Tip Belajar Lebih Efektif dan Efisien

  • 11
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

DatDut.Com – Belajar menjadi satu keharusan bagi seseorang. Nah, yang menjadi masalah, banyak orang mengeluhkan sulitnya dan tak betapa tak menyenangkannya belajar itu.

Padahal jika tahu langkahnya, belajar bisa lebih mudah dan menyenangkan. Belajar yang efektif tidak hanya bikin ilmu cepat masuk kepala, tapi juga bermanfaat untuk jangka panjang.

Singkatnya, ilmunya tak cuma masuk kuping kanan, lalu keluar kuping kiri. Tak cuma masuk mata kanan, lalu keluar mata kiri. Berikut 5 cara agar belajar lebih efektif:

1.    Membaca

Membaca adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dalam belajar. Meskipun membaca bisa juga diartikan dengan mengamati sesuatu, namun membaca secara harfiah, tetap tidak bisa digantikan.

Sebab membaca secara harfiah adalah proses penyerapan ilmu yang telah ditemukan oleh orang lain, sedangkan mengamati adalah proses untuk menghasilkan suatu ilmu.

Sehingga, untuk melakukan suatu tindakan pembelajaran, seseorang harus dan mutlak untuk membaca, selain juga harus mengamati seperti yang telah dibahas di atas.

2.    Memahami

Jika membaca adalah menyiapkan bahan, maka memahami tidak ubahnya seperti proses memasak bahan tersebut.

Dengan kata lain, memahami adalah mengolah segala hal yang sudah kita baca dan kita amati, untuk kemudian disimpulkan.

Baca juga:  Sulit Istiqamah dan Malas Belajar, Coba Renungkan dan Amalkan 5 Tip Ini

Banyak orang melakukan langkah pertama dan kedua bersama-sama. Kadang memang bisa begitu, tapi pada beberapa hal, kita butuh waktu sendiri untuk memahami. Sebagai tanda jika kita telah paham, kita akan bergumam: ‘oh, begitu!’

3.    Menjelaskan

Kalau boleh diibaratkan, menjelaskan adalah langkah tantangan untuk membuktikan apakah kita benar-benar sudah paham dengan apa yang kita pelajari atau belum.

Bentuk menjelaskan ini tidak melulu harus berbicara sendiri atau harus di depan suatu forum. Tapi, menjawab pertanyaan yang menjadi poin hal yang kita pelajari, juga bisa.

Jika semisal, usai kita memahami, kita menyusun pertanyaan dan kita jawab dengan gamblang sendiri, tentu ini merupakan hal yang menarik.

Sama menariknya dengan seseorang membuat pertanyaan untuk kita, dan kita menjawabnya dengan jelas sejelas-jelasnya.

4.    Menulis Kembali

Yang saya maksudkan di sini adalah lebih kepada mencatat apa yang sudah kita pahami.

Catatan yang baik bukan catatan yang bagaimana atau harus bagaimana, melainkan catatan yang memudahkan kita mengingat kembali bila suatu saat kita lupa. Serius, kita ini manusia! Gampang lupa!

Lain itu, musuh seorang yang memahami sesuatu adalah lupa. Sehingga hanya catatan yang bisa menjadi tali kekang apa yang sudah pernah kita pelajari dan kita pahami.

Baca juga:  Gagal Move On, Ini 5 Nasihat Ahli Tasawuf

5.    Mengaplikasikan

Pernah dengar begini, al ‘ilmu bila ‘amalin kassyajarin bila tsamarin ? Ilmu yang tidak diamalkan layaknya pohon yang tidak memiliki buah? Iya.

Segala hal yang sudah kita pelajari, yang sudah kita pahami, adalah hal yang sesungguhnya harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Bahasa kerennya harus diaplikasikan.

Aplikasi ilmu atau hal yang sudah kita pelajari ini bukan semata-mata agar ilmunya berbuah.

Namun lebih dari itu, ilmu yang diaplikasikan dalam kehidupan nyata itu tidak akan kita lupakan, seolah aplikasi ilmu adalah catatan dalam bentuk lain, bukan sekedar teks.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Ulin Nuha Mahali

Alumni Madrasah Diriyyah al-Amiriyyah Blokagung Banyuwangi.
Ulin Nuha Mahali
  •  
    11
    Shares
  • 11
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close