Hoax! Orang Meninggal Dijadikan Bahan Provokasi FPI vs GMBI, Ini Klarifikasi Soal Wafatnya Suratman

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Sejak dua hari lalu di medsos beredar informasi tentang meninggalnya seseorang yang dikabarkan sebagai korban pengeroyokan massa GMBI saat kerusuhan di Mapolda Jabar beberapa hari lalu.

Status yang dikirimkan salah satu pengguna Facebook atas nama Udjun Sumarni itu menampilkan foto seorang terbaring di pembaringan, berpakaian putih dan berkalung surban hijau. Foto tersebut tampaknya merupakan

Dalam deksripsinya, Udjun menuliskan kalimat provokatif dengan full huruf kapital.

GUGUR. SAHID.. PENGEROYOKAN. PREMAN GAMBI (GMBI maksudnya. Pen). 17-JANUARI 2017. UST..SURATMAN.. TAMATAN. GONTOR…..TENAGA AHLI. SEPERTI. ..PAK USTAD. INI. INDONESIA MEMBUTUHKAN…TENAGA AHLI… .ATAU GURU BANGSA…UNTUK. NKRI. MENINGGAL…KARENA PENGEROYOKAN. ..PREMAN. .BIADAB. .. PEMINUM. MIRAS. DAN PEMAKAI. NARKOBA. ..BINAAN. .KAPOLDA..JABAR.. YANG JADI.KETUA.DEWAN..PEMBINA.

GMBI. YANG BERSIMBOL. PARANG .ARIT PKI. KOMUNIS. .. . INNA. LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN

Lihat screenshotnya di sini bila postingan tersebut sewaktu-waktu dihapus. Dalam foto juga tampak bahwa Udjun mendapat kabar kematian itu dari pesan berantai, dari akun lain bernama Fauzan Yazid.

Sejak pertama kali diunggah pada 19 Januari 2017, status tersebut telah dibagikan oleh netizen hingga 299 kali memperoleh 247 tanggapan serta 189 komentar. Rata-rata yang membagikan tanpa menambahi deskripsi. Hanya beberapa di antaranya yang menambahkan doa ataupun meyakinkan tempat bagi almarhum.

Misalnya akun Dekky Tubagus Agung Purnama yang menulis, “Inalillahi wainalillahi rojiun syurga menanti mu pa ustadz.”

Selaras dengan provokasi dalam deskripsi status pengunggah pertama, Aguys Dega Prasetyo membagikan kirimantersebut dengan menuliskan, “innalilahi wainnailaihi rojiun…. media mana media…

Baca juga:  Kenapa Sekarang Jadi Suka FPI dan Habib Rizieq? Ini Jawaban Nanik S Deyang

Di berbagai media online terutama blog-blog berita, kabar kematian Ust. Suratman seperti yang dikabarkan dalam pesan tersebut juga beredar luas.

Di lain postingan foto tersebut juga diklaim sebagai korban pengeroyokan yang sedang koma atas nama Ustadz Mulyana. Kali ini diunggah oleh akun bernama Benz Syafei. Gambarnya bisa dilihat di sini.

[nextpage title=”Klarifikasi dari Pesantren Darunnajah”]

Klarifikasi dari Pesantren Darunnajah

Karena berita sejenis postingan di atas banyak beredar dan membawa salah satu nama guru di Pesantren Darunnajah, maka pihak pesantren segera menerbitkan klarifikasi.

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor dalam postingan 17 Januari di situs resminya darunnajah.com mengunggah gambar tulisan:

“Klarifikasi. Guru kami ustadz Suratman wafat karena sakit ginjal. Informasi lain yang menyatakan selain itu adalah HOAX 100% SALAH. Sama sekali TIDAK BENAR dan tidak ada hubungannya. Mohon bantu kami meluruskan informasi ini.”

Dalam situs resmi tersebut minimal ada 3 postingan yang membahas wafatnya Ustadz Suratman. Mulai profil, klarifikasi, hingga acara tahlilan untuk almarhum. Memang Ust. Suratman adalah salah satu guru di pesantren ini.

Dia adalah alumni Pondok Modern Gontor. Di Darunnajah, selain bertugas di Bagian Kemanan (Qismul Amn), Suratman juga dipercaya menjadi Kepala Bagian K4 (Kebersihan, Keindahan, Kerapihan, Kenyamanan). Namun pihak pesantren dalam situs ini tidak menjelaskan apakah ada keterkaitan almarhum dengan aksi di Mapolda Jabar.

Baca juga:  ADDAI Mendesak Dilakukan Uji Kompetensi Dai

Yang jelas dikabarkan bahwa Ustadz Suratman pada tanggal 16 Januari berobat ke berobat ke RSUD Leuwiliang ditemani beberapa dewan guru. Namun selanjutnya ia harus dirujuk ke RS Medika Bogor. Akhirnya, peyakit gagal ginjal yang dideritanya itu akhirnya menjadi sebab wafatnya.

Mungkin sebagian orang masih juga berasumsi bahwa bisa saja yang bersangkutan kambuh penyakit ginjalnya hingga menjadi gagal ginjal gara-gara pengeroyokan oleh GMBI. Ini seperti yang diutarakan Udjun saat membantah beberapa komentar yang mengklarifikasikan postingannya.

Namun asumsi itu terbantahkan dengan berita yang lebih dulu beredar tentang pengeroyokan GMBI terhadap sebagian anggota FPI.

Misalnya berita yang dilansir oleh situs Hidayatullah.com pada 13/1/2017. Dalam salah satu paragraf memberitakan bahwa korban pengeroyokan bernama Umar Ali, bukan Suratman.

Begitulah ternyata berita sebenarnya tentang meninggalnya Ustadz Suratman yang diklaim dan diviralkan sebagai anggota FPI korban pengeroyokan GMBI.

Komentar

Nasrudin
Previous post Nauzubillah! Ini 5 Sisi Negatif Media Sosial, dari Hoaks, Tukang Debat, sampai Mendadak Pintar
Next post Jangan Salah, Biskuit Crispy Ini Memang Mudah Terbakar, Tapi Tak Mengandung Plastik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *