Waspada! Ini Tanda Travel Nakal yang Kerap Menerlantarkan Jamaah Umrah

  • 3
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

DatDut.Com – Kisah pilu kerap dialami oleh jamaah umrah. Ternyata masih banyak pengusaha travel umrah yang nakal. Baru-baru ini keluarga Ayu Azhari diberitakan diterlantarkan oleh travel yang memberangkatkan.

Akhir tahun lalu juga dilaporkan ada sekitar puluhan jamaah umrah yang diterlantarkan travel di Bogor. Bahkan, awal tahun ini DatDut.Com menerima informasi adanya dua puluhan jamaah yang diterlantarkan oleh travel yang beralamat di bilangan Jakarta Selatan.

Mengingat banyaknya korban travel nakal yang memanfaatkan besarnya antusias masyarakat untuk beribadah umrah, berikut tanda-tanda travel nakal yang perlu diwaspadai oleh siapa pun yang hendak umrah:

1.Tidak Ada Pihak Travel yang Menyertai Jamaah

Travel nakal biasanya punya beragam cara untuk menterlantarkan jamaah. Salah satunya dengan hanya mengantar jamaah sampai di bandara.

Biasanya jamaah hanya diserahkan pada salah satu jamaah yang cukup dikenal oleh pihak travel atau pada yang dianggap sudah pernah umrah.

Bila menemukan gelagat travel seperti ini, segera laporkan ke pihak-pihak terkait, terutama Dirjen Urusan Haji dan Umrah Kementerian Agama. Karena ini indikasi awal penerlantaran jamaah.

2. Pastikan Tiket Keberangkatan dan Kepulangan Valid

Entah bagaimana caranya, ada saja travel nakal yang bisa menerbitkan tiket bodong untuk meloloskan pemeriksaan di bagian imigrasi bandara.

Di sini pentingnya jamaah mengecek tiket keberangkatan dan kepulangan dengan memasukkan kode booking di situs maskapai yang ada di tiket.

Bila ternyata kode booking itu tidak ada, segera tanyakan ke pihak travel atau laporkan ke pihak-pihak terkait bila ternyata pihak travel terindikasi memalsukan tiket.

3. Menunda atau Membatalkan Sepihak

Banyak travel nakal yang seenak-enaknya menunda bahkan membatalkan sepihak keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah.

Bila menemukan kasus semacam ini, segera laporkan ke pihak-pihak terkait. Dan, bila sedang berada di Arab Saudi, laporkan penerlantaran itu ke KJRI Jedah yang selalu siap siaga membantu masalah jamaah, baik melalui akun Twitter @KBRIJeddah atau nomor telepon (966-12) 671-1271 dan Email: jeddah.kjri@kemlu.go.id

Baca juga:  Warganet Rayakan Runtuhnya Reputasi Abu Janda al-Boliwudi

4. Pastikan Travel Sudah Menyelesaikan Pembayaran Hotel

Sejak kasus First Travel, hotel-hotel di Mekah dan Madinah pada umumnya sudah paham kenakalan pihak travel dari Indonesia.

Karena mungkin ada persaingan bisnis dan juga tak selalu terhuni penuh, hotel-hotel di Mekah dan Madinah biasanya menerima saja semua jamaah yang check in ke hotel, asalkan ada penjaminnya.

Nah, biasanya di hari kedua barulah pihak hotel menagih pembayaran ke penjamin. Bila penjamin yang umumnya orang yang mukim di Mekah atau Madinah, bisa membayar karena sudah ditransfer oleh pihak travel, maka urusan tinggal di hotel selama berikut makan-minum di Kota Suci aman.

Namun, bila tidak dibayar, maka yang jadi jaminan biasanya paspor jamaah yang ditahan sampai dibayar. Nah, pada situasi seperti ini jamaah harus peka dan segera melaporkan ke pihak-pihak terkait karena ini sudah melanggar hak jamaah yang sudah membayar penuh untuk umrah.

Dalam kasus ketika pihak travel atau jamaah tak membayar, pihak hotel tidak akan memberikan kunci kamar kepada para jamaah. Biasanya setelah batas waktu toleransi, pihak travel akan mengirimkan paspor jamaah ke pihak imigrasi setempat.

5. Tidak Menyediakan Muthawwif atau Guide

Bila di brosur tercantum bahwa travel akan menyediakan muthawwif/guide atau pembimbing perjalanan selama ibadah dan city tour (tur dalam kota), maka tanyakan ke pihak travel kalau didapat selama di sana tak ada muthawwif yang menemani. Atau, laporkan bila ada gelagat kurang baik dari travel.

Perlu juga diketahui bahwa baik di Mekah maupun di Madinah sudah ada persatuan para muthawwif. Belajar dari kasus First Travel, para muthawwif sudah hapal travel-travel yang bermasalah dan bahkan sudah mempunyai daftar hitam travel nakal.

Baca juga:  Ini 5 Bukti Ide Khilafah Versi HTI Hanya Omong Kosong

6. Jangan Gampang Percaya, Meskipun Pemilik Travel Orang yang Dikenal

Salah satu fakta unik dalam kasus travel nakal adalah umumnya jamaah umrah mengenal dengan baik pemilik travel atau percaya setelah diyakinkan oleh orang-orang terdekat.

“Pesan kepada calon jamaah umrah, hati-hati memilih travel umrah, meskipun itu teman sendiri, karena faktanya kita malah dibuat seperti ini,” ungkap salah satu korban penerlantaran travel umrah yang tidak mau disebutkan namanya.

Untuk itu, siapa pun yang hendak berangkat umrah, perlu mengecek rekam jejak travel yang memberangkatkannya. Tanyakan kepada orang-orang yang pernah menggunakan jasa travel itu. Cari informasi di media sosial, media online, atau media massa tentang travelnya.

Bila ada indikasi yang mencurigakan dari informasi yang beredar, jangan sekali-kali menggunakan travel tersebut bila tak ingin terlantar. Bahkan, bila travel itu milik teman atau kenalan kita.

Nah, agar tidak semakin banyak jamaah yang dinakali oleh travel-travel bermasalah itu, masyarakat berharap bahwa pihak Kementerian Agama, terutama Dirjen Urusan Haji dan Umrah, untuk menertibkan kembali hingga mencabut izin travel-travel itu. Mungkin perlu juga dibuatkan situs dan hotline aduan terkait travel-travel yang nakal.

 

 

Komentar

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    3
    Shares
  • 3
  •  
  •  

One thought on “Waspada! Ini Tanda Travel Nakal yang Kerap Menerlantarkan Jamaah Umrah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *