Bila Ada Keluarga Meninggal Dunia, Cek Ada-Tidaknya 5 Tanda Husnul Khatimah Ini

  •  
  •  
  •  
  •  

Datdut.Com – Umur seseorang di dunia ini adalah salah satu takdir Allah yang sudah ditetapkan pada yang bersangkutan. Jika ia mempergunakannya untuk mengerjakan amal-amal yang bermanfaat baginya di akhirat kelak, itu berarti ia mendapat keuntungan dalam transaksi amalnya di dunia ini.

Sebaliknya, jika ia mempergunakannya untuk melakukan segala bentuk kemaksiatan, hingga pada saat ia bertemu Allah (mati) dalam keadaan bermaksiat dan belum bertobat, maka nanti ia akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.

Pada titik inilah akan diketahui apakah ia berakhir baik (husnul khatimah) atau berakhir jelek (su’ul khatimah). Nabi Muhammad Saw. menjelaskan 5 tanda yang menunjukkan seseorang meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Jika ada seseorang yang meninggal dengan menunjukkan salah satu tanda itu, maka itu sudah menjadi permulaan yang baik dan sekaligus menjadi kabar gembira. Berikut  5 tanda itu:

[nextpage title=”1. Mengucapkan Kalimat Tauhid Jelang Ajal”]

1. Mengucapkan Kalimat Tauhid Jelang Ajal

Al-Hakim meriwayatkan dari Mu‘adz bin Jabal yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Seseorang yang kalimat terakhirnya (sebelum kematiannya) adalah la ilaha illa Allah (tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah), maka ia akan masuk surga.”

[nextpage title=”2. Gugur sebagai Syahid dalam Membela Agama Allah”]

2. Gugur sebagai Syahid dalam Membela Agama Allah

Semua orang yang gugur di medan perang dalam rangka membela agama Allah, maka bisa dipastikan yang bersangkutan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Tentu saja ada syarat bila ia dalam berperang itu niatnya memang benar-benar ingin membela agama Allah, tidak ada motif yang lain. Para ulama bahkan menyebut, hal ini berlaku tidak hanya yang berperang, tetapi juga untuk siapa pun dan dalam aktivitas apa pun yang memang dilakukan demi membela agama Allah.

Baca juga:  Ebiet G. Ade akan Manggung Bareng Gus Mus

Allah Swt. berfirman, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah. Bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,” (Q.S. Ali Imran [3]: 169-171).

[nextpage title=”3. Meninggal Dunia dalam Keadaan Berihram Haji”]

3. Meninggal Dunia dalam Keadaan Berihram Haji

Mengenai seorang yang sedang berihram lalu dijatuhkan oleh untanya hingga meninggal dunia, Rasulullah Saw. bersabda, “Mandikan dia dengan air dan pohon bidara. Kafanilah dia dengan kedua kain (ihram) yang sedang dipakainya. Jangan tutupi kepalanya, karena pada hari kiamat kelak ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah.”

[nextpage title=”4. Akhir Amal yang Dilakukannya Berupa Ketaatan pada Allah”]

4. Akhir Amal yang Dilakukannya Berupa Ketaatan pada Allah

Hudzaifah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Seseorang yang mengucapkan la ilaha illa Allah (tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah) hanya karena mencari keridaan Allah, lalu di akhir hayatnya ia mengakhiri hidupnya dengan ucapan syahadat itu, maka ia akan masuk surga. Seseorang yang berpuasa pada suatu hari hanya mencari rida Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan puasanya itu, maka ia akan masuk surga. Seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah saja yang hanya mencari keridaan Allah dan dia mengakhiri hidupnya dengan sedekahnya itu, maka ia akan masuk surga,” (HR Ahmad).

Baca juga:  Mengapa Kita Berkurban? Ini 5 Alasannya

[nextpage title=”5. Meninggal Dunia lantaran Mempertahankan Lima Hal Prinsip”]

5. Meninggal Dunia lantaran Mempertahankan Lima Hal Prinsip

Lima hal prinsip yang dijamin keselamatannya oleh syariat terdiri atas: agama, diri, harta, kehormatan, dan akal. Diriwayatkan dari Sa‘id bin Zaid yeng menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda sebagai berikut:

“Seseorang yang terbunuh untuk mempertahankan hartanya, maka ia adalah syahid. Seseorang yang terbunuh karena membela kehormatan keluarganya, maka ia adalah syahid. Seseorang yang terbunuh karena membela agamanya, maka ia adalah syahid. Seseorang yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia adalah syahid,” (HR Abu Dawud dan Al-Tirmidzi).

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close