Jauhi 5 Jenis Fanpage Ini agar Tak Terperangkap Hoax Jebakan Betmen dan Akun Palsu

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Serba-serbi medsos memang nggak ada habisnya. Dari baru dikenal hingga sekarang, para pengguna medsos banyak yang masih mudah terjebak dengan informasi sesat di FB dan medsos lain.

Medsos juga menjadi lahan subur untuk menyemai provokasi dan propaganda. Mudahnya orang mengetik status dan membagikan membuat berbagai isu khusus segera menjadi trend.

Membekali diri dengan pengetahuan tentang seluk-beluk medsos perlu kita lakukan. Berbagai kemungkinan akan terjadi buat pengguna medsos yang kurang mengerti betapa menyesatkannya dunia tanpa batas itu.

Akibat yang dialami pun beragam. Dari menyebar berita atau informasi palsu/hoax menjadi follower akun penipu dan pengadu hingga tertipu dalam transaksi.

Nah, kenali lima macam Fanpage (FP) di Facebook berikut ini, dan jaga diri Anda dari efek buruknya. Kalau yang paling baik sih, jangan di-like, jangan dibagikan postingannya. Berikut ulasannya:

[nextpage title=”1. FP Pengemis Like”]

1. FP Pengemis Like

FP jenis ini memang mulai menurun jumlahnya. Mungkin akibat selalu digunjing dan dibongkar kebusukannya. Tetapi masih ada juga yang muncul. Ada yang membagikan kirimannya sebagai olok-olokan, ada juga yang memang percaya isinya.

Salah satu jenis FP yang tak layak ditanggapi dan disebarkan adalah FP jenis “Pengemis.” Apa pun info yang diposting, ujung-ujungnya minta like, komen, dan share.

Beberapa dari jenis ini masih tergolong baik dan layak diapresiasi, yaitu yang memposting seputar tis masak, gambar rumah, ide taman dan lainnya.

Tapi ada yang menayangkan info yang tak jelas kebenarannya dan cenderung hoax. Misalnya foto jubah raksasa tergantung dan dikatakan sebagai jubah Nabi Adam. Ketemu berapa perkara coba?

Pokoknya, kalau ujung-ujungnya adalah “Semoga yang komen aamiin dimudahkan rezekinya,” atau “semoga yang like dan komen masuk surga,” dan sejenisnya lebih baik abaikan saja.

Yang lebih parah lagi kadang FP jenis ini ada yang memakai foto-foto tak layak. Misalnya foto korban kecelakaan yang bersimbah darah, foto korban pembunuhan, penderita penyakit aneh. Apa pun pengantarnya, ujung-ujungnya tetap minta like, komen, dan share.

[nextpage title=”2. FP Tokoh Tertentu yang Tak Terverifikasi”]

Baca juga:  Ketika "Rasulullah Saja Tidak Pakai Helm" Jadi Viral di Medsos

2. FP Tokoh Tertentu yang Tak Terverifikasi

Salah satu cara menarik massa di medsos adalah dengan membuat akun atau halaman atas nama tokoh publik tertentu.

Misalnya Ustadz anu, Prof. Anu, Ustadzah Anu. biasanya mudah mendatangkan follower. Ini bisa berbahaya jika halaman tersebut dipergunakan untuk menyebar berita atau isu provokasi.

Sebenarnya ada cara mudah mengenali FP tokoh publik. Facebook memberi tanda verifikasi dengan ceklist biru pada akun dan halaman tokoh publik atau perusahaan pemilik brand tertentu.

Ceklist biru ini akan memunculkan keterangan ketika disorot dengan kursor. Kalau ada akun atau halaman di FB yang tampaknya memiliki ceklist biru, tetapi ketika disorot dengan kursor tidak muncul keterangan, berarti itu ceklist palsu hasil editan.

Beberapa tokoh publik memang ada yang tidak memiliki tanda terverifikasi dari FB, namun bisa dilihat dari jumlah follower dan postingannya.

Kalau ada beberapa FP yang nama dan profilnya sama, kemungkinan akun yang asli adalah yang followernya terbanyak.

Contohnya halaman atas nama Ustadz Yusuf Mansur. Yang memiliki pengikut terbanyaklah yang bisa dipastikan asli. Apalagi didukung dengan update postingan.

[nextpage title=”3. FP yang Sering Sebar Hoax”]

3. FP yang Sering Sebar Hoax

FP yang pernah berkali-kali menebar berita palsu sebaiknya diboikot saja. Ibarat dalam ilmu hadis, perawi yang terindikasi pembohong, maka informasi hadis yang melewati jalur dirinya akan berkurang nilai kesahihannya.

Karenanya FP yang telah terbukti sering menayangkan berita palsu atau pelintiran, sebaiknya ditinggalkan. Kalau bisa, justru dilaporkan beramai-ramai agar diblokir oleh tim Facebook.

[nextpage title=”4. FP Provokatif”]

4. FP Provokatif

FP yang selalu menyebarkan isu panas dan mengajak ribut sebaiknya disingkirkan juga dari daftar like Anda. FP provokatif selalu menemukan momen dan berita untuk mengajak ribut. Biasanya isinya juga tak lepas dari berita pelintiran maupun hoax.

Pada beberapa kasus, memang kita perlu mengikuti perkembangan sebuah FP provokatif. Sekedar ingin mengawasi dan mencari kemungkinan untuk dilaporkan. Apalagi sekarang telah disahkan UU ITE. Saatnya membersihkan beranda FB Anda dari status pemancing darah tinggi.

Baca juga:  (Lagi) Ribuan “Korban” Status Hoax tentang PKI di Manado! Anda Salah Satunya?

[nextpage title=”5. FP dan Akun Palsu”]

5. FP dan Akun Palsu

Halaman dan akun palsu merupakan sebutan untuk halaman dan akun yang tidak jelas identitasnya. Juga bagi akun dan halaman yang mengatasnamakan tokoh tertentu namun ternyata tidak mencerminkan tokoh tersebut.

Selain akun-akun palsu lebih berani menebar berita palsu, ada yang suka berkomentar kasar dalam diskusi, akun palsu dan FP palsu juga menjadi alat penipuan dalam transaksi online.

Karenanya jika ingin berbelanja lewat internet, teliti dulu akun penjualnya. Apakah ada alamat yang bisa didatangai? Adakah bukti transaksi yang telah dilakukan, dan adakah komentar kepuasan dari pembeli?

Alamat nyata penting untuk menunjukkan bahwa si penjual siap didatangi rumahnya. Bukti transaksi sukses berupa resi pengiriman barang dan komentar kepuasan oleh pembeli menjadi ukuran si pedagang tersebut benar-benar ada dan bisa dipercaya.

Jika foto profil hanya beberapa biji, itupun dapat dari Google, tak pernah ada komunikasi dengan pengunjung yang komentar di statusnya, tak punya alamat jelas, maka urungkan niat untuk bertransaksi dengen pedagang online jenis ini. Bisa-bisa uang sudah terkirim, tahu-tahu akun FB anda diblokir dan kontak hilang.

Itulah beberapa FP dan akun di medsos khususnya Facebook yang sebaiknya kita hindari. Selain untuk mejaga keamanan pribadi dari penipuan, menghindari pembodohan, juga untuk menjaga pikiran dari virus kebencian dari akun-akun dan halaman provokatif.

Komentar

Nasrudin
Previous post Syarif Hade: Kok Tak Ada Permintaan Maaf dalam Klarifikasi Nadirsyah Hosen?
Next post Habib Rizieq Pun Pernah Divonis Syiah, Ini 5 Bantahan Telaknya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *