Anjuran dan Doa yang Dibaca setelah Salat Witir

Datdut.com – Salat sunah witir ialah salat sunah yang dilakukan setelah salat isya secara ganjil. Jumlah satu rakaatnya mulai dari satu rakaat, tiga rakaat, dan seterusnya.

Hukum Mengerjakan Salat Sunah Witir

Menurut Al-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, dan Malik, hukum mengerjakannya adalah sunah muakkad. Sementara menurut Abu Hanifah, mengerjakan salat witir hukumnya wajib.

Waktu Mengerjakan Salat Sunah Witir

Waktu mengerjakan salat witir adalah setelah salat isya sampai terbit fajar (tiba waktu subuh). Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa‘id Al-Khudri r.a. yang menginformasikan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Salat witirlah kalian sebelum tiba waktu subuh.” (HR Muslim).

Cara Mengerjakan Salat Sunah Witir

Cara mengerjakan salat witir sama seperti salat sunah yang lain. Yang berbeda hanya niatnya saja. Salat witir bisa dilakukan dengan satu salam atau dua salam, baik dipisah maupun disambung antar rakaatnya.

Niat Salat Sunah Witir

  1. Niat Salat Witir yang Dua Rakaat:

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنًِِ  ِللهِ تَعَالَى.اَللهُ أَكْبَرُ.

Ushallî sunnata-l-witri rak‘ataini lillâhi ta‘âla. Allâhu akbar.

“Saya berniat mengerjakan salat sunah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Mahabesar.”

 

  1. Niat Salat Witir yang Satu Rakaat:

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً  ِللهِ تَعَالَى. اَللهُ أَكْبَرُ.

Ushallî sunnata-l-witri rak‘atan lillâhi ta‘âla. Allâhu akbar.

“Saya berniat mengerjakan salat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Mahabesar.”

Jumlah Rakaat Salat Sunah Witir

Jumlah rakaat dalam salat witir adalah bilangan ganjil. Paling sedikit satu rakaat dan paling banyak sebelas rakaat. Dalam sebuah hadis dinyatakan, “Rasulullah selalu salat witir satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, dan seterusnya sampai sebelas rakaat.” (HR Al-Bukhari dan Al-Muslim). Periwayatan lain dari Nafi‘ dari Ibnu ‘Umar yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang menemui Rasulullah Saw. untuk bertanya tentang salat malam. Rasulullah Saw. menjawab, “Salat malam itu masing-masing dilakukan dengan dua rakaat. Jika dikhawatirkan masuk waktu subuh, maka hendaknya yang bersangkutan salat satu rakaat saja.”

Anjuran Mengerjakan Salat Sunah Witir

Baca juga:  Karena Menikah adalah Ibadah, Maka Segerakanlah! Jangan Tunda, Keburu Kiamat!

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Jadikanlah akhir salatmu di malam hari dengan melakukan salat witir.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Surah yang Dianjurkan untuk Dibaca Ketika Salat Sunah Witir

Surah yang dianjurkan dibaca pada rakaat pertama salat witir adalah surah Al-A‘la, sementara pada rakaat kedua yang dianjurkan untuk dibaca adalah surah Al-Kafirun dan rakaat yang ketiga surah Al-Ikhlash. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Rasulullah melakukan salat witir tiga rakaat setelah isya. Pada rakaat pertama membaca surah Al-A‘la, rakaat kedua membaca surah Al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca surah Al-Ikhlash.” (HR Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah).

Doa Sesudah Salat Sunah Witir

الَلَّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ إِيمَانًا دَائِمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْراً كَثِيْراً وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ العَافِيَةِ وَنَسْأَلُُكَ الشُّكْرَ عَلَى العَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ الَلَّهُمَّ  رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اللهُ  يَا اللهُ يَا اللهُ يَا أَرحَمُ الرَّحِمِينَ وَصَلَّى الله عَلَى خَيرِ خَلقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ أَجْمَعِينَ وَالحَمدُ للهِ رَبِّ العَالمَِينَ.

Allâhumma innâ nas’aluka îmânan dâ’iman wa nas’aluka qalban khâsyi‘an wa nas’aluka ‘ilman nâfi‘an wa nas’aluka yaqînan shâdiqan wa nas’aluka ‘amalan shâlihan wa nas’aluka dînan qayyiman wa nas’aluka khairan katsîran wa nas’aluka tamâma-l-‘âfiyah wa nas’aluka-sy-syukra ‘alâ-l-‘âfiyah wa nas’aluka-l-ghinâ’a ‘ani -n-nâs. Allâhumma rabbanâ taqabbal minnâ shalâtanâ wa shiyâmanâ wa qiyâmanâ wa takhassyu‘âna wa tadharru‘anâ wa ta‘abbudanâ wa tammim taqshîranâ yâ allâh yâ allâh yâ allâh yâ arhama-r-râhimîn. Wa shallâllâhu ‘alâ khairi khalqihi muhammadin wa ‘alâ ’âlihi wa shahbihi ajma‘în. Wa-l-hamdulillâhi rabbi-l-‘âlamîn.

Baca juga:  Ini 5 Keutamaan Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur'an

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang langgeng. Kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk. Kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat. Kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar. Kami memohon kepada-Mu amal yang saleh. Kami memohon kepada-Mu agama yang lurus. Kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak. Kami memohon kepada-Mu kesehatan yang prima. Kami memohon kepada-Mu bersyukur atas kesehatan. Kami memohon kepada-Mu kecukupan dari (meminta-minta pada) orang laun. Ya Allah, Tuhan kami, terimalah salat kami, puasa kami, ruku kami, khusyuk kami, kerendahan kami dan pengabdian kami, serta sempurnakanlah kekurangan kami. Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Zat Yang Maha Penyayang! Berilah kesejahteraan kepada sebaik-baik makhluk. Dia adalah Nabi Muhammad Saw. Juga kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.