Ustadz Abdul Shomad Menista Agama?

  • 35
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

DatDut.Com – Beberapa saat lalu warganet digegerkan dengan viralnya video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang salib.

Situasi pun makin memanas ketika ada kabar tentang dilaporkannya ulama tersebut lantaran dianggap menghina simbol agama lain.

Dalam video tersebut, UAS sedang menjawab pertanyaan jamaah mengapa hatinya menggigil saat melihat salib. Beliau pun menjawab bahwa itu ulah jin kafir yang ada di dalam salib.

Sebagian orang mungkin menganggap ini biasa saja dan menganggapnya angin lalu. Namun, tak sedikit pula yang terpancing dan tidak terima dengan perkataan UAS dalam video tersebut.

Salah satunya ialah Pastor Gilbert. Dalam postingan instagramnya, dia menyayangkan isi ceramah uas yang dianggap telah menghina agamanya.

“Perlu nggak sih, ceramah isinya hanya menghina agama lain? Apakah hati ustaz sudah begitu penuh dengan kebenciannya terhadap kami?” tulisnya.

Tak hanya mengomentari video UAS, tokoh ummat Kristiani ini juga mengajak seluruh masyarakat agar menjaga semboyan negara, Bhineka Tunggal Ika.

Lain dengan Pastor Gilbert, Persatuan Gereja Indonesia (PGI) menganggap perkataan UAS tak perlu dibawa ke pidana.

Gumar Gulton selaku sekertaris umum PGI menilai kalau ini hanya masalah etika dan ketidakpatutan. Agama Kristen sama sekali tidak ternodai dengan pernyataan UAS.

Baca juga:  Ahli Bahasa Tegaskan Surat Al Maidah 51 sebagai Alat Kebohongan

“Makanya, saya tidak sependapat diajukannya delik pidana agama kepada UAS”, jelasnya seperti dikutip dari tempo.co.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Muzakkir, seorang pakar hukum pidana, menganggap bahwa hal ini tidak sesuai dengan delik penodaan agama yang mana salah satu syaratnya menyinggung secara terang-terangan di depan khalayak umum.

Padahal dalam klarifikasinya, ulama asal Riau ini menyampaikan bahwa ceramah yang dilakukannya itu hanya untuk menjaga akidah umat Islam. Disampaikannya pun di tempat yang tertutup dan di hadapan jemaah umat Islam.

Kita memang harus menghormati pihak berwajib yang memang memiliki wewenang untuk mengurus setiap laporan yang masuk. Namun, kita harus ingat juga kalau bukan tugas kita untuk menghakimi satu sama lain.

Keinginan MUI agar kasus ini tidak dilanjutkan melalui jalur hukum juga tidak ada salahnya.

Coba bayangkan saja jika kasus ini berakhir tidak sesuai keinginan di tangan hukum, bukannya ke depannya juga akan berdampak pada proses dakwah internal setiap umat beragama?

Jelas-jelas berbicara di rumah sendiri dengan aturan yang berlaku di sana, masa tetangga bisa komentar dan mengadu ke pengadilan? Apa harus kita mengawasi tiap rumah biar nggak pada ngomongin tetangganya?

Baca juga:  Orang Liberal Memelintir Penjelasan Ibnu Katsir terkait Al-Maidah 51, Syarif Hade: Itu Memperkosa Tafsir!

Jangan-jangan, yang lapor bukan tetangganya? Malah orang rumah sendiri yang menghasut tetangga buat lapor?

Atau provokatornya malah yang nggak punya rumah? Terus mau lihat orang lain pada bakar-bakaran rumah dan berakhir menggembel bersama?

Sebenarnya ini cukup membuat kita heran. Apalagi setelah mendengar klarifikasi UAS bahwa ceramah tersebut dilakukan beberapa tahun silam.

Kenapa baru mempermasalahkan video tersebut sekarang? Jangan-jangan yang memviralkanlah yang mengujar kebencian?

Sebagai warga negara yang baik, hendaknya kita menjaga diri dari segala yang memecah belah persatuan. Jangan sampai kita sibuk bertengkar saling lapor sana-sini terus ada yang ketawa bersama di belakang sana.

Kalau kata acara TV zaman dulu, “Waspadalah! Waspadalah!”

1 1
100 %
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Latest posts by Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi (see all)

  •  
    35
    Shares
  • 35
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close