Uff itu Ah, Ih, Uh, atau Cis?

  • 6
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

DatDut.Com – Terkait Terjemahan Al-Qur’an Kemenag versi penyempurnaan, terjemahan QS Al-Isra 23 di antara yang paling membuat saya penasaran.

Bagian yang paling menarik perhatian saya adalah فلا تقل لهما أف. Kata أف itu pernah diterjemahkan “cis” dan pernah pula diterjemahkan dengan “ah”.

Pertanyaannya kemudian, tepatkah terjemahan أف dengan cis atau ah? Secara makna kebudayaan, memang tidak ada yang salah dengan terjemahan itu.

Karena bila menilik makna di KBBI, kedua kata itu memang memiliki makna terkait ekspresi kecewa, menyesal, tidak setuju.

Namun, benarkah hanya dua kata itu yang bisa dipakai untuk menyatakan kekecewaan dan ketidaksetujuan? Tak adakah kata lain yang semakna dalam kebudayaan kita, atau di KBBI khususnya?

Baca juga:  Jika Ada 5 Ciri Ini pada Seorang Dai, Maka Dia Sesungguhnya Selebriti!

Ternyata ada kata lain di KBBI yang semakna dengan kedua kata itu, seperti ih, uh, dan oh. Bahkan dalam kebudayaan kita, banyak kata lain yang mempunyai makna yang sama, seperti aduh, waduh, wah.

Lalu, bagaimana mendudukkan masalah ini? Untuk mengurai hal ini, kita perlu memahami kata أف ini.

Kata ini secara linguistis masuk dalam kategori fatis yang hanya mempunyai fungsi sosial dan tidak mempunyai fungsi untuk menyampaikan informasi.

Oleh karena itu, kata أف bisa diterjemahkan apa saja selama mempunyai makna sosial kecewa, kesal, dan tidak setuju.

Bahkan, hemat saya, yang terpenting bukan katanya, tapi intonasi, volume suara, ekpresi, genstur, sikap tubuh saat mengatakan itu justru yang jauh lebih penting.

Baca juga:  Lima Orang Ini Berani Kritik Ulama yang Ilmunya Jauh di Atasnya

Mengapa? Karena kata berstatus fatis biasanya lebih ditentukan oleh faktor di luar linguistiknya daripada linguistiknya.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

  •  
    6
    Shares
  • 6
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close