Kalau K.H. Ma’ruf Amin Tak Mau Ditemui Si Penista, Itu Artinya Beliau Sangat Marah

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 296

DatDut.Com – Perlakuan brutal terhadap K.H. Ma’ruf Amin, ternyata terus berbuntut panjang. Semua elemen NU dan kaum Muslimin, tidak terima dengan perlakuan kasar, tak beradab, dan tak beretika, terhadap kiai sepuh berpengaruh ini.

Mengapa perlakuan tidak sopan kepada K.H. Ma’ruf Amin mendapat perlawanan keras dari masyarakat? Jawabannya kalau dari warga NU, tentu saja karena beliau adalah Rais Am PBNU yang merupakan pemimpin tertinggi pada ormas terbesar ini.

Kalau perlawanan, kemarahan, dan reaksi dari umat Islam non-warga NU, karena Kiai Ma’ruf selain sebagai pemimpin tertinggi PBNU, juga sebagai Ketua Umum MUI. Nah, khusus terkait dengan warga NU yang dikenal sangat takzim pada ulama, perlu dipastikan satu hal. Kalau ada orang yang mengaku NU, tapi masih membela orang yang menistakan kiainya, tentu perlu dipertanyakan ke-NU-annya.

Inilah yang diungkap oleh pengamat wacana media UIN Jakarta, Moch. Syarif Hidayatullah. Dalam status Facebooknya, doktor lulusan Universitas Indonesia ini mengaku heran dengan orang-orang yang masih membela penista. Berikut status Syarif di akun Facebooknya:

Baca juga:  Gunakan Tagar #MendadakNU Pada Tempatnya, agar Tidak #MendadakTelolet!

Saya tumbuh, besar, dan mendewasa di pesantren. Alhamdulillah, bisa dekat dan intensif berinteraksi dengan kiai-kiai yang mengajari saya.

Salah satu hal yang selalu saya pelajari: kalau ada kiai sampai mendiamkan, apalagi tidak mau bertemu seseorang, itu artinya orang itu sudah menggoreskan luka yang dalam pada si kiai karena sudah sangat keterlaluan. Meskipun kiai selalu bilang, “Saya sudah memaafkan.”

Jadi, kalau sekarang K.H. Ma’ruf Amin gak mau ditemui di penista, saya paham sepaham-pahamnya. Pasti ada luka yang amat dalam yang beliau rasakan.

Nah, kalau ada orang yang ngaku terpelajar, intelektual, cendekiawan, alumni luar negeri, ngajar di luar negeri, apalagi ngaku NU, kok gak paham yang beginian (atau pura-pura gak paham), ya kebangetan. Malu-maluin juga.

Apa dia juga gak lihat kelakuan pendukung penista hingga hari ini. Kiai Ma’ruf disebut pembohong, menjual agama, dan bahkan munafikun. Ingat, pendukung selalu jadi cerminan yang didukung.

Masa kita mau percaya dia benar-benar minta maaf dan menyesali perbuatannya, sementara pendukungnya menyerang membabi buta.

Anda NU dan diam saja Rais Am Anda dinista, apalagi justru jadi pembela yang menista Rais Am Anda, ya sudah pakai kain kafan saja! Karena hakikinya Anda bukan orang NU. Anda ternyata tak paham tentang NU. Selama ini hanya pura-pura paham saja.

Komentar

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *