Mau Maju? Umat Islam Indonesia Harus Punya Sifat-sifat Ini!

  • 12
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

DatDut.Com – Perkembangan terakhir terkait menguatnya fanatisme sempit dan perasaan paling benar sendiri di antara angota dan simpatisan organisasi kemasyarakatan (ormas) atau kelompok Islam di Indonesia, amat mengkhawatirkan.

Bagi saya, fenomena ini tidak memberikan sumbangan positif dalam kehidupan umat Islam Indonesia. Bila tidak dikelola dengan arif, ini bisa menimbulkan konflik yang tidak perlu dan berkepanjangan. Ini belum lagi diperparah dengan aktivitas provokasi lewat media sosial yang justru terus membakar dan bukan memadamkan.

Padahal bila mau jujur, semua ormas dan kelompok Islam di Indonesia itu baik dan pasti membawa misi yang luhur. Masing-masing ormas dan kelompok punya prioritas yang pada akhirnya menjadi ciri khas. Hanya sikap-sikap berlebihan dan fanatik dalam berormas itulah yang menyebabkan sebagian melakukan tindakan yang tidak sepatutnya. Dalam hal ini, ungkapan khudz ma shafa wa da’ ma kadar (ambil yang baik dan tinggalkan yang tidak baik), menjadi relevan.

Nah, bila kita bisa mengambil yang baik-baik dari tiap ormas atau kelompok, tentu akan berdampak besar pada kemajuan dan kekhasan umat Islam Indonesia di mata dunia. Berikut hal-hal baik yang jika dipunyai oleh setiap Muslim Indonesia, maka umat Islam di negara tercinta ini akan maju dan mungkin akan jadi kiblat baru dalam keislaman:

1. Semangat NU dalam Menjaga Tradisi 

NU selama ini dikenal sebagai ormas yang tekun menjaga tradisi-tradisi yang telah dikembangkan para ulama di Nusantara, mulai dari tahlilan, maulidan, barzanjian, dan manaqiban. Bahkan, apa yang pernah dicontohkan Walisongo dalam berdakwah secara kultural juga dijaga dan diteruskan oleh NU.

Slogan al-muhafazhah alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (menjaga yang lama berkategori baik dan mengambil yang baru berkategori lebih baik) benar-benar diamalkan NU. Inilah yang membuat NU tetap eksis di usianya yang menginjak seabad.

2. Semangat Muhammadiyyah dalam Membangun Lembaga Pendidikan 

Peran penting Muhammadiyah dalam dunia pendidikan formal di negeri ini tak dapat dipungkiri. Ratusan universitas dan sekolah tinggi juga ribuan sekolah dikelola dan dikembangkan secara profesional oleh Muhammadiyah. Bahkan, ada banyak lembaga pendidikan Muhammadiyah yang menjadi sekolah dan kampus yang terkemuka baik di level lokal, nasional, maupun internasional.

Baca juga:  Sepuluh Tahun Jadi Warga Aktif Facebook

Mungkin tak terhitung lagi berapa banyak alumninya dari lembaga-lembaga pendidikan itu yang berkiprah dan berkontribusi besar dalam pembangunan negeri ini. Slogan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) benar-benar mengakar dalam tradisi Muhammadiyah.

3. Semangat FPI dalam Nahi Munkar 

Banyak orang beranggapan, kehadiran FPI sebagai ormas Islam yang berada di garda terdepan dalam pemberantasan kemungkaran, justru merugikan citra umat Islam Indonesia. Anggapan ini meskipun ada benarnya di sebagian kasus, tapi ada salahnya dalam kasus-kasus yang lain.

Sulit dipungkiri, keberadaan FPI dalam kadar tertentu membuat para pelaku kemunkaran perlu berpikir seribu kali saat hendak melakukan kemunkaran, terutama di kawasan yang banyak anggota FPI-nya. Meskipun ini juga tidak menepis kemungkinan adanya rumor bahwa oknum-oknum di lingkaran FPI sendiri ada yang memanfaatkan situasi ini.

Namun, semangat FPI dalam memberantas kemunkaran perlu untuk terus didukung, sembari perlu masukan pada pihak FPI terkait model pemberantasa kemunkaran yang tidak merugikan citra umat Islam Indonesia secara kesulurahan.

4. Semangat Kelompok Salafi dalam Kehati-hatian Beragama

Selama ini kelompok salafi dikenal luas melalui penampilan mereka dalam berbusana yang cukup khas, seperti celana cingkrang, berjenggot, dan berjidat menghitam. Selain itu, mereka juga konsisten dan militan dalam memperjuangkan ide anti-bidah, kembali kepada Alquran dan Sunah, dan pentingnya penerapan syariah di bumi Indonesia.

Bila mau jujur, semua itu dilakukan semata-mata merupakan bagian dari ekspresi ber-Islam mereka yang cenderung hati-hati bila tidak dalil dari Alquran dan Sunnah. Mereka hanya mau memperjuangkan apa yang sesuai dengan misi Islam. Meskipun pada beberapa kasus mereka terlihat menjadi toleran terhadap pandangan berbeda dari kelompok atau ormas Islam lainnya. Namun, kehati-hatian mereka dalam beragama patut juga diacungi jempol.

5. Semangat PKS dalam Memperjuangkan Islam Lewat Jalur Politik

PKS memang organisasi politik, bukan ormas. Tak tak boleh dilupa bahwa PKS lahir dari organisasi dakwah di kampus, rohis, dan komunitas usrah yang dikembangkan oleh para petinggi PKS zaman dulu. Sebagai partai politik, PKS memiliki kader dan simpatisan yang militan. Ini karena PKS dibangun oleh mereka yang punya ideologi yang sama. Tentu ini keuntungan bagi PKS yang mungkin tidak dimiliki partai-partai lain di Indonesia yang kecenderungan umumnya diisi oleh orang-orang pragmatis dan oportunis.

Baca juga:  Nasihat untuk Jonru dan Para Pemujanya

Meskipun PKS sempat mengalami prahara akibat beberapa skandal para pentolannya yang terkuak di ruang publik, namun PKS tetap mempunyai kader yang loyal dan siap membela PKS dalam situasi tergetir sekalipun. Ada satu hal yang masih menjadi ciri khas PKS bahwa partai ini di antara sedikit partai yang menjadikan Islam sebagai platform perjuangannya. Soal apakah ini bagian dari marketing politik atau bukan, saya tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Yang jelas perda-perda syariah di berbagai daerah, merupakan hasil karya sebagian kader PKS.

***

Satu hal yang mungkin penting dalam konteks ini bahwa untuk menjadi maju, umat Islam Indonesia harus bersatu. Jangan terlalu menonjolkan ego kelompok atau keormasan. Yang dicari semestinya kalimah sawa’  (titik temunya), bukan titik bedanya. Semua mestinya mampu mengendalikan diri bila perbedaannya pada hal-hal yang furu’, bukan ushul. Islam harusnya menjadi pengikat. Kalau berkelompok atau berormas membuat kita jauh dari sesama saudara seagama dan dari Islam, mungkin perlu kita tanya pada diri kita, mungkin ada yang salah dari ormas kita atau cara kita berormas? 

 

 

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

  •  
    12
    Shares
  • 12
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close