Tarawih di Maroko 19 Rakaat, Lho! Masih Ngotot Merasa Paling Benar Dalilnya?!

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Malam Selasa merupakan malam pertama tarawih di Maroko. Berbeda dengan Indonesia yang tarawih duluan. Sebab awal puasa di Maroko jatuh pada hari Selasa.

Saya terawih di masjid dekat tempat kami tinggal, Hay Nahda Dua, Rabat-Maroko, yaitu Masjid Ar-Rafi’i. Setiap masjid memiliki imam tetap salat lima waktu. Untuk bulan Ramadan, ada tambahan dua imam.

Praktiknya, pertama-tama ketiga imam itu datang dari ruang khusus imam yang terletak di samping mihrab. Imam tetap mengimangi salat isya, sedangkan dua imam yang lain bermakmum di belakangnya.

Selepas salat isya tidak ada zikir berjamaah. Senyap. Tak lama, kira-kira 2 menit kemudian salah satu dari imam di belakang tersebut maju, mengimami 4 rakaat dua kali salam. Setiap rakaat setelah al-Fatihah imam membaca awal surah al-Baqarah sampai ayat 15. Rakaat kedua membaca sampai ayat 24. Ini artinya setiap rakaat membaca tsumun (seperdelapan juz).

Baca juga:  Haji Backpacker, Apa Hukumnya?

Setelah 4 rakaat, imam yang satunya maju menggantikan imam yang lain dan meneruskan bacaan surah al-Baqarah per seperdelapan juz dalam 4 rakaat. Lalu salam dan selesai, tanpa ada bilal tapi ditutup dengan bacaan wasalamun alal mursalin walhamdulillahi rabbil alamin.

Satu jam sebelum sahur, salat tarawihnya dilanjutkan sebanyak 8 rakaat lagi. Biasanya dilaksanakan pada jam 2 seperempat. Jadi kalau ada orang yang bertanya berapakah jumlah rakaat salat trawih di Maroko, maka jumlah salat tarawih di Maroko 19 rakaat. Rinciannya 8 rakaat setelah salat isya ditambah 8 rakaat satu jam sebelum sahur, plus 3 rakaat witir dengan dua kali salam.

Nah, apa yang berlangsung di Maroko, semakin menguatkan pendapat bahwa tidak ada batasan jumlah bilangan (tahdid al-adad) rakaat tarawih. Maka, di berbagai negara punya variasi rakaat masing-masing. Bahkan di Masjidilharam dan Masjid Nabawi tarawihnya berjumlah 23 rakaat, padahal di mayoritas masjid di Arab Saudi bertarawih 11 rakaat.

Baca juga:  Selfie Haram, Ini 5 Uraian Forum Santri di Lirboyo

Semoga Ramadan tahun ini membuat kita semakin bijak dan arif dalam menyikapi perbedaan.

 

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Alvian Iqbal Zahasfan

Kandidat doktor pada Universitas Dar El hadith El Hassania, Rabat, Maroko. Pernah jadi santri di Ponpes Nurul Jadid Paiton-Probolinggo, Ponpes Al-Ghazali Karangrejo-Tulung Agung, PIQ Singosari-Malang, Al-Ma’had Darus-Sunnah Al-‘Dauli li Ulumil Hadis Jakarta.
Alvian Iqbal Zahasfan

Latest posts by Alvian Iqbal Zahasfan (see all)

Close