Kategori
Intisari

Kenali Ciri Ulama Ahli Waris Nabi Versi Kiai Ali Mustafa Yaqub

DatDut.Com ~ Ada anggapan dari sebagian orang bahwa ulama dicirikan oleh sebatas penampilan luar, gelar, atau retorika berkelakar.

Bila dicermati, anggapan semacam ini dapat mempermurah harga “ulama”. Keulamaan pun menjadi sesuatu yang mudah dibeli oleh banyak orang dengan modal jubah made in Saudi, gelar “kiai”, atau demo ayat-ayat suci di televisi.

Nah, bila keulamaan tetap dibiarkan dicirikan secara longgar seperti itu, maka betapa kasihannya masyarakat awam kita, karena tentu akan banyak dari mereka yang tertipu oleh “ulama-ulama jadi-jadian”.

Oleh karena itu, perlulah rasanya kiranya kita membaca ulang persoalan. Berikut 5 ciri dan kriteria ulama pewaris Nabi menurut Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub:

1. Ilmu Agama

Menguasai ilmu agama tentulah niscaya bagi ulama pewaris Nabi. Ilmu agama mendasari keyakinan, pengamalan, dan segala kebijaksanaan. Bagi seorang ulama, ilmu agama tidak sekadar untuk diamalkan oleh dirinya sendiri, tetapi juga untuk dapat diamalkan dan bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga:  Berlebaran di Indonesia Lebih Meriah Dibanding di Maroko

Oleh karena itu, ulama ahli waris Nabi dituntut untuk dapat memberi pencerahan kepada umat terkait persoalan agama, minimal dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan.

Dalam tradisi kita, bisa dikatakan bahwa standar minimum penguasaan terhadap ilmu agama adalah kecakapan mengakses informasi langsung dari literatur kitab kuning. Tanpa kemampuan tersebut, seseorang tidak dapat dikatakan ahli agama.

Hanya ilmu agamakah yang sifatnya “wajib” dikuasai oleh ulama pewaris Nabi? Ya, hanya itu. Meskipun tidak berarti bahwa disiplin-disiplin ilmu yang lain, seperti ilmu kelautan, kehutanan, pertanian, dan lain sebagainya, merupakan sesuatu yang terlarang.

Dalam sebuah sabda Nabi, “Ulama adalah ahli waris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mewariskan ilmu (agama).” (HR Ibn Majah).

Baca juga:  Siapakah Bashar Assad Sebenarnya? Kenali 5 Fakta tentang Presiden di Balik Konflik Suriah Ini!

Oleh karena itu, dalam kesempatan yang lain, ketika Nabi ditanya tentang pertanian, beliau menjawab, “Kamu lebih mengetahui tentang dunia (pertanian) daripada saya.”

Muhammad Al-Faiz

Oleh Muhammad Al-Faiz

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Alumni Fakultas Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute for Hadith Sciences Darus-Sunnah Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *