Tradisi Baru Anak Muda Belitung di Warkop

  • 13
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares

DatDut.COm – Lazim diketahui bahwa masyarakat Belitung sangat gemar menghabiskan waktu di Warung Kopi (Warkop). Ini bisa dilihat kasat mata dengan banyaknya warung kopi yang bertebaran di pulau berjuluk Negeri Laskar Pelangi ini. Mulai dari warkop yang elit dan ber-ac hingga yang hanya menggunakan grobak atau petak kayu.

Jika biasanya Warkop hanya sekedar untuk melepas penat atau bertemu kawan, akhir-akhir ini justru terlihat ada “tradisi baru” anak-anak muda Belitung menghabiskan waktunya di Warkop.

Seperti yang terjadi di Warkop Kotja di sekitaran Jalan Sudirman, Tanjungpandan. Setiap Ahad pagi sekitar pukul sembilan, tampak muda-mudi Belitung meramaikan warkop ini. Mereka melakukan kajian agama dengan cara santai, asyik dan terbuka.

Baca juga:  Ini 5 Mitos Orang Tua yang Bersumber dari Ajaran Islam

“Ini sudah mulai dilakukan sejak dua tahun lalu,” kata Multazam Zakaria atau biasa dipanggil Bang Azam yang bertindak sebagai pembina ngopi anak muda itu.

Bang Azam mengungkapkan bahwa ngopi menurut mereka adalah singkatan dari Ngobrol Penuh Arti. “Jadi kita ingin muda-mudi ini tidak sekedar minum kopi, main wifi, lalu larut dalam hal yang tak berarti bagi masa depan mereka,” tutur pria yang juga nerupakan alumni STEI SEBI.

Berbeda dengan yang tampak pada Senin malam (23/7) di warkop ini. Para muda-mudi Belitung yang datang nampak lebih ramai, sekitar lima puluh orang.

Setelah berkumpul, sambil menikmati kopi, seseorang memimpin diskusi, dua orang menjadi narasumber, dan sisanya siap bertukar pikiran dan gagasan tentang tema-tema yang ditelah ditetapkan.

Baca juga:  Mau Buka Usaha di Sekitar Pesantren? Ini 5 Usaha Laris Manis yang Bisa Buka 24 Jam

Selain itu, tampak juga rak-rak yang tergantung dengan tali. Rak tersebut diisi buku-buku yang bisa dibaca oleh setiap pengunjung warkop.

“Kita berharap ini akan menjadi tradisi baru muda-mudi Belitung. Efeknya bukan hanya menghidupkan warung-warung kopi, tapi menghidupkan semangat muda-mudi untuk menuntut ilmu, mengkaji agama dan berkontribusi untuk daerah.” pungkas Bang Azam.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

  •  
    13
    Shares
  • 13
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close