Wacana Khilafah di Dunia Maya Dikuasai Kelompok Anti-Pancasila

  • 10
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

DatDut.Com – Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, tentu menjadi pasar terbuka dan menjanjikan dalam pemanfaatan internet sebagai sarana ekspresi baru seseorang atau kelompok untuk menunjukkan eksistensinya.

Apalagi pada saat yang hampir bersamaan masyarakat Indonesia baru saja menikmati kebebasan berserikat dan menyatakan pendapat setelah tumbangnya rezim otoriter dan bergulirnya orde reformasi.

Oleh karena itulah, kelompok-kelompok Islam baik yang moderat, radikal, maupun liberal, memanfaatkan internet tidak hanya untuk menunjukkan eksistensinya, tetapi juga sekaligus sebagai wahana memasarkan gagasan dan ide yang diusungnya, termasuk melakukan serangan balasan terhadap kelompok lain yang berseberangan.

Isu-isu yang diusung itu tidak hanya yang berhubungan dengan problematika masyarakat Muslim di Indonesia, tetapi juga masyarakat Muslim di belahan dunia lainnya. Bahkan, sebagian isu diimpor dari tempat lain.

Baca juga:  Hadeuh! Ini 5 Dalil Syiah Membolehkan Nikah Mutah

Hal ini biasanya dilakukan oleh kelompok atau organisasi Islam transnasional. Perkembangan paling mencengangkan soal ini, belakangan isu yang berkembang pesat di dunia maya justru didominasi oleh kelompok radikal.

Salah satu isu yang berkembang cukup dominan di dunia maya adalah model negara Islam versi khilafah. Inilah yang menjadi fokus penelitian Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, Elve Oktafiyani, M.Hum, dan Ibnu Harish.

Tim peneliti dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengangkat tema “Cyber Islam di Indonesia: Perang Ideologi NKRI dan Khilafah di Dunia Maya”. Penelitian ini sendiri dibiayai oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI.

Diktis sendiri memang setiap tahun membuka kesempatan seluas-luasnya pada dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk mendapatkan dana penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga:  Meragukan Komitmen Bernegara Umat Islam Indonesia Kini, Perlukah?

Bahkan mulai tahun ini sesuai amanat UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, Diktis mengamanatkan kepada pengelola perguruan tinggi untuk mengalokasikan 30 persen anggaran untuk penelitian.

Measha

Measha

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ibu rumah tangga yang menggemari film korea dan martabak manis juga pesmol gurame.
Measha