Ini 5 Fakta tentang Organisasi Gafatar yang Wajib Anda Ketahui

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Beberapa waktu lalu, dunia maya dihebohkan dengan hilangnya seorang dokter muda, Rica Tri Handayani pada (30/12/15). Selain dokter Rica, anak dan sepupunya juga ikut hilang. Beberapa hari kemudian, Polda DIY, telah menemukannya di wilayah Waringin Barat, Kalimantan Tengah pada Senin (11/01/16), seperti Sebelum menghilang, dirinya menulis surat untuk suami yang diantara isinya dia mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi manusia yang dapat mengabdi sebagai hamba Allah.

Selain itu, dalam surat itu, dokter Rica juga ingin mencari peradaban baru, seperti dikutip Metronews.com. Konon, dokter Rica ini ikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang diduga mengajarkan ajaran-ajaran menyimpang. Berikut 5 fakta di balik organisasi Gafatar:

1. Deklarasi Gafatar

Kompas TV melaporkan bahwa Gafatar berdiri sejak tahun 2011 yang diprakarsai oleh 52 orang. Dalam situs resminya, Gafatar.or.id, organisasi ini menyatakan bahwa kelompok mereka memperjuangkan nilai-nilan Pancasila dan mengabdi pada Tuhan Yang Maha Esa. Gafatar bukanlah organisasi keagamaan dan bukan organisasi yang berafiliasi pada partai politik manapun.

Cita-cita Gafatar adalah menjadikan Indonesia sebagai negara percontohan di muka bumi. Pada tahun 2015, jumlah pengurus Gafatar telah mencapai 2750 orang yang tersebar di berbagai daerah. Jumlah yang cukup signifikan itu belum termasuk anggota-anggotanya. Gafatar juga sempat menggelar Rapat Kerja Nasional yang ke-3 pada Maret 2015 lalu.

2. Ciri-ciri Gafatar

Informasi mengenai Gafatar beredar di media sosial, diantaranya WhatsApp. Informasi yang didapat bahwa Gafatar itu merupakan sempalan dari Negara Islam Indonesia (NII) KW9. Selain itu, organisasi ini tidak mewajibkan salat 5 waktu, puasa Ramadan, memiliki syahadat yang berbeda, yang bukan kelompok mereka dianggap kafir, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama NU Rekomendasikan Risalah Sarang

Parahnya, menurut informasi di media sosial, Gafatar menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw. itu keturunan Firaun. Hingga dilirisnya berita ini, belum ada konfirmasi dari pihak Gafatar terkait ciri-ciri tersebut. Karenanya, agar lebih waspada, ada baiknya juga berhati-hati atas doktrin-doktrin ajaran yang jelas-jelas menyimpang.

3. Ikrar Anggota Gafatar

Beredar kabar bahwa para anggota Gafatar juga memiliki ikrar tersendiri ketika telah sebulan dinyatakan resmi menjadi anggotanya. Anehnya, ikrar janji mereka membawa-bawa nama Allah. Padahal, bila di awal deklarasi mereka menyatakan bukan organisasi keagamaan. Berikut ikrar janji anggota Gafatar:

Atas Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Saya Berjanji :

Saya menyatakan janji ini kepada Allah disaksikan oleh penyampai risalah Allah yang bertanggung jawab.

Saya menyatakan janji ini secara sadar dan sungguh-sungguh ikhlas tiada paksaan dari siapapun juga.

Saya menyatakan iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan segala bentuk pengabdian selain kepada Allah dan sanggup mengemban tugas sebagai penyampai risalah Allah untuk mengajak manusia menegakkan jalan kebenaran di bumi Allah.

Saya tidak akan mencuri, tidak akan berzinah, tidak akan membunuh, tidak akan berdusta dan tidak akan berbuat durhaka terhadap ajaran Allah.

Saya siap menerima bimbingan dari penyampai firman Allah yang menjadi Pembina saya.

4. Ajaran Eksodus dan Guru Spritual Gafatar

Baca juga:  ADDAI: Acara Keislaman di Televisi Perlu Selektif Memilih Dai

Umat Islam Indonesia mungkin masih ingat dengan sosok Ahmad Musadeq yang dinyatakan menyebarkan aliran sesat oleh pemerintah. Ternyata, menurut laporan Merdeka.com, Ahmad Musadeq dianggap menjadi guru spiritual organisasi Gafatar ini. Selain itu, mereka juga mengajarkan ajaran hijrah, atau dalam istilah yang mereka gunakan dinamakan eksodus. Mungkin istilah eksodus ini ada kemiripan dengan yang dituliskan dokter Rica di atas dalam surat dengan istilah mencari peradaban baru.

5. Organisasi Terlarang

Pemerintah Indonesia melalui penetapan surat Ditjen Kesbangpol Kementrian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012 telah menyatakan bahwa Gafatar sebagai organisasi terlarang, seperti dikutip dari Merdeka.com. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat juga menghimbau masyarakat mewaspadai gerakan Gafatar.

Ketua MUI NTB, Saiful Muslim, menyatakan bahwa MUI Pusat telah menegaskan bahwa Gafatar itu adalah aliran sesat, sebagaimana dilaporkan Republika.co.id. Selain NTB, Aceh juga mengharamkan keberadaan Gafatar sejak tahun lalu. Bahkan, beberapa pengurus Gafatar wilayah Aceh sedang dalam masa tahanan, seperti dikabarkan Tempo.co.

harisPenulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Kharish

Komentar

Redaksi
Previous post Santri Harus Meneladani 5 Pemikiran K.H. Sahal Mahfudz Ini
Next post Ini 5 Fakta Sebenarnya tentang Krisis Pangan di Suriah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *