Ternyata Istilah “Ustaz Sunnah” Itu Bidah

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com- Akhir-akhir ini media sosial ramai dengan meme ciri-ciri masjid sunnah. Sebelumnya pernah ada meme daftar ustaz sunnah, juga tidak ketinggalan kajian-kajian sunnah.

Mengenai siapa-siapa saja yang termasuk ustaz sunnah menurut meme itu, saya kira tidak perlu disebutkan. Silahkan Anda searching sendiri di mbah google. Jangan mager ya!

Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik dengan postingan tentang sunnah-sunnah itu kecuali satu. Yaitu sunnah Rasul malam Jumat. Dan Anda tidak perlu ngeres karena maksud saya adalah “yasinan”.

Yasinan itu sunnah “sependek” yang saya ketahui. Kalau menurut almukarom ustaz sunnah yasinan itu bidah ya sebodo teing atuh.

Karena saya belajar dari ustaz wajib bukan cuma ustaz sunnah. Hayo wajib sama sunnah kuat mana?

Anda pasti berpikir bahwa saya mengada-ada dengan istilah ustaz wajib kan? Jangankan Anda, saya juga tahu kalau saya sedang mengada-ada.

Tetapi masa mereka boleh “mengada-ada” dengan istilah “ustaz sunnah”, sementara saya tidak boleh membuat istilah bidah “ustaz wajib”. Kan tidak fair dong?

Lagi pula istilah yang saya buat implikasinya tidak sejahat mereka. Stereotip yang timbul cuma “kalau ada ustaz wajib, nanti ada ustaz sunnah”. No problem kan?

Sekarang bedakan dengan mereka yang mengatakan bahwa selain ustaz sunnah itu ustaz bidah. Segala hal bidah itu sesat. Dan yang sesat masuk neraka.

Nah lho, ustaz yang bakal masuk surga cuma 19 orang yang di meme itu. Insyallah surga cukup krik-krik.

Oke lah, sekarang kita bahas dulu sebenarnya maksud sunnah menurut mereka dinukil dari diskursus ilmu apa? Karena sependek yang saya ketahui, lafaz sunnah itu setidaknya muncul di tiga disiplin ilmu.

Ada di ilmu hadis dan ushul fiqh, ada juga di pembahasan ilmu fiqh dan terakhir ada di ilmu kalam atau tauhid. Ketiganya menggunakan lafaz yang sama dengan pengertian berbeda.

Sunah adalah segala hal yang dilakukan nabi baik ucapan, perbuatan atau persetujuan nabi. Ini pengertian sunnah menurut ilmu hadis dan ushul fiqh.

Baca juga:  Seandainya Orang Sok Toleran itu Hidup di Zaman Rasulullah

Kalau istilah ustaz sunnah mengacu pada pengertian ini saya kira istilah ustaz sunnah hanya istilah dusta. Hari ini siapa sih yang mampu mengimitasi semua perbuatan rasul?

Kalau mau jadi ustaz sunnah yang kafah (sempurna) jangan naik mobil, naiklah onta karena zaman nabi tak ada mobil. Makanlah roti jangan makan nasi. Dan yang paling penting jangan cebok pakai air, karena nabi istinja pakai batu.

Monggo ustaz sunnah silahkan diamalkan. Jangan cuma numbuhin jenggot, jidat hitam sama celana cingkrang doang, kalau itu sih ustaz sunnah nanggung!

Dan perlu diingat bahwa tak semua yang sunnah boleh diamalkan karena sunnah dalam ushul fiqh ada dua macam. Sunnah tasyri’iyah dan ghairu tasyri’iyah.

Singkatnya sunah yang dijadikan hukum syariat dan tidak. Bukankah nabi punya 11 istri? Juga bisa menikah tanpa wali, karena walinya Allah sendiri serta punya khususiyat-khususiyat lainya.

Itu contoh sunnah ghairu tasyri’iyah. Sunnah yang jika diamalkan justru melanggar aturan syariat. Jika ada yang mengaku ustaz sunnah, idealnya dia telah mengamalkan semua hal yang berkaitan dengan sunnah toh?

Sekarang pertanyaannya apakah yang punya label ustaz sunnah berani mengamalkan sunnah ghoiru tasyri’iyah? Kalau nggak berani berarti belum kaffah label sunnahmu.

Yang kedua sunnah menurut diskursus ilmu fiqh adalah setiap hal yang jika diamalkan mendapat pahala, jika tidak diamalkan tak berdosa.

Jika istilah merujuk pada pengertian ini artinya ustaz sunnah adalah ustaz yang jika diikuti kajianya mendapat pahala, dan jika ditinggal tak masalah.

Nah kalau saya lebih cocok dengan pengertian yang ini. Tetapi sepertinya mereka yang tidak cocok deh. Soalnya nanti akan ada ustaz sunnah, ustad wajib, haram, makruh dan mubah.

Belum lagi hukum yang bercabang seperti ada sunnah muakadah, makruh tanzih atau tahrim, fardhu ain atau kifayah dan lain-lain. Ribet kan?

Yang ketiga pengertian sunnah menurut diskursus ilmu kalam (akidah). Dalam ilmu ini ada istilah ahlussunnah waljamaah.

Dan sunnah di sini merupakan antitesis dari ahlul bid’ah yang sesat karena mengada-ada atau menambah-nambahi hal baru dalam keyakinan agama islam tidak sesuai dengan keyakinan salafushalih.

Ahlul bidah juga julukan bagi kelompok-kelompok inhiraf (menyimpang) seperti Khawarij, Syiah, Murjiah, Qadariyah, Jabariyah dan lain-lain.

Baca juga:  Masa Memperingati Maulid Nabi Saja Bidah?

Jika merujuk pada pengertian ini, istilah ustaz sunnah artinya ustaz dari kalangan ahlussunnah. Dan yang lainya adalah ustaz bidah sebagaimana kelompok inhiraf tadi.

Kalau boleh suudzan, bisa jadi ustaz sunnah menurut mereka dinukil dari pengertian yang terakhir ini. Dan celakanya mereka mengartikan bidah secara serampangan.

Mereka mengartikan bidah adalah segala hal yang tidak sesuai dengan al quran dan hadis atau semua yang tidak dilakukan nabi dan salafusshalih, Setidaknya menurut mereka.

Padahal arti bidah adalah segala hal yang tidak berlandaskan dalil syar’i. Bukan cuma alquran dan hadis, masih ada ijma’ dan qiyas.

Belum lagi dalil yang ulama tak sepakat seperti istishab, qaulus shahabah, istihsan, urf ahli madinah, syar’u man qablana dan lain-lain.

Mereka lupa bahwa membuat istilah “ustaz sunnah” juga merupakan bidah akbar yang tidak ada dalam Alquran, Hadis dan tak pula dilakukan Nabi. Jadi menurut pembaca siapa yang lebih bidah?

Terakhir mengutip cerita dari guru saya di pondok. Ada seorang laki-laki melamar prempuan.

Ayah perempuan lalu meminta saran pada seorang ustaz sunnah, dan dia bertanya apakah yang melamar anakmu punya jenggot? Tidak, jawab sang ayah. Kalau begitu tolak dia.

Nah lo? Buruan beli wak doyok (penumbuh jenggot) biar lamaranmu tak tertolak. Hiya-hiya.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Fauzan A'maludin A'lam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute of Hadith Sciences Darussunnah
Fauzan A'maludin A'lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close