle mengakui membatalkan debat karena tak merasa sepenuhnya ilmiah.

Gengsi Irfan kelewat tinggi untuk gentle mengakui. Maklum seperti pengakuannya, dia cicit ulama besar. (Nah, saya yang cicit nabi saja nggak pernah pamer-pamer. Nabi Adam maksudnya 😊).

Dan, fyi, Azizi tak pernah menawar apa pun poin-poin klausul yang saya kirimkan padanya. Padahal sebagai draft, boleh saja dia menawar untuk mencari titik temunya. Nah Azizi setelah saya kirim SKD, dia langsung membatalkan debat.

Baca juga:  Ini Lagu Aisyah Versi Arab yang Mengisahkan Kemuliaan Istri Nabi

Dan dia tak pernah menyampaikan keberatan apa pun terkait klausul itu. (Bukti percakapan WA masih saya simpan).

Jadi, kita semua tahu kualitas Irfan Abu Naveed, yang dandanannya seperti ulama dan postingannya bertebaran ayat-hadis dan propaganda khilafah HTI. Maka jangan silau dengan dandanan yang seringkali palsu dan menipu.

Irfan yang pernah ngeles tak datang saat diundang LBM PCNU Bogor karena merasa tak menerima undangan, padahal surat undangan resmi dari LBM PCNU Bogor tersebar luas dan jelas ditujukan padanya.

Eh kini pencitraan sudah stand by menunggu saya dan saya tak datang. Lah, undangannya mana, Bro? Sebagai penulis buku, harusnya tahu surat-menyurat. Kalau dia keberatan dengan draft SKD versi saya, tinggal ajukan draft SKD versi dia. Eh semua tak dilakukannya, tetiba framing negatif.😊

Padahal versi ngelesnya Irfan, dia tak datang karena tak ada klausul kesepakatan debat yang dikirim oleh LBM NU Bogor. Eh sekarang pas dia tahu ada klausul kesepakatan debat dari saya, ngomongnya beda lagi. Duh! 😊

Jadi inget omongan tetangga depan komplek, “Pak, HTI itu singkatannya Hizbu Tipu-tipu Indonesia ya?” “Lho kok gitu?” kata saya. “Soalnya kerjaan nipu dan ngelabui umat Islam,” katanya. “O gitu ya,” jawab saya singkat sambil senyum-senyum karena sepertinya ada benarnya. 🙏😊

Catatan: lampiran screenshot bisa dilihat di tautan https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10219468453156916&id=1080845499

Komentar

Redaksi
  • 156
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *