Ini 5 Kebiasaan Unik Gus Qoyyum Lasem di Masa Muda

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 4047

Waktu Baca3 Menit, 30 Detik

DatDut.Com – Selama nyantri dan berinteraksi langsung dengan beliau, banyak sekali kenangan yang akhirnya menjadi prinsip hidup santri-santrinya. Karakternya yang unik, membuat beliau tak mudah tergantikan.

Kecintaannya pada ilmu juga selalu ditanamkan pada para santri. Kalau ada beberapa anak kiai atau bahkan kiai, hobi mengoleksi mobil, rumah, atau bahkan istri, keponakan almarhum K.H. Sahal Mahfudz ini justru lebih tertarik mengoleksi kitab dan buku.

Rumahnya hampir dipenuhi dengan kitab dan buku. Di tempat tidurnya pun berserakan buku dan kitab yang dibacanya.

Namun, tak banyak yang tahu juga bahwa Gus Qoyyum Lasem pada saat muda tampil tak seperti kebanyakan anak kiai. Beliau bersahaja, merakyat, dan sederhana.

Padahal, saat itu beliau sudah dikenal sebagai tokoh penting di kalangan pesantren. Belum lagi saat itu beliau populer sebagai salah satu putra kiai yang mendapat ilmu laduni.

Nah, bagaimana dan apa saja kebiasaan Gus Qoyyum Lasem di masa muda? Berikut 5 kebiasaan unik dan nyentrik Gus Qoyyum Lasem di masa muda:

1. Hobi Makan Bakso

Soal hobi beliau makan bakso, mungkin tukang bakso di sekitar Lasem banyak yang tahu. Karena, mungkin semua bakso yang enak di Lasem sudah beliau coba.

Bahkan tidak hanya di Lasem. Di hampir seluruh kota yang beliau kunjungi, hal pertama yang ingin beliau coba adalah bakso. Belum diketahui secara pasti, apakah hobi beliau ini masih berlanjut hingga kini atau tidak.

Tukang bakso yang menjadi langganan beliau sudah tahu pasti mengenai porsi dan komposisi kegemaran beliau.

Karena bila beliau sudah menyukai satu bakso, tak jarang beliau bisa menambah porsinya. Entah ada hubungan apa antara bakso dengan beliau?!

Baca juga:  Santri Harus Meneladani 5 Pemikiran K.H. Sahal Mahfudz Ini

2. Kemana-mana Naik Kendaraan Umum

Dulu semasa muda, beliau sepertinya selalu menggunakan kendaraan umum.

Ini bukan karena beliau tak punya kendaraan pribadi, tapi sepertinya lebih untuk merekam kehidupan masyarakat di sekitar dan juga masyarakat di daerah-daerah yang dikunjunginya.

Sehingga tak heran bila dalam setiap ceramah dan pengajiannya beliau selalu bisa menceritakan apa yang saat itu menjadi topik hangat di masyarakat.

Mulai dari hal yang remeh-temeh hingga ke hal yang agak berat, seperti politik. Dengan cara seperti itu pula, beliau berinteraksi dengan masyarakat, merasakan dan mendalami hati dan jantung masyarakat.

3. Pakai Kaos Oblong, Celana Jeans, dan Topi

Ini juga bagian yang unik dan nyentrik dari Gus Qoyyum Lasem. Tak seperti anak kiai pada umumnya yang gemar pakai sarung dan kopiah, bahkan belakangan ada yang pakai jubah dan sorban segala.

Gus Qoyyum semasa muda justru tampil layaknya anak muda. Kemana-mana selalu pakai kaos oblong, celana jeans, dan topi.

Tentu saja semua itu dipakai ketika beliau tidak sedang memberi ceramah atau pengajian. Beliau seolah memberi pesan kepada para santri untuk tampil apa adanya, sesuai umur, dan sesuai situasinya.

Tak perlu berlebihan. Toh, standar kedalaman keilmuan seseorang tak diukur oleh pakaiannya. Ini juga semakin memperkuat pesan bahwa tak usah tampil beda di lingkungan, justru salah satu seni dalam fikih dakwah.

4. Makan Bersama Santri

Beliau tak pernah gengsi membaur dengan santri, bahkan dalam makan bersama yang khas santri.

Beliau makan dalam nampan besar hasil liwetan para santri, yang tentu dengan lauk seadanya dan ala kadarnya. Dan, ini beliau lakukan tidak hanya sekali, tapi sering dan hampir rutin.

Baca juga:  K.H. Zayadi Muhajir, Ulama Besar Betawi yang Makamnya Banyak Diziarahi

Saat makan bersama inilah beliau merasakan perasaan dan kegetiran para santri yang dari keluarga dalam keserbaserdahanaannya.

Gus Qoyyum tampak begitu lahap menyantap makanan bersama santri. Satu hal yang paling digemari beliau adalah sambal racikan khas santri.

Tentu saja terong menjadi paduan menu yang begitu membuat semua lahap menyantap, termasuk beliau. Sekali lagi, saat itu beliau sudah dikenal sebagai tokoh penting di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Tengah.

5. Khataman Alquran dan Disimak Santri

Semasa muda, Gus Qoyyum Lasem tiap hari harus mendaras hafalan Alqurannya sebanyak 7-10 juz sehari.

Untuk kepentingan mengoreksi kalau-kalau ada yang salah dari bacaannya, beliau selalu meminta 1-2 orang santri yang menyimaknya.

Tak heran bila kepiawaian beliau dalam bidang tafsir dan wawasan Alquran-nya begitu mengesankan seperti sekarang.

Biasanya sebelum atau sesudah khataman atau simakan itu, Gus Qoyyum meminta santri-santri yang beliau anggap punya wawasan baik untuk diajak ngobrol tentang banyak hal, termasuk soal perkiaian, kepasentrenan, dan kehidupan masyarakat sekitar.

Di waktu-waktu sebelum atau sesudah khataman juga beliau menerima tamu. Bila sedang khataman atau simakan itu, biasanya beliau agak enggan menerima tamu. Biasanya para tamu menunggu beliau hingga selesai.

1 0
Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

One thought on “Ini 5 Kebiasaan Unik Gus Qoyyum Lasem di Masa Muda

  1. kayaknya dulu gus Qoyyum kalau makan nasi liwet sama santri nya pakai daun pisang kang… bukan nampan… kayaknya lhi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *