Ini yang Bikin Netizen Geram pada Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi

  • 5
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

Dibaca: 1129

DatDut.Com –  Seperti layaknya seleb dadakan yang tiba-tiba ngetop gara-gara sensasi, Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi seperti ketakutan dengan kedoknya yang terbongkar. Mulai dari screenshot percakapannya dengan Nusron Wahid, yang ternyata dikomplain oleh Anshari Taslim sebagai percakapan Irfan Noviandana.

Puisi yang dipostingnya dengan judul “PUISI KU UNTUK PARA PEMBELA AHOK”, juga diprotes keras oleh penulisnya, sastrawan Syarif Hade.

Khusus terkait puisi ini, bukannya dia minta maaf dan mengakui kesalahannya, eh malah mengatakan sesuatu yang tidak pantas dan sama sekali tidak mencerminkan akhlak islami seorang yang menjuluki dirinya sebagai “ustad”, apalagi pakaiannya seperti sengaja dicitrakan sebagai seorang yang mengerti agama.

Menanggapi hal itu, Syarif Hade hanya bisa mengelus dada. “Dia lupa kalau yang dia pakai untuk mendongkrak popularitasnya itu karya orang. Kalimat-kalimatnya benar-benar menandakan kedangkalan ilmu dan adabnya,” tegas Syarif. “Kasihani orang-orang seperti ini. Pengen terkenal, menghalalkan segala cara. Sudah tahu salah tapi tak juga mengakui, apalagi minta maaf,” tambahnya.

Di media sosial beredar inbokan Sony Bunglon pada Syarif Hade yang berisi kata-kata tak pantas diucapkan oleh seorang yang menggelari diri sebagai “ustad”. Berikut reaksi keras para netizen atas kelakuan Maaher At-Thuwailibi yang mempunyai nama asli Soni Eranata.

Akun FB Aceng Abdul Qodir menulis, “Ikut sedih dengan maraknya kepalsuan dan kemunafikan. Agama yang ‘diperjuangkan’ dengan tangan kotor. Jauh dari nilai yang sejatinya inheren di dalamnya.”

Komentar yang sejenis juga disampaikan oleh Nasrullah Alif di akunnya. “Aduh, saya cuman bisa tersenyum Pak. Katanya itu orang bergelar ‘ustad’. Tapi, ucapannya sama saja kaya Pak Gubernur,” tulis Nasrullah.

Baca juga:  Klarifikasi Penerbit Buku Anak Bermuatan Porno yang Meresahkan Masyarakat

Komentar keras lainnya datang dari akun Yusuf KS. “Parah banget neh Maaher, udah jelas salah masih aja ngeles, merasa paling benar pula hahahaha. Kl cuma copas, kenapa ada tambahan “PUISI KU UNTUK PARA PEMBELA AHOK_”? Koplak neh si Maaher,” tulisnya.

Akun Abd Muhaimin juga menulis, “Bagaimana mungkin ia akan membrantas orang yg tak punya adab, sedangkan ia sendri hrus dbri pelajaran….” Senada dengan Muhaimin, Rohid Astar juga menulis, “Bahasanya kasar sekali. Sungguh, dia itu bukan ustadz tapi preman.”

Saiful Anwar juga menyayangkan sikap Sony Bunglon. “Kalau benar seorang Ustadz yang Arif.. Pasti bahasanya tak seperti itu. Seperti tak pernah makan pojokan kitab akhlak,” tulisnya.

Hal yag sama juga dikemukakan oleh Yakub Mubarok. “Saya liat koment-nya memang keliatan tak bermutu tadz, arogan, sudah salah malah nyela,” katanya.

Komentar terkait hal ini juga datang dari Dr. Arya Bagun Aji Shofin, alumni salah satu universitas Islam bergengsi di Maroko. “Saya sempat terperdaya dengan puisi itu. Saya kira tulisan dia. Ternyata-ngaku-aku. Namanya jadi tenar di media-media,” tegas Dr. Shofin. Sambil menekankan pentingnya melakukan langkah hukum untuk yang bersangkutan.

Terkait keengganan Sony Bunglon untuk minta maaf, Dr. Shofin berpendapat, “Dia sangat menjaga baju kesuciannya (ishmah). Tidak akan dibiarkan siapa pun menodainya. Karena, hal itu akan menjatuhkan personal branding-nya di hadapan jamaahnya. Ini adalah modal utamanya. Oleh sebab itu, dia tidak akan ngaku, ato ngrasa salah lalu minta maaf.”

Komentar lainnya datang dari Wanda Fitri. “Saya turut prihatin atas musibah ini. Ini sikap dan prilaku yg sangat tdk terpuji.” Hal senada juga dikemukakan oleh Affan Abdullah. ” Menjijikan sekali sifat seperti ini,” tulisnya.

Komentar paling keras ditulis oleh akun Indra Setyo Rahadhi yang menulis, “Yang berkomentar di atas saya ini (Soni Maaher–red.) gelarnya ‘ustaz’, tapi sayang jiwanya sakit dan mentalnya terganggu! Sudah terbukti bersalah melakukan plagiat bahkan merusak komponen teks aslinya masih ‘ngeles’! Luar biasa membalut diri dengan tampilan ‘religius’, tetapi sesungguhnya merusak Islam dari dalam!”

Baca juga:  Ust. Dr. Syarif Hade Koreksi Felix Siauw soal Hadis Khilafah ala Minhajin Nubuwwah

Netizen sepertinya kecewa dengan kualitas Soni Maaher yang menyebut dirinya “ustad”, tapi akhlaknya sama sekali bukan mencerminkan akhlak dan adab seorang ustad. Dalam kasus-kasus seperti ini, Ustad Ahmad Sarwat memang menyayangkan dan menyebut perilaku kopasan dan plagiat untuk tujuan dakwah sekalipun sebagai ” cara maling”.

Bila perilaku-perilaku culas dan kotor seperti ini dibiarkan, maka akan banyak orang-orang seperti ini berkeliaran di sekitar kita. Mari kita beri pelajaran preman-preman berjubah yang menghalalkan segala cara untuk terkenal.

Pantaslah bila teman-teman salafi Soni Maaher menjulukinya sebagai “bunglon”, “hubbuzhzhuhur”, “pendusta”, “musykilah”, dan sebutan negatif lainnya. Karena gara-gara orang seperti ini, tidak hanya kaum salafi tapi umat Islam secara umum juga kena getahnya.

 

 

Komentar

Redaksi
  • 5
    Shares

One thought on “Ini yang Bikin Netizen Geram pada Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *