Jangan Cuma Uninstall Aplikasi Ojek Online! Hindari Juga Tokoh Publik Pendukung Penista

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Seminggu lalu publik dihebohkan dengan salah satu operator ojek online yang secara terang-terangan menyatakan dukungannya di akun twitter resminya. Meskipun sudah meminta maaf dan menyatakan akan melakukan penyidikan internal atas masalah itu, tapi hingga kini belum ada perkembangan lanjutan yang diinfokan ke publik mengenai apa penyebab sebenarnya insiden itu terjadi.

Terlepas dari adanya unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas publik terutama umat Islam perlu mencermati betul pihak-pihak yang selama ini mendapat kekayaan dari umat Islam, tapi terang-terangan menyerang dan bahkan secara sengaja merugikan umat Islam. Siapa pun.

O iya dalam konteks meng-uninstall, jangan cuma aplikasi ojek online saja yang di-uninstall, tapi uninstall juga dari otak kita profesor, kiai, atau tokoh publik yang terang-terangan mendukung penista dan menyerang secara terbuka pihak-pihak yang menuntut si penista.

Baca juga:  Benarkah Pokemon Punya Arti 'Aku Yahudi' dalam Bahasa Syiria?

Jangan biarkan orang-orang itu mendrive otak dan tingkah laku kita untuk semakin enggan dari membela agama yang nyata-nyata dinista. Zaman ini menyediakan banyak alternatif. Profesor sudah bejibun, kiai ribuan, dan tokoh publik sudah tak terhitung jumlahnya. Ganti panutan saja. Simple kok. 

Jadi, jangan biarkan orang menanamkan jamur dan bakteri di otak dan tindakan kita. Jangan gara-gara jadi tokoh publik, dia seenak-enaknya melakukan apa saja. Jangan beri ruang orang-orang itu sampai mereka menyatakan tobat secara terbuka. Ini juga berlaku untuk partai-partai pendukung penista.

Ingat pesan Nabi, “Keberagamaan seseorang itu selalu dipengaruhi oleh siapa temannya (panutannya). Oleh karenanya, perhatikan betul siapa yang jadi temannya (panutannya).” Singkatnya, teman atau panutan kita menentukan sekali cara berpikir dan bertindak kita. Karenanya, hati-hati dan cermati terus pendapat dan opini juga tindakannya. Karena bila salah, bisa meracuni cara berpikir dan bertindak kita.

Baca juga:  Baru Lahir, Desain Baru Uang Rupiah NKRI Disambut Hoax, Bully dan Provokasi, Ini di Antaranya…

 

Komentar

Redaksi
Previous post Kiai Subeki Parakan, Ulama Zaman Penjajahan yang Usul Bambu Runcing Jadi Senjata Lawan Belanda
Next post Sebelum Membidahkan, Simak Penjelasan Ustaz Idrus Ramli Soal Shalat Jumat di Jalan Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *