Tradisi

Sensasi Ramadan di Tarim Yaman, Salah Satunya Tarawih 100 Rakaat dan Khataman Alquran!

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Tarim Hadramaut adalah satu kota yang populer dengan mencetak beribu waliyullah. Banyak kegiatan yang unik-unik di kota ini, entah kegiatan yang bernuansa rohani, atau selainnya. Terlebih lagi di bulan Ramadan. Ada keunikan yang pasti berbeda dengan adat dan kebiasaan orang-orang Indonesia. Berikut beberapa keunikan kota yang menjadi asal dan tempat belajar para habaib di Indonesia:

[nextpage title=”1. Tarawih 100 Rakaat dalam Semalam”]

1. Tarawih 100 Rakaat dalam Semalam

Salah satu yang terunik dari kota kecil yang memiliki sekitar 350 masjid ini di setiap Ramadan bahwa masing-masing masjid di Tarim mempunyai jadwal tarawih sendiri-sendiri. Ada yang tarawih dimulai dari jam 9, ada yang dimulai jam 11, 12, setengah 1, bahkan ada yang dimulai dari jam 2 malam.

Jadi, semalam bila dijumlahkan seseorang yang ingin bertarawih di masjid-masjid itu secara bergantian, bisa melaksanakan 100 rakaat. Karena masing-masing masjid menyelenggarakan tarawih 20 rakaat dan bila mengikuti tarawih di 5 masjid pada jam-jam yang berbeda, maka bisa 100 rakaat.

[nextpage title=”2. Khataman Alquran dengan Secangkir Kopi dan Kacang Arab”]

2. Khataman Alquran dengan Secangkir Kopi dan Kacang Arab

Satu lagi kegiatan unik di kota ini, yaitu acara khataman Alquran di beberapa masjid. Yang paling unik adalah acara khataman yang diadakan di Masjid Al-Muhdlar. Khataman Alquran seperti biasanya membaca surah-surah pendek akhir Alquran. Uniknya, hal itu dilakukan setiap 4 hari sekali.  Serunya lagi, di waktu acara ada secangkir kopi Arab dan dapat pula Kacang Arab yang membuat suasana menjadi tidak membosankan, karena acaranya hingga jam 2 malam.

Baca juga:  Ada 5 Fakta yang Tak Banyak Diketahui di Balik Haul, Tradisi Mengingat Ulama yang Wafat

[nextpage title=”3. Gaya Berbuka Puasa”]

3. Gaya Berbuka Puasa

Salah satu lagi yang berbeda dari kota Tarim khususnya, dan seluruh penduduk Yaman umumnya, yaitu menu berbuka puasa. Kalau di Indonesia, ketika mendengar azan Maghrib, yang didahulukam adalah makan dan diperbanyak minum-minuman berbagai macam.

Kalau di Tarim berbuka hanya untuk mengganjal perut saja, yaitu dengan berbagai macam gorengan, seperti halnya Sambosa, Bakhomri, dll. Ditambah lagi kurma dan minuman secukupnya. Hanya itu saja. Makan malamnya nanti jam 8 malam, sebelum melaksanan salat tarawih.

[nextpage title=”4. Ziarah Kubur Bersama”]

 4. Ziarah Kubur Bersama

Kegiatan yang lainnya adalah ziarah kubur bersama. Seperti pada umumnya ziarah kubur dilakukan dengan membaca surah Yasin dll. Yang membedakan adalah suhu panasnya Provinsi Hadramaut yang seakan membakar kulit. Bahkan terkadang begitu panasnya air yang disimpan di atas rumah misalnya, kita orang Indonesia memanfaatkan hal itu untuk menyeduh mie tanpa menyalakan api lagi. Namun, meskipun panas sebegitu tingginya, masyarakat dari berbagai kalangan berdatangan, dan terlebih lagi acara tersebut dilakukan setiap Jumat sore.

Baca juga:  Kasyfut Tabarih, Kitab Risalah Pembela Tarawih 23 Rakaat, Karya Syekh Abu Fadlol Senori Tuban

[nextpage title=”5. Pagi Hari Menjadi Malam”]

5. Pagi Hari Menjadi Malam

Karena hawa dan musim panas yang begitu super yang menjadi faktor utama, yaitu berkisar antara 45-60 derajat celcius, tak ayal jika di sini malam hari seperti halnya siang hari di Indonesia dan sebaliknya siang hari menjadi malam hari.

Ketika malam hari, itulah waktu untuk beraktivitas, salat tarawih, pasar baru buka, semuanya berlalu lalang di malam hari. Akan tetapi di pagi hari, jalanan nampak sepi, mencari taksi pun sulit ditemukan. Semua orang tidur, hingga menjelang sore. Aktivitas pun mulai kembali di sore hari, demi mempersiapkan buka puasa. Unik memang.

Muslihin, Lc.

Muslihin, Lc.

Alumni Universitas Imam Syafi'i Mukalla Hadramaut Yaman. Anggota Bahtsul Masail PCNU Kab. Grobogan. Alumni Pon Pes Al-Ma'ruf Bandungsari, Pon Pes Al-Maymun Kauman Klambu Grobogan.
Muslihin, Lc.