Waspada untuk Putaran Kedua! Script Ini Bukan Membantu, Tapi Malah Menyerang Situs KPU

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Seperti berita yang telah banyak dilansir berbagai media bahwa situs KPU, kpu.go.id sempat down akibat kebanjiran trafik dadakan. Peristiwa tersebut sempat diisukan sebagai serangan hacker oleh sebagian masyarakat. Isunya berkembang liar dengan menuding hacker China, Vietnam dan Singapura bahkan hacker dari istana presiden dikatakan menyerang situs KPU untuk mempengaruhi hasil penghitungan.

Meskipun telah dibantah oleh Kepala Program Pemilu Elektronik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Andrari Grahitandaru, bahwa isu peretasan tersebut hoax semata, namun isu terus saja berkembang.

Seperti dilansir Viva.co.id (16/2/’17), IT Infrastructure Architect untuk KPU, Harry Sufehmi, juga menegaskan bantahan adanya peretasan situs KPU yang dilakukan hacker. Bahkan dia mengungkapkan berbagai klarifikasi yang dipostingnya dalam Grup Facebook Forum Antifitnah, Hasut dan Hoax. Salah satunya adalah memang setiap ada acara besar seperi Pilkada dan Pilpres, situs KPU menghadapi serangan.

Senada dengan pernyataan Harry Sufehmi, situs Metro.sindonews.com (16/2/’17) juga melansir pernyataan dari Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay bahwa memang ada upaya serangan untuk mengganggu namun tidak sampai menggangu data KPU.

Soal serangan dengan trafik besar yang membuat sebuah situs bisa down karena overload, ternyata ada salah satu netizen yang justru membagikan script dengan klaim untuk ikut melindungi server KPU dari serangan hacker.

Akun atas nama Mujahid NKRI dengan semangatnya membagikan script yang diklaimnya adalah untuk membantu mempertahankan server KPU dari serangan hacker. Script tersebut ia bagikan dalam salah satu grup Facebook pada 17/2/’17 sekitar pukul 23.58 menit. Postingan itu dihapus beberapa waktu kemudian.

Baca juga:  Darurat JIL, Waspadai 5 Rukun Islam Liberal Ini!

Hanya saja salah seorang netizen sempat mengunduh script yang dibagikan dalam bentuk data terkompres tersebut. Dan setelah dibuka, ternyata isinya merupakan script dan arahan untuk melakukan DDos Attack. Selengkapnya gambar-gambar dan bongkar isi file bisa Anda lihat di sini.

[nextpage title=”Mengenal DDos Attack”]

Mengenal DDos Attack

Apa itu DDos Attack? Menurut Wikipedia, DDos Attack (denial-of-service attacks)adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

Secara mudahnya, dengan menggunakan DDos attack, seseorang akan memenuhi akses ke suatu situs target dengan jutaan trafik yang membuat situs tersebut down dan tak bisa akses orang lain. Seperti dalam gambar ilustrasi, satu orang saja bisa membuat trafik sebanyak-banyaknya. Apalagi jika serangan itu dilakukan oleh orang banyak secara serentak.

Dalam petunjuk yang termuat dalam file yang dibagikan, pemilik akun tersebut nyata-nyata mengatakan, “ … 3. Saat DDOS meminta server Target, masukkan “pilkada2017.kpu.go.id”… 4.Lalu setelah selesai proses ping server tsb, lalu DDOS akan minta IP Host. Masukkan IP “103.21.228.225” dan enter… 5. DDOS akan meminta Packet Size.isi “10000” lalu enter …”

Tutorial tersebut sama persis dengan berbagai tutorial serangan dengan DDos yang ternyata banyak beredar di kalangan blogger Indonesia. Misalnya yang diposting oleh indocyberarmy.blogspot.co.id.

Berdasarkan teks tutorial yang dibagikan oleh pemilik akun Mujahid NKRI yang terang-terangan menyebut kata DDOS, maka dipastikan file yang ia bagikan dengan klaim membantu situs KPU itu justru merupakan script untuk menyerang agar situs KPU kembali lumpuh.

Baca juga:  Video Polisi Ditantang Emak-emak yang Tak Lulus Ujian SIM

Lantas apakah ini ada kaitan dengan peristiwa situs KPU yang sempat down? Sehingga akun tersebut merupakan salah satu pelaku penyerangan terhadap situs KPU? Bisa iya, bisa juga tidak. Karena script ini dibagikan pada 17 Februari, sedang situs KPU sempat down pada malam Kamis 16 Februari.

Tetapi kemungkinan lain pun bisa saja. Misalnya karena gagal membuat down server KPU hingga tak bisa diakses sama sekali, karena segera dibenahi, akhirnya untuk menambah serangan, akun tersebut membagikan script dengan kedok membantu KPU. Orang yang tak paham tentu akan segera terjebak dan akhirnya ikut “membantu” tanpa menyadari ia justru menyerang situs KPU.

Itulah sedikit informasi tentang script DDoS attack yang baru-baru ini dibagikan dengan klaim alat untuk membantu perang siber melawan hacker yang menyerang situs KPU. Semoga bermanfaat.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close