Ini Ucapan Minta Maaf Lebaran Mulai dari yang Singkat hingga yang Rumit

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Momen Idul Fitri bagi kebanyakan Muslim di dunia digunakan untuk melakukan silaturahmi dan saling memaafkan. Soal ada yang menggugat kesunahannya lalu memvonis silaturahmi dan minta maaf saat lebaran adalah bidah, abaikan saja. Toh itu adalah fatwa yang baru muncul akhir-akhir ini. Sedangkan mayoritas umat Islam sudah sejak lama mengamini dan melakukakan tradisi baik tersebut.

Nah, soal minta maaf saat lebaran, sebenarnya bentuk bakunya adalah “mohon maaf lahir dan batin” atau “mohon maaf lahir batin”. Lebih sempurnyanya ditambahi dengan doa تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ (semoga Allah menerima amal kita) lalu disisipi doa من العائدين و الفائزين (semoga kita termasuk golongan orang yang kembali kepada kesucian dan golongan orang yang beruntung). Barulah ditambahi permohonan maaf. Lagi-lagi abaikan saja klaim doa atau ucapan lebaran paling nyunah dari sekelompok umat Islam tertentu.

Karena mungkin terlalu panjang dan setiap orang sudah paham bahwa saat Idul Fitri banyak hati yang membuka pintu maaf, maka ungkapan pun dipersingkat. Tapi ada juga yang panjang bertele-tele lho. Berikut ini macam-macamnya:

1. Lahir-Batin …

Ya… hanya kata “lahir batin” saja. Sambil salaman dengan wajah gembira khas Idul Fitri. Dengan sepasang kata itu, banyak orang yang menganggap sudah cukup untuk saling memaafkan. Begitulah. Simpel, padat, dan sambil lalu.

Baca juga:  Belajarlah dari 5 Pepatah Orang Minangkabau Ini Saat di Perantauan

Kadang orang-orang simpel ini tidak bersalaman. Cukup dari kejauhan karena ada keperluan mendesak, sambil teriak, “Wooi!! Lahir-batin ya?!!”.

Ada-ada saja…

2. Kosong-kosong

Mirip skor pertandingan bola atau lainnya. Ungkapan kosong-kosong ini maksudnya, ya, antara kita kosong, tidak ada lagi dosa antarsesama manusia. Kesalahanku ke kamu dimaafin, kesalahmu ke aku aku maafin. Karena semua “skor” kesalahan sudah dihapus, maka antara dua orang yang mengatakan itu skornya kosong alias nol.

Model simpel dan ringkas layaknya nggak masuk hati begini biasanya dilakukan kalangan muda. Mereka yang tidak mau ribet dengan tradisi yang agak rumit.

3. Mohon Maaf Lahir-Batin

Yang ini sudah biasa. Umum, dan tidak terlalu istimewa. Semua orang, entah benar-benar sampai hati atua hanya sekedar ucapan sebatas bibir, semuanya mengucapkan ini. Mohon maaf lahir-batin. Dijawab iya, sama-sama. Bersalaman. Kalau kaum cewek biasanya plus cipika-cipiki. Kalau para cowok malah ada yang bersalaman dengan kuat, digoyangkan, plus memukul lengan kawan segala.

4. Ala Sungkeman

Nah, ini metode saling memaafkan yang paling panjang dan bertele-tele menurut ukuran anak muda sekarang. Tradisi sungkeman ini banyak dilakukan masyarakat Jawa. Biasanya usai shalat Id, para anggota keluarga berkumpul. Yang tua sudah duduk manis dan anggun. Lalu segenap anak, cucu bergantian menyalami orang tua. Posisinya si anak di bawah sambil bersimpuh lalu mencium tangan orang tua yang dalam pangkuan mereka.

Baca juga:  Ini 5 Kemistisan Suku Dayak

Proses minta maafnya memakai bahasa Jawa Kromo Inggil atau bahasa halus. Hem, saya sendiri tidak hafal dengan runtutannya. Apalagi bagi Jawa kelahiran luar Jawa, tradisi begini sudah banyak yang luntur. Contoh tradisi sungkeman yang masih dilestarikan adalah yang tiap lebaran diadakan oleh Kraton Yogyakarta.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
Close