Belajar Etos Menulis Kitab dari Kiai Sahal Mahfudz

  • 4
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Dibaca: 851

Waktu Baca2 Menit, 48 Detik

DatDut.Com – Sebagai tokoh yang sudah kaliber nasional, sekaligus tokoh NU dan pesantren, tentu nama KH. M. Ahmad Sahal Mahfudz (1937- 2012)—selanjutnya disebut Mbah Sahal—sudah amat familier terdengar oleh umat Islam Indonesia terlebih warga NU dan pesantren.

Beliau merupakan tokoh yang amat dikenal di tingkat nasional karena pernah memimpin MUI pusat beberapa priode. Selain itu, beliau juga tokoh yang hingga akhir hayat mengabdi pada NU sekaligus menjadi pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama (NU)—Rais Amm PBNU tiga priode—hingga wafat. Lebih dari itu beliau juga merupakan pengasuh PPS. Maslakul Huda, Kajen Pati.

Mbah Sahal merupakan seorang tokoh yang amat dikenal dengan kesederhanaannya dan kharismatiknya. Kesederhanaan beliau dapat dilihat dari penampilan beliau yang tampak apa adanya. Meskipun beliau merupakan tokoh pesantren yang amat disegani oleh para kyai pesantren.

Berdasarkan kesederhanaan yang dimiliki oleh Mbah Sahal inilah yang kemudian dinilai sebagai penunjuk kedalaman ilmu yang baliau miliki. Kedalaman ilmu beliau pun semakin meneguhkan bahwa beliau merupakan tokoh atau ulama yang amat alim, mengingat beliau merupakan murid kesayangan dari Syaikh Yasin ‘Isa al-Fadani ( Padang) yang terkenal dengan sebutan “Musnid al-Dunya” (penguasa mata rantai keilmuan).

Oleh sebab kesederhanaan, kedalaman ilmu, serta kekharismatikan yang dimiliki oleh Mbah Sahal lah, banyak orang yang kemudian menokohkan beliau dan memberikan kepercayaan terhadap beliau untuk memimpin MUI pusat dan NU.

Baca juga:  Aqidatul Awwam, Kitab Akidah yang Dipelajari di Pesantren dengan 5 Keunikannya

Selain dikenal karena jabatan yang pernah belaiu duduki baik di MUI maupun di NU yang sekaligus sebagai bukti kedalaman ilmu beliau, Mbah Sahal juga dikenal piawai dalam menulis kitab.

Kepiawaian beliau dalam menulis kitab ini beliau tunjukkan dengan menulis beberapa kitab baik berupa kitab matan, maupun syarah (komentar) bahkan khasyiyah (tambahan penjelasan) pada karya ulama-ulama klasik.

Berikut beberapa kitab yag ditulisnya: kitab Ghayat al-Wushul tentang ilmu ushul al-Fiqh karya Syaih Abi Yahya Zakariya al-Anshari yang beliau komentari dengan kitab Syarah Tahriqat Husul ‘Ala Ghayat al-Wushul.

Selain kitab syarah tersebut Mbah Sahal juga menulis kitab dengan judul, Bayan Mulami’ ‘An Alfadz al-Lumma’, sebagai kitab komentar atas kitab al-Lumma’ karya Abu Ishaq al-Sayrazi, Faid al-Hija syarah Nail al-Raja, syarah nadzam Safinat al-Naja, karya Abi Fauzi Muhamamd Ma’sum serta kitab Intifat al-Wadijin yang ditulis oleh Mbah Sahal sendiri untuk menerangkan pendapat-pendapat ulama Kajen mengenai hukum melihat langsung atas benda yang diperjualbelikan. Dan masih banyak beberapa karya lain dari Mbah Sahal yang belaiu tulis baik dengan bahasa Arab maupun dengan bahasa Indonesia, termasuk makalah dan buku-buku tentang fiqih.

Jika dilihat dari karya-karya beliau di atas, maka sekilas dapat disimpulkan bahwa Mbah Sahal termasuk tokoh yang amat piawai dalam menulis kitab. Beliau tidak lagi hanya mampu menyosialisasikan pandangan dan ilmu belaiu lewat mimbar-mimbar khutbah maupun diskusi namun juga mampu menguraikan dalam bentuk tulisan.

Baca juga:  Kasyfut Tabarih, Kitab Risalah Pembela Tarawih 23 Rakaat, Karya Syekh Abu Fadlol Senori Tuban

Dengan karya tulis pula, Mbah Sahal, berusaha menyosialisasikan fiqih sosial. Yakni fiqih yang tidak terasa kaku, ketat, dan terkesan keras namun fiqih yang amat fleksibel. Dengan wacana dalam buku fiqih sosial yang beliau tulis pula, beliau dikenal dengan maestro fiqih sosial.

Tokoh yang seperti Mbah Sahal inilah yang kelak dapat hidup sepanjang masa, karena karya-karya beliau yang terus dibaca, dipelajari, dan dipahami oleh banyak orang. Belaiu Mbah Sahal akan tetap hidup sejalan dengan terus tersebarnya karya beliau.

Tokoh seperti Mbah Sahal ini sangat patut untuk diteladani, dicontoh dan ditiru terlebih dalam semangatnya menulis. Sehingga meskipun beliau telah tiada, karya-karya beliau tetap hidup sepanjang masa.

 

 

 

 

 

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Ahmad Mustamsikin Koiri
Latest posts by Ahmad Mustamsikin Koiri (see all)
  • 4
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *