Jangan Cuma Ngaji di Youtube

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 20684

DatDut.Com – Ketika hadir di pengajian, jumatan, juga di hajatan, saya ketemu banyak kiai, ustaz, dai yang kualitas dakwahnya baik dari segi isi maupun teknik penyampaiannya, jauh lebih berbobot dibandingkan para seleb dakwah di medsos. Sayangnya mereka tidak main di medsos saja.

Maka kalau ada orang yang berlebihan memuja para seleb dakwah dan menganggap mereka ulama level tinggi, di dalam hati saya sering berkata, “Oh mungkin dia ngajinya cuma di medsos. Tidak di langgar, surau, musala, masjid, atau majelis ilmu lainnya.”

Komentar saya bukan berarti mengecilkan fungsi dan peran para seleb medsos. Belajar kepada mereka, tidak ada salahnya. Memanfaatkan teknologi informasi untuk belajar Islam, justru positif.

Baca juga:  Bahayanya Ngaji di Youtube

Hanya tak usah berlebihan. Kagumnya juga sewajarnya. Tak boleh hanya belajar di medsos saja. Bila punya waktu, datanglah ke masjid, mushala, majelis ilmu, dan forum kajian karena di situ ada berkah berjamaah, iktikaf, menyebut asma Allah, dan hadir di majelis ilmu.

Hadir, lihat, dan dengar langsung kiai, ustaz, dan dai ketika menyampaikan ilmu. Apalagi bila bisa “shuhbah” (nyantri) dan melihat langsung kehidupan sehari-harinya. Karena begitulah yang diajarkan dalam tradisi Nabi, shahabat, tabiin, salaf saleh, dan seterusnya.

Satu lagi, jangan merasa cukup dengan satu guru, satu buku, satu buku, dan satu manhaj. Mengapa? Agar kita terbiasa mendengar perbedaan pendapat; agar kita bisa memilih alternatif pendapat yang sesuai; agar kita tidak kaku dan memonopoli kebenaran. Cukup ambil yang baik dan tak usah diambil yang tak baik.

Baca juga:  Mereka yang Suka Sekali Mentahdzir Orang Lain

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *