Tiga Tembok yang Harus Dilalui sebelum Sebar Informasi

  • 2
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

DatDut.Com – Dalam seminar Workshop kepesantrenan yang diselenggarakan di Darus-Sunnah Ciputat pada hari Minggu, 12 November 2017, dibahas beberapa perkara yang seyogyanya dilakukan santri pada era postmilenial ini. Terdapat dua pembicara, Gus Romzi dan Khodim Mahad Darus-Sunnah, Gus Zia Ul Haramein.

Gus Zia mengatakan bahwa santri sekarang tidak hanya mendapatkan informasi dari internal pondok saja, sebagian mereka sudah memiliki sosial media, di sanalah peranan santri dibutuhkan. Contohnya jikalau sewaktu-waktu mendapatkan kabar yang tidak valid atau berita hoax, diharapkan mereka merealisasikan tabayyun, sebagaimana yang diajarkan di pesantren.

Selain itu, Gus Zia juga memberi tips yang didapatnya dari salah satu gurunya ketika di Amerika. Katanya, jika ingin menyebarkan berita maupun informasi hendaknya kalian harus melewati tiga tembok. Pertama, is it true? Apakah itu benar? Kedua, is it necessary? Apakah itu penting? Dan yang ketiga, is it kind? Apakah itu baik? Jika tiga tembok ini terpenuhi, maka bicaralah sesukamu.

Baca juga:  Ini Gus Zia Ul Haramein, Putra Semata Wayang Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub

Gus Zia juga menekankan bahwa santri sekarang harus membuka diri untuk mendapatkan ilmu dari mana saja, jangan berpikiran semua yang berasal dari barat itu buruk. “Ilmu bisa diambil dari siapa saja, namun tidak semua ilmu bisa diamalkan,” pungkas putra semata wayang almarhum Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub ini.

Komentar

Amin Nurhakim

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta dan mahasantri Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darussunnah. Pecinta kopi pagi.
Amin Nurhakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *