Usaha Gagal dan Rezeki Anda Macet? Pahami 5 Penyebabnya versi Ta’limul Muta’allim

  • Insan Kamil
  • 23 April 2016
  • Komentar Dinonaktifkan pada Usaha Gagal dan Rezeki Anda Macet? Pahami 5 Penyebabnya versi Ta’limul Muta’allim
  • 8
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

DatDut.Com – Mungkin di antara kita pernah mempertanyakan kenapa masih ada orang yang rajin sedekah dan salat dhuha dengan ikhlas masih tetap miskin dan kenapa ada orang yang jarang sedekah dan malas salat dhuha menjadi kaya raya? Sebagai salah satu nikmat Allah, rezeki merupakan salah satu faktor penting yang membantu manusia dalam kehidupannya.

Kebanyakan kita mengorientasikan rezeki ini pada harta saja, padahal rezeki itu mencakup segala pemberian Allah kepada kita seperti waktu, harta kekayaan, keluarga yang bahagia, dan lain-lain. Jadi, bisa jadi dia kaya dengan hartanya tetapi belum tentu dia kaya dengan hati dan imannya, bisa jadi dia miskin dengan hartanya tetapi dia kaya dengan hati bahkan kaya dengan keimanannya.

Berikut 5 hal yang menutup pintu rezeki versi Ta’limul Muta’alim:

[nextpage title=”1. Tidur di Pagi Hari”]

1. Tidur di Pagi Hari

Pernahkah Anda tidur di pagi hari? Tidur di pagi hari adalah tidur yang mengenakkan menurut orang yang suka tidur dipagi hari. Namun, ada hal negatif yang dia lupakan lantaran enaknya tidur pagi yang merasukinya, yaitu tidur di pagi hari dapat membuang waktu dan mendatangkan kemalasan beraktivitas untuk mencari ilmu dan rezeki dari Allah.

Ketahuilah, Saudara! Tidur pagi akan menghabiskan jatah kita untuk berkegiatan positif lainnya. Faktanya tidur di pagi hari juga akan membuat kita malas untuk melakukan kegiatan setelahnya, kita akan cenderung untuk santai-santai ditempat tidur sambil memainkan HP dan semacamnya.

Baca juga:  Agar Ilmu yang Didapat Jadi Berkah bagi Hidupmu, Ini 8 Cara Mendapatkannya

[nextpage title=”2. Bergadang tanpa Manfaat”]

2. Bergadang tanpa Manfaat

Penyebab yang kedua ini berhubungan dengan penyebab pertama. Di mana bergadang ini dijadikan alasan bagi pelakunya untuk tidur pada pagi harinya. Parahnya lagi, bergadang tanpa manfaat dapat membuat seseorang lalai dengan salat subuhnya, padahal salat subuh adalah salah satu salat yang memiliki nilai pahala yang tinggi.

[nextpage title=”3. Tidur Sepanjang Malam”]

3. Tidur Sepanjang Malam

Di dalam kitab Ta’limul Muta’alim tidur sepanjang malam ini dimaksudkan untuk orang yang tidur di malam hari namun tidak melakukan salat di sepertiga malam. Sepertiga malam adalah waktu yang tepat untuk bermunajat meminta rezeki dari Allah. Karena waktu ini merupakan waktu yang sulit untuk bangun, maka bagi orang yang bisa melawan nafsu tidurnya untuk bangun dan mendekatkan diri kepada Allah, maka dia mendapat hadiah dari Allah bahwa dia akan dipermudah dalam segala urusan.

[nextpage title=”4. Tidak Mengundang Datangnya Rezeki”]

4. Tidak Mengundang Datangnya Rezeki

Hal-hal yang mengundang datangnya rezeki adalah sedekah dan salat dhuha sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’alim bab terakhir. Termasuk juga membaca surah Waqi’ah sebelum tidur, membaca surah al-Mulk saat datang ke mesjid, melakukan salat witir sebelum tidur.

Baca juga:  Ini 5 Fakta Menarik Kitab Usfuriyah yang Mungkin Tidak Disadari Para Santri

Jadi, orang-orang yang tidak mengundang datangnya rezeki dengan cara tersebut dapat menyebabkan tertutupnya pintu rezeki.

[nextpage title=”5. Melakukan Hal yang Sia-sia”]

5. Melakukan Hal yang Sia-sia

Banyak hal sia-sia yang disebutkan dalam kitab Ta’lim yang dapat menutup pintu rezeki diantaranya menyisir dengan sisir rusak, menyapu dengan kain, menyapu pada malam hari, menjahit pakaian yang masih melekat ditubuh, bergegas keluar usai salat subuh dimesjid, mematikan lilin dengan meniupnya, bemenung di dekat pintu, mendoakan anak pada keburukan, membiarkan wadah terbuka, menunda-nunda amal baik dan lain-lain. Semua itu bisa membuat waktu kita terbuang sia-sia dan jauhnya rezeki kita.

 

Inilah 5 penyebab pintu rezeki ditutup. Semoga kita terhindar dari itu semua dan semoga kita menjadi orang yang mudah dalam urusan rezekinya dan menjadi orang yang pandai mensyukurinya.

 

Komentar

Insan Kamil

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berasal dari Padang Pariaman Sumatera Barat.
Insan Kamil