Ini 5 Corak Tarian Khas Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com ~ Indonesia dikenal akan kekhasan adat dan budayanya. Salah satunya soal tarian.

Sudah barang tentu di negeri tercinta kita ini mempunyai tarian-tarian yang unik yang tidak dimiliki oleh negeri-negeri lainnya.

Bahkan, tarian-tarian kita ada yang mau mengaku-ngaku bahwa itu dari negaranya.

Nah, sebagai anak negeri yang baik hati dan sayang serta cinta kepada tanah air, kita wajib mengetahui hal-hal yang berbau dengan budaya kita.

Mari kita simak corak tarian khas Indonesia di bawah ini, berdasarkan buku Seni Budaya & Warisan Indonesia (2014) karya Lily Turangan, dkk.:

1. Tari bercorak prasejarah

Zaman prasejarah yang dibagi menjadi beberapa gelombang ternyata mempunyai berbagai kesenian juga lho.

Zaman yang dilalui yaitu  zaman paleolitikum, mesolitikum, neolitikum, dan zaman perunggu besi mempunyai tarian yang merujuk pada cerita rakyat, upacara kesuburan, dan penghormatan kepada nenek moyang.

Bentuk dan wujud tarian pada masa ini yaitu dengan menirukan gerakan dan alam sekitar. Wah, gimana tuh cara niruin gerakannya?

Nih, saya kasih contoh. Misalnya saja menirukan gerakan binatang yang akan diburu, penyembahan, dan penyembuhan penyakit.

Tarian yang bercorak prasejarah ini diantaranya hudoq, tor-tor, paras salendro, dan yang paling dikenal banyak orang yaitu kuda lumping.

2. Tari bercorak agama (Hindu, Budha, dan Islam)

Sudah dari dulu kita ketahui bersama bahwa agama yang masuk pertama kali di Indonesia adalah agama Hindu dan Budha.

Agama Islam datangnya belakangan, ya teman-teman. Meskipun datangnya belakangan, tetapi jangan salah lho agama Islam mempunyai pemganut yang paling banyak di negeri kita tercinta ini.

Baca juga:  Ini 5 Sikap Positif agar Kamu Tak Gila Kerja dan Bikin Keluarga Terlantar

Tentu kita semua tahu tentang kisah epik Ramayana dan Mahabarata. Kalau belum tahu, buru-buru dibenerin deh TV-nya.

Soalnya, hampir setiap hari film kisah Ramayana dan Mahabaratha diputar di salah satu stasiun TV swasta kita. Nah, kedua tokoh ini ternyata ada juga tariannya loh, dinamakan juga tarian Ramayana dan Mahabaratha.

Penayangan tarian ini biasanya dikemas dalam bentuk drama yang dinamakan sendratari.

Kalau pengen tahu secara langsung datang aja ke Bali, banyak kok pertunujukan-pertunjukan sendratari si sana.

Kalau untuk agama Islamnya nih, tahu tari saman, zapin melayu, dan tari seudati? Itu semua tarian bercorak agama Islam ya teman-teman.

Biasanya sih banyak ditampilkan di pagelaran seni budaya di sekolah atau kampus atau tingkat desa juga ada tuh.

3. Tari bercorak istana

Beberapa keluarga bangsawan istana atau keraton yang masih bertahan di Indonesia menjadi pelindung dan pelestari budaya Istana.

Contohnya saja dalam masyarakat Jawa. Strata masyarakat Jawa yang berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam budayanya.

Sebagai akibatnya, tarian istana lebih ketat memiliki seperangkat aturan dan disiplin yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

Perlindungan kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalkkan oleh pranata kerajaan istana sebagai penjaga dan pelindung tari.

Tari yang bercorak istana misalnya tari Bedhaya ketawang, golek ayun-ayun dan manggala yudha.

4. Tari rakyat

Kalau tari istana dilindungi dan dijaga oleh keluarga bangasawan istana, beda lagi dengan tari rakyat.

Tari ini dikembangkan dan dilestarikan oleh mayoritas masyarakat, baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Baca juga:  Ini Dia 5 Rumus Matematika yang Harmonis dengan Nilai Islam

Tari rakyat ini lebih bersifat dinamis, energik, dan relatif lebih bebas dari aturan-aturan dan disiplinn tertentu.

Namun demikian, yang menjadi ciri khas dari tarian ini adalah langgam gerakan atau sikap tubuh tetap dipertahankan.

Beberapa tarian rakyat ini telah dikembangkan menjadi tarian massal dengan gerakan sederhana dan tersusun rapi. Di antara tarian rakyat itu adalah tari ronggeng, jaipong, sajojo, dan gambyong.

5. Tari kontemporer

Tari kontemporer merupakan istilah untuk tarian yang mengacu pada tari-tari yang dianggap lebih mutakhir dibanding tari modern yang lahir sebagai perlawanan terhadap balet klasik yang sudah matang.

Perintis tari kontemporer ini diantaranya adalah Bagong Kusjudiardjo dan Wisnu Wardhana. Keduanya memadukan unsur tari dan musik tiga daerah berbeda, yakni Jawa Tengah, Bali, dan Jawa Barat.

Nah, semoga seklumit informasi dia atas menambah kecintaan kita terhadap budaya tari Indonesia.

Tentu saja kita tidak mau dong kalau tarian kita sampai diklaim oleh negara tetangga.

Makanya, mulai sekarang kita wajib mengetahui tarian-tarian yang dimiliki Indonesia. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi.

Komentar

Maftukhatul Inayah
Latest posts by Maftukhatul Inayah (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *