Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili Dijuluki Imam Nawawi Abad Ini

  • 32
  •  
  •  
  •  
    32
    Shares

Datdut.Com – Saat wafat pada 2015 lalu, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili meninggalkan banyak karya penting dan bermanfaat untuk umat. Saat beliau wafat, dunia Islam jelas kehilangan putra terbaiknya abad ini.

Tidak hanya sebagai ulama, beliau juga dikenal sebagai ilmuwan, penulis dan tokoh kelas dunia. Banyak keteladanan dan keistimewaan yang patut ditiru dari diri beliau. Berikut beberapa di antaranya:

1. Keluarga 

Bapaknya bernama Mustafa. Berprofesi sebagai petani dan saudagar taat di Suriah. Hikmah yang dapat dipetik bahwa anak seorang seorang petani pun bisa menjadi ulama yang derajatnya dimuliakan Allah.

2. Pendidikan

Beliau menyelesaikan pendidikan dasarnya di Suriah. Pasca pendidikan menengahnya beliau melanjutkan ke Kairo Mesir dan lulus sebagai sarjana pada Fakultas Syariah dan Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al-Azhar Kairo pada 1956. Beliau juga lulus S1 Fakultas Hukum di Universitas Ain Syams pada 1957.

Lalu beliau meneruskan pada jenjang pada Program Master Syariah Fakultas Hukum di Universitas Kairo 1959. Pendidikan doktornya pada bidang Hukum Islam dengan predikat Summa Cumlaude yang diraihnya pada tahun 1963. Waktu sidang doktoral beliau berumur 31.

Baca juga:  Mau Sukses Studi? Amalkan 5 Tip Ini

3. Teladan

Konon beliau selalu rangking pertama di setiap jenjang pendidikannya. Almarhum Syekh Ramadan Al-Buthi bercerita tentang akhlak Syekh Wahbah.

“Kulihat seorang mahasiswa berpakaian ulama Suriah. Dia tergesa-gesa menuju ruang kuliah, seakan-akan ada yang mengejarnya dari belakang dan seolah-olah ada yang dikejarnya di depan,” tutur Al-Buthi.

Kesaksian di atas menjelaskan bahwa Syekh Wahbah tidak ingin dosennya datang duluan karena terlambat baginya adalah tak pantas dan dapat menghalangi memperoleh ilmu yang berkah.

Beliau pernah suatu kali membagi kunci kesuksesannya. “Sejatinya rahasia sukses adalah memperbaiki hubungan dengan Allah Swt. Selain itu, tentu saja waktu belajar dalam sehari sekurnag-kurangnya 15 jam, bahkan 18 jam. Sisa waktu itulah yang dipakai untuk makan-minum, buang air, mandi dll,” begitu saran beliau.

4. Karir dan Reputasi

Sepulang dari Kairo, beliau langsung mengabdikan ilmunya di Universitas Damaskus, sebagai staf pengajar pada tahun 1963, lalu menjadi Asisten Dosen pada 1969, lantas menjadi Guru Besar pada 1975.

Selanjutnya beliau pun menjadi dosen terbang di beberapa universitas terkemuka di dunia. Beliau pun rutin menjadi pembicara di forum-forum ilmiah skala internasional. Beliau mengampu majalah dan masuk daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia tahun. Malaysia juga menobatkannya sebagai sosok muslim panutan di dunia Islam tahun 2008.

Baca juga:  Dosen Prodi Tarjamah UIN Jakarta Jadi Penerjemah Raja Salman di DPR

5. Karya Ilmiah

Muridnya Syekh Dr. Badi’ As-Sayyid Al Lahham dalam bukunya Wahbah Az Zuhaili: Al-Alim Al-Faqih Al-Mufassir menyebutkan bahwa Syekh Wahbah memiliki 199 buku dan 500 makalah ilmiah. Dr. Badi’ mensifatinya sebagai Imam Suyuthi abad ini. Berbeda dengan Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub yang menjulukinya sebagai Imam Nawawi abad ini, saking banyak karya tulisnya.

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Alvian Iqbal Zahasfan

Kandidat doktor pada Universitas Dar El hadith El Hassania, Rabat, Maroko. Pernah jadi santri di Ponpes Nurul Jadid Paiton-Probolinggo, Ponpes Al-Ghazali Karangrejo-Tulung Agung, PIQ Singosari-Malang, Al-Ma’had Darus-Sunnah Al-‘Dauli li Ulumil Hadis Jakarta.
Alvian Iqbal Zahasfan

Latest posts by Alvian Iqbal Zahasfan (see all)

  •  
    32
    Shares
  • 32
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close