Ustadz Abdul Somad, Dai Moderat yang Kedepankan Persatuan

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Ustadz Abdul Somad adalah seorang dai yang berakidah ahlussunnah wal jamaah, mengikut keyakinan Imam Abu Hasan Al-Asy’ari.

Dalam ranah amaliyah UAS mengikut kepada mazhab yang 4, terkhusus mazhab Imam Syafi’i sebagai amalan hariannya.

Secara rohaniyah UAS juga bertasawuf dengan mengikut thariqah yang mu’tabarah. Beliau bahkan mendapat kelar Khalifah Irsyad dari jamaah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Pelalawan Riau.

Kesimpulan diatas bisa diamati dari ceramah-ceramah UAS sejak awal kemunculannya sampai hari ini, dari buku-buku karangannya, dan perjalanan akademisnya.

Secara akademis, lembaga-lembaga pendidikan tempat beliau mengenyam pendidikan mendukung beliau untuk berpegang dengan 3 ranah pemahaman islam ini.

Ketika dikonfirmasikan kepada UAS, dengan tegas UAS menyatakan, “Saya Asyairah (penganut keyakinan Imam Abu Hasan Al-Asy’ari), Syafi’iyah (mengikut amaliyah Imam Syafi’i) dan berthariqah.”

Corak pemahaman Pslam pada 3 ranah esensi islam ini yang membuat Ustadz Abdul Somad mampu menghadirkan Islam wasathy (moderat), mencerahkan, menjaga pemahaman dan pengamalan islam yang sudah diwariskan umat islam di Indonesia secara turun temurun, serta menjadi perekat umat.

Baca juga:  Ini Sosok Pencetus Prodi Tafsir Hadis di Indonesia

Ustadz Abdul Somad memahami bahwa semua ahli kiblat selama masih menunaikan ajaran-ajaran pokok agama, seseorang masih dihukumi sebagai muslim.

Meskipun terjadi perbedaan-perbedaan furu’iyah di antara mereka. Itu khilafiyah yang lumrah. Bukan pembatas. Mereka layak diperlakukan hangat seperti memperlakukan orang yang sepaham dengan kita.

Rasulullah mengajarkan, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya”.

Karena memandang semua muslim bersaudara, Ustadz Abdul Somad bersedia duduk dengan tokoh-tokoh dan para dai lintas gerakan dakwah. Tidak ada sekat diantara mereka.

Bagi UAS, bersama lebih baik daripada berpisah-pisah. Apalagi saling serang.

Tapi jangan salah dipahami, berkumpul dan berfoto bersamanya Ustadz Abdul Somad dengan tokoh-tokoh antargerakan, tidak bermakna beliau melebur dan meyakini keyakinan kelompok lain seperti HTI, Wahabi, dan lain-lain.

Begitu juga ketika beliau hadir di tengah jamaah HTI, bukan berarti beliau tokoh HTI atau simpatisannya.

Beliau hadir selaku seorang dai yang menganggap saudaranya yang lain adalah muslim dan beliau mendukung perjuangan pergerakan yang dianggapnya positif untuk peradaban islam.

UAS memandang semua gerakan dakwah bisa berkontribusi untuk peradaban islam. Mari mensinergikannya.

Baca juga:  Ini 5 Pemikiran Kontroversial Ulil Abshar Abdalla yang Bikin Ngelus Dada

Meskipun berceramah dengan bahasa yang fasih dan seakan menjiwai flatform suatu gerakan dakwah, UAS tetaplah UAS yang memegang teguh aswajanya. Tidak ada yang berubah.

Kepada umat beragama lain UAS menjaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan karena sebangsa).

Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa umat beragama Kristen Katholik, Protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dan agama yang lain adalah saudara kita.

Saudara sebangsa yang mesti diperlakukan secara baik dengan penerapan Pancasila dalam bingkai NKRI.

Lebih lanjut Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada 2 model persaudaraan yang mesti diperhatikan: ukhuwah diniyah (ikatan persaudaraan karena seaqidah/seagama) dan ukhuwwah wathaniyah (ikatan persaudaraan karena sebangsa dan setanah air tapi tidak seaqidah/seagama).

75 %
Happy
25 %
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Alnofiandri Dinar

Dai asal Riau dan anggota Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa).
Alnofiandri Dinar

Latest posts by Alnofiandri Dinar (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close