Terorisme Menjamur, Ini 5 Komentar Syekh Yusuf Qardhawi

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 384

Waktu Baca2 Menit, 11 Detik

DatDut.Com – Isu terorisme hingga kini ramai dibicarakan di berbagai belahan dunia. Pada kasus terbaru, Paris diserang oleh beberapa kelompok radikal. Lagi-lagi Islam dicap radikal. Dunia geger saat penyerangan tersebut. Di satu sisi yang lain, dunia diam saat Palestina digempur habis-habisan oleh Israel dengan perlakuan yang keji dan biadab. Aneh, tapi nyata.

Syekh Yusuf Al-Qardhawi menulis buku zhahiratul ghuluw fit takfir. Buku ini menjelaskan tentang fenomena saling mengkafirkan dan membidahkan sesama Muslim. Selain berisi dalil Alquran dan Hadis terkait fenomena tersebut, ia juga menyebutkan beberapa faktor penyebab mengapa terjadi teror takfir dan bidah pada sesama Muslim. Paling tidak, ini 5 faktor yang melatarbelakangi tindakan takfir tersebut.

1. Pemahaman Minim Semangat Keagamaan Menggebu-gebu

Dalam bukunya tersebut, ia bercerita: “Sejak beberapa tahun, saya disibukkan dengan permasalahan takfîr yang dialami beberapa kawan yang  datang pada saya. Hal ini terjadi saat usai tragedi Ikhwân al-muslimîn ketiga di masa revolusi. Mereka bercerita kepada saya tentang fenomena takfîr yang dilakukan kebanyakan pemuda.”

Menurutnya, fenomena takfir tersebut ditengarai minimnya pemahaman agama. Di sisi yang lain, semangat keislaman mereka terlalu menggebu-gebu. Belum lagi, kemudahan akses internet yang berisi perang wacana semakin memperkeruh keadaan.

Baca juga:  Ini 5 Pemikiran Kontroversial Ulil Abshar Abdalla yang Bikin Ngelus Dada

2. Merasa Paling Benar Sendiri

Minimnya pengetahuan yang bersamaan dengan semangat keagamaan yang menggebu-gebu berdampak pada merasa paling benar sendiri. Setiap pemahaman keagamaan yang tidak sesuai dengan pandangan mereka, maka dianggap sesat, bidah, kafir, dan bahkan wajib dibunuh. Bila sudah merasa benar paling benar sendiri, setiap pendapat orang lain pasti akan disalahkan.

3. Sebagian buku-buku keislaman Mengajarkan Provokasi

Buku-buku keislaman yang mengajarkan provokasi biasanya tidak menghadirkan dialog interaktif. Selain itu, buku tersebut tidak menghadirkan bantahan dan kritik orang lain yang kemudian direspon secara santun dan ilmiah.

Bila buku tersebut berisi tentang ajakan mengkafirkan, membidahkan, dan membunuh orang lain atas nama agama, maka saya pastikan buku tersebut tidak layak dibaca. Inilah, menurut Syekh Qardhawi, salah satu penyebab mengapa terjadi fenomenatakfir yang begitu masif.

4. Pemahaman Tekstual Alquran dan Hadis

Semua umat Muslim diseluruh dunia sepakat bahwa Alquran dan Hadis merupakan dua sumber utama dalam ajaran Islam. Namun, pemahaman Alquran dan Hadis sepotong-potong, tidak utuh, dapat menyebabkan radikalisme agama. Memahami Alquran dan Hadis membutuhkan perangkat ilmu yang tidak sedikit. Bahasa Arab, usul fikih, ilmu Alquran, ilmu Hadis, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Ini 5 Nasihat Mbah Maimun Zubair pada Santrinya

5. Perlakuan Tidak Manusiawi Pemerintah

Dalam konteks ini, Yusuf Qardhawi mengomentari para residivis Ikhawanul Muslimin di Mesir. Para residivis diperlakukan tidak manusiawi saat mereka berada dalam penjara. Bahkan, para petugas penjara menyiksa dan menganiaya para residivis tersebut. Bahkan, petugas penjara berani menghina keberagamaan para residivis. “Mana Tuhanmu?, kami akan jebloskan Tuhanmu ke dalam penjara!”

harisPenulis : Ibnu Harish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Harish

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *