This or That, Antara Narsis atau Takut dibilang Kudet

  • 9
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

DatDut.Com – Demam mengisi template di instagram tampaknya tidak hanya menyerang selebriti instagram atau yang biasa disebut selebgram. Beberapa teman yang menurut saya nggak hits-hits amat juga ikut mengisi template yang disediakan oleh official account atau public figure di media sosial instagram.

Setelah diisi, sudah barang pasti akan dibagikan di insta story dan dikonsumsi khalayak luas, termasuk saya. Jadilah saya berfikir, sebenarnya motivasi mereka mengisi template this or that dan fill the blank yang kebanyakan pertanyaannya mengekspos hal-hal yang sifatnya personal itu apa sih?

Awalnya saya mengira demam this or that dan fill the blank di instagram sudah surut sejak beberapa hari yang lalu. Tapi ternyata, setelah meluangkan waktu untuk sekedar memutar insta story teman-teman saya di instagram, saya langsung tahu bahwa perkiraan saya melenceng jauh.

Faktanya, this or that dan fill the blank masih hangat di dunia per-insta story-an. Masih banyak yang tertarik mengisi template seputar hal-hal pribadi mulai dari makanan kesukaan hingga karakter pasangan idaman. Dari mulai template yang disediakan akun-akun centang biru, sampai akun-akun komunitas tertentu.

Semakin saya banyak menonton insta story, semakin banyak macam template yang saya lihat, semakin penasaran saya dibuatnya. Sejak pertama mengamati demam this or that dan fill the blank, saya punya satu pertanyaan besar. Sebenarnya apa yang mendasari orang-orang ikut memainkan permainan ini di insta story mereka?

Kalau boleh menggunakan teori kritis yang selalu suudzon dengan motif dibalik suatu hal, saya punya dua hipotesis mengapa orang-orang mengikuti tren ini. Yang pertama ya karena memang narsis. Yang kedua, enggan disebut kudet. Bukan tanpa alasan, hipotesa saya terbentuk setelah mengamati beberapa tema this or that dan pertanyaan fill the blank yang banyak bermunculan di insta story.

Membiarkan urusan pribadi kita diekspos oleh orang lain lewat fitur insta story tentu memerlukan keberanian yang cukup. Apalagi bagi orang-orang yang tidak terbiasa menjadi center of interest. Pasti agak risih rasanya jika orang lain mengetahui informasi yang bersifat pribadi seperti makanan favorit, brand make up favorit, atau kebiasaan buruk setelah bangun pagi.

Baca juga:  Kesalahan Penulisan Minal Aidin wal Faizin yang Banyak Beredar di Medsos

Dari sini, dapat kita simpulkan salah satu kemungkinan orang bersedia dengan kesadaran penuh berbagi mengenai hal personal mereka lewat permainan this or that dan fill the blank dilandaskan atas sifat narsis yang lekat dengan pribadi tersebut.

Menurut para ahli psikoanalisis, narsisme ialah perhatian yang sangat berlebihan kepada diri sendiri. Perilaku narsisme ditandai dengan kecenderungan untuk memandang dirinya dengan cara yang berlebihan; merasa paling unik dan senang sekali mengekspose dirinya sendiri dengan harapan mendapatkan pujian dari orang lain.

Mengacu dari pengertian ini, perilaku instagram user yang gemar menggungah hal-hal pribadi lewat this or that dan fill the blank di insta story dapat digolongkan sebagai perilaku narsisme. Ada keinginan untuk diperhatikan, diakui, dan dipuji oleh follower.

Ketika mengisi template mengenai kebiasaan, dan hal-hal kesukaan, tentu ada dorongan dalam diri untuk mengisinya semenarik mungkin agar mendapatkan perhatian orang lain. Inilah yang mengindikasikan sifat narsisme seperti yang telah saya duga dalam hipotesa pertama saya.

Berbeda dengan hipotesis pertama, pada hipotesis kedua mengenai rasa enggan dianggap kurang update atau kudet, pengguna media sosial instagram cenderung merasa ‘dipaksa’ memainkan dua permainan yang sedang booming di instagram ini. Perasaan cemas karena dianggap tidak mengikuti tren, mendorong para pengguna instagram untuk me-posting jawaban mereka dalam sebuah template menggunakan fitur insta story.

Baca juga:  Seru!! Ini 5 Kehebohan Gara-gara Foto Telur Ayam Berstempel Halal di Medsos

Terlepas dari hipotesa mana yang teruji sebagai motif para user instagram bermain this or that dan fill the blank, membagikan hal-hal yang sifatnya personal lewat dua permainan ini tentu bukan hanya perkara tekan share atau tidak.

Ada banyak konsekuensi yang perlu dipertimbangkan. Efek dan respon dari orang lain yang membaca, misalnya. Apa efek paling nyata yang akan kita terima dari permainan dunia maya ini? Lalu bagaimana respon orang lain yang membaca jawaban kita?

Sebagai contoh, pada template dengan tema fear atau ketakutan. Ketika kita memutuskan untuk menjawab pertanyaan seperti ‘apa fobia terbesarmu dalam hidup’ atau ‘hewan apa yang kamu takuti’ secara tidak langsung memberikan akses kepada khalayak luas untuk mengekspos kelemahan kita yang bisa jadi akan membahayakan diri kita.

Jika informasi pribadi seperti itu diketahui oleh orang yang salah atau orang yang memiliki niat jahat tentu akan berakhir mengerikan. Maka, perlu kehati-hatian dari diri sendiri akan informasi personal kita. Jangan sampai keinginan menjadi ‘nyeleb’ seperti selebgram justru membawa petaka bagi kita sendiri.

Komentar

Rofida Amalia Andini

Rofida Amalia Andini

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas UPN Yogyakarta
Rofida Amalia Andini

Latest posts by Rofida Amalia Andini (see all)

  •  
    9
    Shares
  • 9
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *