Haidar Bagir Syiah? Ini 5 Bantahannya

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Kemarin (5/12) di fanpage Haidar Bagir (HB), tertulis informasi mengenai klarifikasi HB terkait banyaknya tuduhan kesyiahan HB. Klarifikasi tersebut terkait beberapa hal berikut yang dianggap sebagai bukti sahih tak terbantahkan terkait kesyiahan HB.

Pertama, mendirikan penerbit Mizan, untuk menerbitkan buku terjemah karya ulama Syiah Syarafuddin al-Musawi yang berjudul al-Muraja’at, diterjemahkan dengan judul: Dialog Sunni – Syiah. Penterjemah buku ini, ayahnya Haidar Bagir. Yaitu Muhammad al-Baqir. Juga beberapa buku karya pemikir Syi’ah lain, seperti: Murtadla Muthahhari, Ali Syariati dll.

Kedua, mendirikan yayasan Muthahhari tahun 1988 bersama Jalaluddin Rakhmat.

Ketiga, tahun 2000-an mendirikan ICC bersama Jalaluddin Rakhmat dan Umar Shahab (dewan syuro ormas Syiah ABI) dengan dukungan dari Negara Iran.

Keempat, mendirikan sekolah Lazuardi dengan salah satu misinya memperkenalkan Mazhab Syiah.

Kelima, mengembangkan dakwah Syiah dengan cara yang lebih halus melalui film-film tanpa memperlihatkan simbol-simbol dan ajaran Syiah secara langsung, namun mengajarkan toleransi dan pluralisme, agar para penonton tertarik menjadi simpatik.

Keenam, yang terbaru sekarang, bersama para tokoh pendukung HAM dan toleransi beragama membangun komunitas/kelompok yang bernama Gerakan Islam Cinta (GIC).

Dalam wawancaranya dengan Madina Online, Haidar Bagir (HB) menyatakan: “Saya bukan Syiah dan bukan Sunni. Saya ini orang yang percaya bahwa orang non-Muslim yang baik dan tidak kafir, tidak menyangkal kebenaran, saja bisa masuk surga. Bukan Syiah atau Sunni lagi. Saya pernah menulis bahwa non-Muslim tidak identik dengan kafir.”

Baca juga:  Kisah Gus Miek dan Habib Muhammad Assegaf

Dalam berbagai twit dan ceramahnya, HB juga sering menyatakan: “Saya belajar dari kelompok Muslim mana pun, dari mazhab mana pun”.

Berikut saya sarikan 5 bantahan yang tercantum di fanpage HB:

1. Kontribusi Mizan Tidak Melulu Syiah

Mizan menerbitkan 60 buku Syiah, tapi juga menerbitkan ribuan buku Sunni. (Banyak yang menerbitkan buku-buku karya penulis Syiah, apakah semuanya bisa disebut Syiah karena ini? Contoh, Amien Rais menerjemahkan buku Ali Syariati, Syiahkah dia? Muhammad Abduh menerbitkan Nahjul Balaghah, apakah dia Syiah?)

Ayahnya HB menerjemahkan Dialog, tapi menerjemahkan 6 buku Imam Ghazali, juga beberapa buku karya penulis Ikhwanul Muslimin, dll.

Mizan membuat 16 film, dalam berbegai genre. Umumnya genre pendidikan. Banyak filmnya dapat hadiah-hadiah penghargaan dalam negeri maupun internasional. Yang paling laku, dan mencatat rekor film paling laku dalam sejarah perfilman Indonesia, adalah tentang Sekolah Muhammadiyah di Laskar Pelangi, serta 2 sekuelnya.

2. Lembaga Pendidikan Lazuardi dan Gerakan Islam Cinta Ajarkan Sunni

Sekolah Lazuardi, sebaliknya dari mengajarkan Syiah, pelajaran agamanya justru 100 persen Sunni. Tolong yang punya info lain, membuktikannya.

Gerakan Islam Cinta didukung lebih seratus tokoh Muslim Indonesia, yang bermazhab Sunni. Dari berbagai kelompok, Muhammadiyah, NU, dan sebagainya.

3. Lihat Karya-karya dan Profil Haidar Bagir

HB menulis belasan buku. Di antaranya ada dua buku tentang tokoh Muslim. Yakni, Rumi dan Ibn ‘Arabi, yang dua-duanya tokoh Sufi Sunni.

Baca juga:  Ini Kenangan Ketika K.H. Hasyim Muzadi dan Habib Rizieq Bertemu

Haidar Bagir sekolah dan riset ke AS dengan beasiswa beberapa kali dari Fulbright Foundation, yang merupakan Yayasan di bawah Deplu AS, apakah dengan itu dia jadi Kristen Protestan seperti agama mayoritas Rakyatnya.

4. Kontribusinya Melewati Batas Mazhab

Ketika di Bandung HB mendirikan Yayasan Samanhoedi, tokoh Syarikat Islam yang jelas-jelas Sunni. Yayasan itu, di samping beberapa yayasan sejenis lainnya yang didirikannya, sampai sekarang masih aktif membantu pendidikan anak-anak dari keluarga dhu’afa.

Kesimpulannya, ketimbang menyebut dia Syiah, yang lebih masuk akal adalah apa yang dikatakan HB dalam wawancaranya, bahwa dia bukan Syiah, bukan Sunni. Dia belajar dari kedua-duanya, dan mengembangkan diri dan aktivitasnya melewati batas-batas mazhab Sunni-Syiah.

5. Memimpin Lembaga Sunni di Jordania

HB 6 kali berturut-turut dipilih sebagai 1 dari 500 Muslim paling berpengaruh oleh lembaga yang didanai Kerajaan Jordania, yang tentu Sunni.

 

Komentar

Redaksi
Previous post Ini 5 Fakta Unik tentang Imam Sibawaih yang Harus Anda Tahu
Next post Ini 5 Keusilan Santri yang Buat Anda Ingat Masa-masa di Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *